Undana dan IFTK Ledalero Siap Kolaborasi Riset Berdampak serta Tata Kelola Digital

Pendidikan563 Dilihat

KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero menindaklanjuti kolaborasi strategis di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta transformasi tata kelola perguruan tinggi. Komitmen penguatan kemitraan lintas institusi ini dibahas secara mendalam dalam kunjungan kerja dan audiensi resmi pimpinan IFTK Ledalero yang berlangsung di Ruang Rapat Rektor, Gedung Rektorat Undana, Kupang, Rabu (14/10/2026).

 

Delegasi Undana dipimpin oleh Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Prof. Dr. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., didampingi jajaran pimpinan LP3M, LP2M, FST dan BPKS. Sementara itu, delegasi IFTK Ledalero dipimpin langsung oleh Rektor Prof. Dr. Otto Gusti Ndegong Madung, SVD, bersama Kepala Rektorat Johanes C. Manehitu.

 

Sinergi ini mempercepat alih teknologi tata kelola digital, pendampingan akreditasi menuju predikat unggul, serta penguatan kompetensi dosen pada program studi baru seperti Sistem Informasi, Desain Komunikasi Visual (DKV), dan Kewirausahaan. Kolaborasi berbasis pendekatan “belanja masalah” ini dirancang untuk melahirkan solusi sains terapan atas persoalan riil masyarakat, mulai dari penanganan wabah penyakit darah pisang di Flores, pengelolaan sampah, peningkatan literasi-numerasi, hingga rebranding potensi lokal NTT.

Baca Juga  Prof Melki Taneo Pilih Bersyukur, Siap Dukung Prof Jefri Bale Pimpin Undana

 

Komitmen Ekosistem Pendidikan Inklusif Tanpa Menara Gading

 

Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV menegaskan bahwa Undana berkomitmen untuk tidak menjadi menara gading yang terisolasi, melainkan hadir merangkul seluruh perguruan tinggi di NTT agar dapat berkembang dan maju bersama. Keunikan keilmuan yang dimiliki setiap kampus dinilai menjadi modal utama untuk saling melengkapi dalam membangun sumber daya manusia berkualitas. Kerja sama ini diposisikan sebagai wadah gotong royong akademis untuk meningkatkan taraf pendidikan tinggi daerah secara merata dan berkelanjutan.

 

“Undana berkomitmen untuk tidak menjadi menara gading, tetapi hadir dan berkontribusi bagi kemajuan pendidikan tinggi di NTT. Setiap perguruan tinggi memiliki keunikan dan keunggulan masing-masing yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi agar kita berkembang bersama dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” tegas Wakil Rektor IV.

 

Rektor IFTK Ledalero, Prof. Dr. Otto Gusti Ndegong Madung, SVD, menyampaikan apresiasi tinggi atas keterbukaan Undana dalam membagi pengalaman pengelolaan kampus, khususnya penguatan sistem teknologi informasi dan tata kelola digital. IFTK Ledalero mendorong agar Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ada segera ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) teknis yang memuat indikator kinerja dan mekanisme pelaksanaan secara terukur.

 

Sistem administrasi berbasis digital Undana dijadikan rujukan utama oleh IFTK Ledalero untuk meningkatkan efektivitas pelayanan akademik serta pengembangan tiga prodi barunya.

Baca Juga  Uji Orisinalitas Bisnis, Mahasiswa Undana Bedah Strategi Lolos P2MW Lewat Sesi “Pitching” Ide

 

“Kerja sama itu bukan hanya di bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan riset, tetapi juga di bidang tata kelola. Undana memiliki sistem teknologi digital yang sangat baik, sehingga kami ingin belajar banyak dari Undana. Masa depan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan masing-masing institusi, tetapi juga oleh sejauh mana kampus mampu membangun kolaborasi,” ungkap Rektor IFTK Ledalero.

 

Pendampingan Mutu Akademik, Pekerti-AA, dan Klinik Riset

 

Menjawab kebutuhan IFTK Ledalero, Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Undana menyiapkan paket pendampingan mutu akademik, meliputi pelatihan Pekerti dan Applied Approach (AA), pendampingan akreditasi prodi menuju Unggul, pertukaran mahasiswa-dosen, serta penataan jabatan akademik dosen.

 

Sementara itu, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Undana membuka akses pemanfaatan Klinik Riset, pendampingan sistem BIMA, sinkronisasi data SINTA, serta pembinaan penyusunan proposal hibah nasional maupun luar negeri bagi dosen IFTK Ledalero.

 

Salah satu poin krusial yang disepakati adalah keterlibatan IFTK Ledalero dalam skema “riset berdampak” Undana berbasis pemetaan masalah prioritas kabupaten pada perencanaan pembangunan tahun 2027. Prof. Otto secara khusus menyoroti ancaman serius penyakit darah pisang yang mematikan tanaman dan menggagalkan panen petani di wilayah Flores, yang membutuhkan penelitian multidisiplin guna menemukan solusi pencegahan yang efektif.

Baca Juga  Undana Asah Penalaran Siswa di Kompetisi Cerdas Cermat Matematika "PYRAMID" 2026

 

Sinergi riset ini juga menyasar penanganan masalah sampah, penguatan literasi generasi muda, serta kolaborasi lintas prodi FST Undana pada bidang Ilmu Komputer dan DIII Tenun Ikat.

 

“Di Flores, kami menghadapi persoalan penyakit darah pisang. Banyak tanaman pisang yang mati, tidak berbuah, sehingga perlu penelitian untuk mengetahui apa penyebabnya. Kami berharap keterlibatan perguruan tinggi dalam riset berbasis persoalan masyarakat dapat menghasilkan solusi yang aplikatif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat maupun pemerintah daerah,” jelasnya.

 

Pertemuan resmi antara Undana dan IFTK Ledalero diakhiri dengan komitmen kedua belah pihak untuk segera merumuskan draf PKS di tingkat fakultas dan lembaga. Integrasi kepakaran ilmu filsafat, teknologi kreatif, sains, dan teknologi terapan ini diyakini mampu melahirkan inovasi pendidikan yang berdampak langsung bagi kemajuan daerah. Melalui konsistensi kemitraan ini, Undana dan IFTK Ledalero optimis dapat terus memajukan kualitas pendidikan tinggi sekaligus menghadirkan ilmu pengetahuan sebagai solusi atas berbagai tantangan pembangunan di Nusa Tenggara Timur. (Alk/RLS/UNDANA/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan