Presiden Ajak Doakan Korban Gempa Flores, Fernando Soares Jangkau 30 Titik Kritis

Nasional47 Dilihat

KUPANG—Presiden RI, Prabowo Subianto menaruh prihatin yang mendalam atas tragedi yang menimpa warga Flores yang mengalami gempa 7,7 SR. Kepedulian orang nomor satu di Indonesia ini tidak saja dibuktikan dengan gerak cepat pengiriman paket kepada para korban, diutusnya para menteri melainkan saat memberi amanat pada upacara kenegaraan perayaan HUT RI ke-81, dalam amanat singkatnya, Presiden mengajak seluruh peserta tidak hanya mengenang jasa pahlawan, tetapi juga mendoakan warga terdampak bencana.

 

“Saudara-saudara sekalian, marilah kita mengheningkan cipta, untuk mengenang arwah dan jasa para pahlawan kemerdekaan bangsa yang telah berkorban jiwa dan raga untuk kemerdekaan dan kehormatan bangsa Indonesia, serta mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam di Sumatera, Nusa Tenggara Timur, dan wilayah-wilayah Indonesia lainnya. Mengheningkan Cipta, mulai,” ucap Presiden Prabowo.

Baca Juga  Madura Kaili

 

Serentak ribuan peserta upacara pun menundukkan kepala. Mereka sangat khusuk dalam doa. Di saat yang sama, jutaan mata memandang siaran secara live di berbagai saluran televisi dan menandai momentum ini sebagai sebuah sejarah perjalanan bangsa yang tidak mudah. Doa bersama ini dipimpin oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Mereka yang bertugas dalam pengibaran Bendera Merah Putih oleh Paskibraka Tim “Indonesia Berdaulat”: Pembawa Bendera: Celina Olivia Apriani Theo (Kalimantan Barat) serta cadangan, Eighteen Jeanette Hekboy, siswi SMAN 1 Kupang-NTT. Berikut, Pembentang: M. Aryo Wira Zandhyka Y (Bengkulu), Pengerek: I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti (Kalimantan Selatan).

 

Sementara dari daerah pusat gempa, Kabupaten Nagekeo, NTT, dilaporan bahwa Jajaran Partai Gerindra Nusa Tenggara Timur (NTT) dipimpin Sekretaria DPD Gerindra NTT, Fernando Jose Ozorio Soares menyusuri titik-titik terdampak untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga  Ambeien Bukan

Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT ini sejak Minggu (16/8/2026) mendatangi puluhan titik rawan. Dia menemui ribuan warga terdampak yang memilih tidur di lapangan luas maupun tenda pengungsian.

Sekitar 30-an titik didatangi Nando bersama relawan dari Partai Gerindra. Mereka menyusuri medan-medan berat dari Mbay hingga Boawae. Tak hanya Nagekeo, Nando pun menembus sejumlah daerah kritis di Ngada.

 

Kedatangan politisi Gerindra ini tak bertangan kosong melainkan membawa sejumlah kebutuhan pokok seperti sembako.

 

“Hari ini kami bergerak di sekitar 30 titik, dari Mbay sampai Boawae, di wilayah Nagekeo dan Ngada. Kami membawa bantuan sembako untuk warga,”demikan Fernando, dilansir TIMEX.

 

Dalam kondisi bencana menurutnya, kecepatan dan kehadiran langsung di tengah masyarakat menjadi hal yang sangat penting. Bantuan, kata dia, tidak boleh berhenti di satu tempat, tetapi harus bergerak mendekati warga yang benar-benar membutuhkan.

Baca Juga  Gerindra yang Akbar – Gerindra yang Akrab (Catatan 17 Tahun Gerindra)

Karena itu, penyisiran dilakukan dari satu titik ke titik lainnya untuk memastikan kondisi masyarakat sekaligus mengetahui kebutuhan mereka di lapangan.

 

“Dalam keadaan seperti ini, yang paling penting adalah memastikan masyarakat tidak merasa menghadapi bencana sendirian. Kita harus hadir, melihat langsung keadaan mereka dan membantu apa yang paling dibutuhkan,”ujar Nando menambahkan

penanganan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah melainkan seluruh pihak.

 

Politisi muda ini pun menyebut, bencana adalah masalah kemanusiaan dan untuk menjangkau para korban, butuh kolaborasi bersama.

“Bencana tidak mengenal warna politik. Ketika rakyat sedang menghadapi kesulitan, tugas kita adalah hadir dan bekerja. Hari ini yang dibutuhkan masyarakat bukan banyak bicara, tetapi tangan yang bergerak dan bantuan yang benar-benar sampai,” tegas Nando. (NET/TIM/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan