Walikota Chris Widodo Tuntaskan Hibah Lahan Pelabuhan Rakyat Nunbaun Sabu Setelah 14 Tahun Tertunda

Public Service462 Dilihat

KUPANG–Setelah tertunda selama kurang lebih 14 tahun, penandatanganan perjanjian hibah lahan sisi darat Pelabuhan Nunbaun Sabu (NBS) akhirnya terlaksana pada masa kepemimpinan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc. Langkah ini menjadi momentum penting untuk mempercepat pengembangan fasilitas pelabuhan sekaligus membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Penandatanganan naskah perjanjian hibah barang milik daerah antara Pemerintah Kota Kupang dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Perhubungan di Jakarta, Selasa (20/10). Penandatanganan dilakukan oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Andi Sutomo Panjaitan.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala KSOP Kupang, Simon Baon, serta Kasi Lalu Lintas dan Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Kupang, Anselmus Bau Mau. Wali Kota turut didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Kupang, Hengky C. Malelak, dan Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Bernadinus Mere.

 

Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo mengungkapkan rasa syukur karena proses yang telah berlangsung selama 14 tahun itu akhirnya dapat diselesaikan. Ia menilai, penyelesaian hibah tersebut bukan sekadar urusan administrasi aset, melainkan langkah konkret untuk membuka jalan bagi pengembangan infrastruktur transportasi laut yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Baca Juga  KADIN NTT dan GoTo Serahkan Konsentrator Oksigen,  Walikota: Kita Sangat Terbantu

 

Menurutnya, bagi Nusa Tenggara Timur sebagai provinsi kepulauan, laut bukan sekadar ruang geografis, melainkan urat nadi kehidupan masyarakat. Pelabuhan menjadi penghubung antarpulau, tempat bergeraknya hasil usaha, serta jalur penting bagi masyarakat untuk mengakses pendidikan, pelayanan kesehatan, dan berbagai kebutuhan sehari-hari.

 

“Pelabuhan itu bukan hanya tempat membongkar muat kapal. Jauh lebih dari itu, di sana ada harapan kehidupan masyarakat,” tegasnya.

 

Ia menambahkan, keberadaan pelabuhan yang dikelola dan dikembangkan dengan baik akan memberikan manfaat berlapis, mulai dari memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang, mendorong pertumbuhan ekonomi, hingga membuka peluang peningkatan PAD bagi daerah.

 

Karena itu, Pemerintah Kota Kupang berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi agar pengembangan infrastruktur transportasi tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi benar-benar menghasilkan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Baca Juga  Wali Kota Dorong Penguatan UMKM, Kupang Lampion Street Market Catat Transaksi Rp 1 M

 

“Saya percaya orang bijak bilang, jika Anda ingin berjalan cepat, berjalanlah sendirian. Tetapi jika ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama. Kami sudah memilih untuk berjalan jauh bersama pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah,” ungkapnya.

 

Christian juga mendorong dukungan pemerintah pusat terhadap sejumlah kebutuhan infrastruktur di Kota Kupang, termasuk rencana pembangunan terminal konsolidasi dan depo kontainer. Ia turut menitipkan usulan dukungan sarana dan prasarana kepada Kementerian Perhubungan, khususnya untuk menunjang pekerjaan pemeliharaan penerangan jalan umum yang saat ini masih terkendala peralatan berusia tua.

 

Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Andi Sutomo Panjaitan, menyambut baik penyelesaian hibah lahan tersebut. Ia berharap aset yang dihibahkan dapat dimanfaatkan secara tertib, akuntabel, dan sesuai peruntukannya untuk mendukung peningkatan fasilitas serta pengembangan Pelabuhan Nunbaun Sabu.

 

Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan pelabuhan, termasuk membangun rasa memiliki di tengah masyarakat, menjaga keselamatan pelayaran, dan mengedukasi pengguna jasa agar mematuhi ketentuan keselamatan selama berada di kawasan pelabuhan maupun di atas kapal.

 

Baca Juga  Gerakan Warga Beta Bersih Jadi Kekuatan Baru Membangun Kota Kupang

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting untuk memastikan pengembangan pelabuhan berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

 

Kepala KSOP Kupang, Simon Baon, mengapresiasi Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo yang sudah berhasil menuntaskan kendala yang mereka alami selama beberapa tahun ini. Dia memastikan bahwa lahan hibah tersebut akan dioptimalkan untuk mendukung pengembangan fasilitas sisi darat Pelabuhan Nunbaun Sabu. Pada tahun 2027 mendatang, telah dianggarkan sekitar Rp26 miliar untuk pembangunan sejumlah fasilitas pendukung.

 

Fasilitas yang direncanakan meliputi terminal penumpang, kantor, lapangan parkir, dan pagar keliling, yang akan menunjang pengembangan pelabuhan secara terpadu dengan rencana rekonstruksi sisi laut.

 

Simon menambahkan, Pelabuhan Nunbaun Sabu yang sudah mulai dibangun sejak tahun 2012 lalu itu telah memiliki izin operasional. Pengembangan yang dilakukan selanjutnya diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan, khususnya bagi kapal pelayaran rakyat, kapal pariwisata, kapal pesiar atau yacht, kapal pengangkut BBM, serta kapal-kapal yang melayani konektivitas dan kebutuhan masyarakat di wilayah sekitar Kupang, termasuk Pulau Kera dan Sulamu. (RLS/KOTKUP/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan