Uji Kompetensi Wartawan Kerjasama Bank NTT, PWI Pusat Soroti Kualitas Produk Pers

Metro39 Dilihat

MEDIATORSTAR.COM, Kupang

Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan atas kerjasama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dengan Bank NTT, resmi digelar Rabu (13/10/2021) pagi tadi di Kupang. PWI sebagai salah satu organisasi profesi wartawan terbesar di tanah air tidak saja  memberi apresiasi yang tinggi kepada Bank NTT karena sudah sudah memberi kontribusi besar pada peningkatan kompetensi wartawan di Indonesia khususnya Provinsi NTT. Melainkan PWI pun berbicara tegas mengenai pentingnya bangsa ini memiliki wartawan yang berkualitas.

Pernyataan ini disampaikan oleh Wasekjen PWI Pusat, Suprapto, saat memberikan sambutannya dalam pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang berlangsung Rabu (13/10/2021) pagi tadi di Sahid T-More Hotel, Kupang.

“Sebenarnya UKW ini adalah momentum  untuk memotret apakah teman-teman dalam pelaksanaan tugasnya itu sudah benar-benar berkompeten atau belum.  Ada tiga prespektif yang mau dinilai dari UKW ini yakni knowledge atau pengetahuan, kemudian ketrampilan dan terakhir awareness atau kesadaran bahwa ketika kita bekerja itu ada aturannya,”tegas Suprapto.

Dia juga menyebut bahwa kontrol sosial yang dimaksudkan dalam UU No 40 tahun 1999 menyebutkan bahwa keberadaan pers merupakan kontrol sosial untuk kepentingan publik. Dicontohkannya, ketika ada penyimpangan anggaran, penyalahgunaan kewenangan dan adanya kasus-kasus lain yang ada kaitannya dengan kepentingan publik, barulah dipublikasikan.  Bukan karena alasan suka atau tidak suka pada salah satu oknum pejabat misalnya.

“Mungkin bapak ibu sekalian sudah mengerti dengan yang namanya pilar keempat demokrasi yakni pers. Kenapa begitu? Karena pers memiliki tugas dan fungsi yang sangat mulia dalam membangun sebuah peradaban, demokrasi. Dia memiliki fungsi menyalurkan informasi, menyadarkan masyarakat, dan pers juga mempunyai kekuatan yang diyakini menjadi penyeimbang dari tiga kekuatan lainnya yakni eksekutif, legislatif dan yudikatif.”

Ini dapat terwujud apabila sebuah perusahaan pers memiliki wartawan yang berkompetensi. Apabila pers tidak memiliki wartawan yang kompeten, dan kemudian melakukan kontrol-kontrol yang tidak benar dan cenderung menyalahi etik, seperti penyalahgunaan tugas, maka pers dimaksud tidak layak menjadi pilar demokrasi tetapi justru menjadi perusak demokrasi.

Baca Juga  Simak Pesan Penjabat Walikota Tentang Peran Karang Taruna Kota Kupang

“Karena pers itu sudah merusak tatanan berbangsa dan bernegara,”tegasnya lagi. Jika demikian maka pihak yang ‘disorot’ itu akan takut mengerjakan tugas-tugasnya, pasalnya selalu diberitakan yang jelek-jelek saja. “Mudah-mudahan dalam uji kompetensi ini teman-teman wartawan bisa belajar dan menemukan nilai-nilai pers yang utuh sebagai pilar keempat demokrasi. Bagi kami UKW ini bukan hanya sekadar lulus melainkan berkontribusi pada demokrasi.” Atas harapan itulah, PWI Pusat memberi apresiasi yang tinggi kepada Bank NTT yang sudah memfasilitasi terlaksananya UKW di Kota Kupang.

“Kami atas nama PWI mengucapkan terimakasih kepada Bank NTT. Tentu untuk membangun teman-teman wartawan yang kompeten dan menjadi pilar keempat demokrasi, kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri melainkan saling  bahu membahu. Penyelenggaraan kegiatan UKW ini tidak hanya sekadar membantu teman-teman melainkan untuk mewujudkan pilar keempat demokasi yang berkualitas,”pungkasnya.

UJIAN. Direktur Kepatutan Bank NTT, Hilarius Minggu (baju putih, kanan) saat memberikan konferensi pers kepada peserta UKW. Momen ini diamati para penguji UKW dan peserta dinilai kemampuan mendalami materi.
 Foto: Mediatorstar.com/stenly boymau

Sementara Direktur Kepatutan Bank NTT, Hilarius Minggu yang hadir  mewakili  Direktur Utama, Harry Alexander Riwu Kaho, dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan UKW ini, menegaskan hal yang sama. Bahwa UKW ini sangat penting karena ada tiga hal yang mau dicapai yakni adanya knowledge, skill dan wareness-nya.

“Kami Bank NTT mendukung kegiatan ini karena kami ingin teman-teman wartawan dalam menyampaikan berita itu benar-benar profesionl. Penilaian kami teman-teman wartawan sudah banyak yang kompeten namun tentu harus dibuktikan dengan satu lembar kertas. Tidak saja dengan bagaimana membuat berita yang baik, namun mesti diuji kompetensinya,”tegas Hilarius.

Karena itu, Bank NTT mengucapkan selamat kepada wartawan-wartawan di NTT peserta UKW, sembari berharap agar semuanya bisa dinyatakan kompeten. Pasalnya, tujuan Bank NTT mendukung UKW ini karena Bank NTT ingin mengimplementasikan corporate communication dan marketing communication.

“Ini sejalan dengan rencana bisnis bank kami. Yang kedua, kami ingin mengoptimalkan sinergitas antara Bank NTT dengan insan pers demi terwujudnya berita yang berimbang dan berikutnya, ketiga yakni untuk meningkatkan kualitas dan profesionalitas teman-teman wartawan di NTT khususnya di Kota Kupang untuk menjadi acuan sistem evaluasi kerja kinerja wartawan sehingga dapat menempatkan wartawan sebagai rekanan Bank NTT,”ujar Hilarius lagi. Hal ini dibuktikan dengan sekarang, Bank NTT telah bekerjasama dengan tiga media cetak dan dua media elektronik. Pihaknya berharap agar kerjasama ini terus berlanjut dan PWI merupakan mitra strategis Bank NTT untuk mewujudkan pilar keempat demokrasi yang berkualitas dan kompeten.

Baca Juga  Urai Masalah pengangguran di Kota Kupang, Pemerintah Fokus Pelatihan

Sementara Ketua PWI NTT, Hilarius Jahang dalam laporannya menyebutkan bahwa UKW ini adalah yang ketujuh di NTT, namun yang pertama kali dilaksanakan atas sinergitas antara swasta dengan PWI.

“Ini adalah kegiatan pertama yang diselenggarakan atas kemitraan antara PWI dengan Bank NTT dan didukung penuh oleh Bank NTT. Selama ini PWI NTT menyelenggarakan UKW adalah kerjasama atau penugasan dari Dewan Pers. Saya mau katakan bahwa ini sejarah baru di NTT sehingga kita perlu beri apresiasi,”tegas wartawan senior Pos Kupang ini. Lebih jauh, dia mengatakan bahwa sebenarnya masih banyak wartawan yang belum tersertifikasi di NTT, sehingga tentu berdampak pada kualitas kerjanya. Produk yang dihasilkannya pun masih banyak yang mesti dibenahi lagi karena mengecewakan narasumber.

“Namun kami tidak bisa berjuang lebih jauh karena ada keterbatasan-keterbatasan di pihak kami. Kami hanya dibantu oleh Pemprov untuk mengikuti Hari Pers Nasional serta Pekan Olahraga Wartawan. Oleh karena itu kami berterimakasih kepada Bank NTT yang sudah mensupport hingga terlaksananya UKW ini,”tegas Hilarius Jahang sembari menambahkan, terkait UKW ini, PWI sudah mengeluarkan undangan, dan banyak peserta yang mendaftar namun mereka tidak lolos verifikasi. Karena itu dia berharap kedepan mereka bisa ikut lagi.

Baca Juga  Gubernur: Gereja adalah Saya, Anda dan Kita Semua

Adapun peserta UKW ini ada 25 orang dengan rincian, untuk kategori muda 20 orang dan kategori utama 5 orang.  UKW yang dilaksanakan dengan mengusung thema ‘Menuju Wartawan Profesional dan Kompeten’ ini dilaksanakan selama dua hari yakni 13-14 Oktober 2021. Mereka akan diuji oleh enam orang penguji yakni Widodo Asmowiyoto, Suprapto, Nurcholis Basyar, Emanuel Dewata Oja, Dwikora Putra dan Hilarius Jahang.

WAWANCARA.  Para peserta UKW saat mengikuti ujian wawancara dengan narasumber Kadiv Rencorsec, Endri Wardono.
Foto: Mediatorstar.com/stenly boymau

Terpantau Mediatorstar.com, hadir dalam seremoni pembukaan, sejumlah pejabat dari Bank NTT yakni Kadiv Rencorsec, Endri Wardono, Kadiv IT Bisnis, Salmun Randa Terru, Kadiv Treasury, Zeth Lamu, Kadiv Kepatutan, serta Konsultan Humas Bank NTT, Stenly Boymau. Usai seremoni pembukaan, dilksanakanlah ujian berupa wawancara dengan kedua pejabat Bank NTT oleh wartawan peserta UKW, yakni Direktur Kepatutan Hilarius Minggu dan Kadiv Rencorsec, Endri Wardono. Ujian ini berupa konferensi pers dan doorstop, manakala peserta UKW diamati serta dinilai tentang  etik-etik dalam wawancara serta kecerdasan dalam menggali materi. Tidak hanya itu, melainkan hasil wawancara akan diramu dalam bentuk tulisan, dan dinilai oleh penguji. Masih ada beberapa mata uji lainnya menyangkut etika jurnalistik, perencanaan peliputan, perencanaan materi pertanyaan, serta untuk kategori utama, tentang bagaimana menjadi pemimpin yang baik. Ini sudah menyangkut pada kemampuan menentukan sikap redaksi atas sebuah masalah, serta kemampuan menyatakan tidak pada sebuah informasi yang tidak laik publikasi. Mereka yang lolos berhak mendapatkan sertifikat kompetensi yang diterbitkan oleh Dewan Pers. (MSC01)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *