Wali Kota Resmikan Rumah Ibadah GMIT Tiberias TDM, Ajak Gereja Jadi Mitra Membangun Kota

Metro24 Dilihat

KUPANG–Pembangunan sebuah kota tidak cukup hanya diukur dari panjang jalan, megahnya gedung, atau banyaknya infrastruktur yang berdiri. Lebih dari itu, kemajuan kota harus ditopang oleh manusia yang beriman, berkarakter, memiliki kepedulian sosial, dan mampu hidup dalam keberagaman.

 

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menghadiri Pentahbisan dan Peresmian Rumah Ibadah, Peletakan Batu Pertama Pastori II, serta Peluncuran Buku Sejarah Jemaat GMIT Tiberias TDM, Sabtu (31/10), di Rumah Ibadah Jemaat GMIT Tiberias TDM.

 

Didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Kupang, Hengky C. Malelak, S.STP., M.Si., kehadiran Wali Kota menjadi wujud perhatian dan apresiasi Pemerintah Kota Kupang terhadap peran gereja sebagai mitra strategis dalam membangun kehidupan masyarakat.

 

Turut hadir Ketua Majelis Sinode GMIT, Pendeta Samuel B. Pandie, M.Th., M.M.; Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Timur, Pendeta Ishak Batmalo, S.Th.; Ketua Majelis Jemaat GMIT Tiberias TDM, Pendeta Mercy P. Kapioru Pattikawa, S.Th.; penulis sejarah gereja, Pendeta Yulian Widodo, M.Th.; serta para pendeta, majelis jemaat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh jemaat GMIT Tiberias TDM.

 

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan sukacita dan rasa syukur dapat hadir bersama jemaat. Meski baru tiba dari perjalanan udara, ia berupaya memenuhi kesempatan untuk bertemu dan bersukacita bersama masyarakat Tuak Daun Merah (TDM).

Baca Juga  Mendagri Wanta Wanti Para Penjabat Kepala Daerah, Jangan Korupsi

 

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kerja-kerja kolaborasi GMIT, khususnya Jemaat GMIT Tiberias TDM, yang selama ini telah membantu pemerintah dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas,” ungkapnya.

 

Menurut dr. Christian, sumber daya manusia yang unggul tidak cukup hanya memiliki kecerdasan akademis. Manusia juga harus memiliki iman yang kuat, karakter yang baik, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

 

Di sinilah gereja memiliki peran penting. Melalui pendidikan iman, pembinaan rohani, dan keteladanan, gereja ikut membentuk nilai moral dan karakter masyarakat. Karena itu, pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan pembangunan manusia.

 

“Jalan, jembatan, dan gedung memang penting. Tetapi kita juga harus membangun manusianya. Kita membutuhkan masyarakat yang sehat, cerdas, berkarakter, saling menghargai, dan mampu hidup dalam toleransi,” tegasnya.

 

Wali Kota juga menjelaskan bahwa di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap berkomitmen menjalankan pembangunan dengan memastikan setiap anggaran digunakan secara hemat, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Ia mencontohkan keputusan untuk tidak melakukan pengadaan mobil dinas baru bagi dirinya maupun Wakil Wali Kota sebagai salah satu langkah penghematan. Menurutnya, efisiensi bukan berarti menghentikan pembangunan, melainkan mengatur kembali prioritas agar anggaran dapat diarahkan pada kebutuhan yang lebih mendesak.

 

Baca Juga  COVID di Kota Kupang Bertambah 9 Kasus Positif

Penghematan tersebut diharapkan turut membuka ruang dukungan bagi berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk bantuan pembangunan rumah ibadah lintas agama dan program beasiswa.

 

Terkait rencana pembangunan Pastori II GMIT Tiberias TDM, dr. Christian mempersilakan pihak jemaat menyampaikan proposal kepada Pemerintah Kota Kupang agar dapat dipertimbangkan dalam dukungan anggaran tahun 2027, sesuai mekanisme, ketentuan, dan kemampuan keuangan daerah.

 

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan proficiat atas tiga momentum penting yang dirayakan jemaat, yakni pentahbisan dan peresmian gedung gereja, peletakan batu pertama Pastori II, serta peluncuran buku sejarah jemaat.

 

Baginya, ketiga momentum tersebut bukan sekadar pencapaian pembangunan fisik, melainkan buah dari perjalanan panjang yang dibangun melalui iman, doa, pengorbanan, dan kerja sama seluruh jemaat.

 

“Rumah ibadah ini tidak hanya dibangun dari beton, semen, pasir, dan besi, tetapi juga dibangun oleh iman, kasih, dan harapan. Hari ini kita bukan hanya meresmikan sebuah gedung, tetapi juga meresmikan rumah pengharapan, tempat mereka yang sakit dikuatkan dan yang lemah memperoleh kekuatan,” ujarnya.

 

Ia berharap rumah ibadah tersebut terus menjadi ruang yang menghadirkan penguatan iman, membangun karakter, menanamkan nilai toleransi, dan menumbuhkan kepedulian sosial. Gereja diharapkan tidak hanya menjadi tempat jemaat beribadah, tetapi juga menghadirkan kasih melalui tindakan nyata bagi masyarakat.

 

Pemerintah Kota Kupang, lanjutnya, membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan, untuk mewujudkan Kota Kupang sebagai Kota Kasih, rumah bersama yang rukun, berkarakter, maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.

Baca Juga  Lasiana dan Oesapa Diusulkan Wali Kota Jadi Kampung Nelayan, Menteri KKP Siap Percepat

 

Sementara itu, Ketua Tim Pelayanan Pentahbisan Gedung Ibadah, Musdiadi Tema, dalam laporannya menjelaskan bahwa pembangunan gedung Gereja GMIT Tiberias TDM telah dimulai sejak tahun 2005 dan melewati perjalanan panjang sekitar 21 tahun.

 

Pelaksanaan pentahbisan yang sempat tertunda akibat berbagai kendala akhirnya dapat diwujudkan pada tahun 2026 melalui keputusan persidangan majelis jemaat. Momentum ini menjadi ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan sekaligus persembahan rumah ibadah sebagai tempat jemaat bersekutu, beribadah, mendengarkan firman Tuhan, dan bertumbuh bersama dalam iman serta kasih.

 

Musdiadi menyampaikan terima kasih kepada Majelis Sinode GMIT, Majelis Klasis Kota Kupang Timur, Pemerintah Kota Kupang, seluruh jemaat, para donatur, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan berupa dana, material, maupun tenaga.

 

Pada kesempatan yang sama, perwakilan penatua jemaat, Julius Patola, mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan pelayanan Jemaat GMIT Tiberias TDM sejak 18 Mei 1997. Ia memberikan apresiasi kepada para pendeta, pelayan, jemaat, dan seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam membangun kehidupan persekutuan dan pelayanan hingga pembangunan fisik gereja saat ini.

 

Ia berharap semangat kebersamaan dan dukungan seluruh pihak terus terpelihara sehingga pembangunan jemaat, khususnya Pastori II, dapat dilanjutkan hingga tuntas. (RLS/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan