Busana Hitam Tanpa Perhiasan, Tanda Kabung dari Serena untuk Korban Gempa Flores

Metro63 Dilihat

KUPANG—Mengenakan atasan hitam pekat, dipadukan dengan kain tenun adat khas Sikka, Wakil Walikota Kupang, serena Cosgrova Francis nampak sangat tenang menapaki jalan menuju lapangan upacara peringatan HUT RI ke-81, Senin (17/8/2026). Ini moment penting bagi negara, dimana seluruh rakyat bangsa ini memperingati detik-detik Proklamasi kemerdekaan RI.

Dan, Serena memilih tak mengenakan satupun perhiasan. Sebuah tanda kabung yang mendalam. “Ini adalah pilihan. Pilihan untuk berbusana hitam tanpa mengenakan satupun perhiasan sebagai bentuk empati yang dalam terhadap saudara-saudara kita yang terdampak gempa di Flores,”demikian sebuah artikel pada laman medsos milik Serena.

Politisi muda Partai Gerindra ini memilih ikut larut dalam sedih yang panjang akibat gempa 7,7 SR yang menewaskan 55 orang lebih korban jiwa itu.

Baca Juga  Nefonaek Masuk 10 Final Lomba Kebersihan Kota Kupang 2025, Bank Sampah Asmaraloka Jadi Pionir

Di hari itu, tak hanya serena. Melainkan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, pun menunjukkan solidaritas kepada masyarakat Flores yang terdampak. Wali Kota mengenakan pakaian adat Manggarai dengan warna dasar hitam. Pilihan busana tersebut bukan sekadar simbol budaya, tetapi menjadi pesan kepedulian dan dukungan Pemerintah Kota Kupang kepada masyarakat Flores yang sedang menghadapi musibah.

Serena Francis

Warna hitam yang dikenakan keduanya juga menjadi bentuk bela sungkawa kepada para korban yang meninggal dunia akibat gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Flores.

 

Usai upacara, Wali Kota Christian Widodo menjelaskan kepada wartawan bahwa busana yang dikenakannya bersama Wakil Wali Kota sengaja dipilih sebagai bentuk solidaritas. “Hari ini saya mengenakan pakaian adat Manggarai, sedangkan Ibu Wakil Wali Kota mengenakan kain adat Sikka. Ini bentuk kepedulian dan dukungan kami kepada saudara-saudara kita di Flores yang terdampak gempa bumi,” jelasnya.

Baca Juga  Fary Francis Secara Pribadi Berikan Donasi untuk Riung

 

Ia menambahkan, warna dasar hitam yang dikenakan bersama Wakil Wali Kota juga memiliki makna khusus sebagai ungkapan belasungkawa bagi korban yang meninggal dunia.

 

“Warna hitam ini adalah bentuk bela sungkawa kita. Kita ingin menyampaikan bahwa masyarakat Flores tidak sendiri. Ada duka yang kita rasakan bersama, dan Pemerintah serta masyarakat Kota Kupang berdiri bersama saudara-saudara kita yang sedang menghadapi bencana,” ujarnya. (RLS/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan