LAMPUNG—Jajaran Senior HIPMI NTT yang dipimpin oleh Ketua Dewan Kehormatan HIPMI NTT, Fahmi Haji Abdullahi, SE, bersama rombongan menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI XVIII yang berlangsung pada tanggal 10–12 Juni 2026 di Novotel Lampung. Para senior yang hadir dalam forum penting para pengusaha ternama Indonesia ini antara lain, Viktor Ballo, Inyo Anggrek, Toni Angtariksa Dima, Denny Salean, Rudy Rikoni dan Ruddy Nalle.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pengusaha muda Indonesia untuk memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas jejaring usaha, serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional.
“Bagi delegasi HIPMI NTT, keikutsertaan dalam Munas ini bukan hanya sebagai bentuk partisipasi dalam agenda organisasi nasional, tetapi juga menjadi kesempatan strategis untuk memperjuangkan berbagai gagasan dan peluang pengembangan ekonomi daerah,”tegas Fahmi yang kini mengemban amanah sebagai Ketua Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) dan Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) NTT ini. Lebih lanjut, Fahmi yang juga Komandan Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahadana dan juga Ketua DPP IARMI NTT ini menjelaskan, NTT memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, energi terbarukan, serta UMKM yang membutuhkan dukungan investasi dan kolaborasi yang lebih luas. Ini sudah dibuktikan dengan kontribusi pengusaha NTT dalam menyukseskan berbagai program strategis nasional Presiden Prabowo.

“Kehadiran kami di forum ini sebagai bentuk support terhadap forum Munas dan juga bukti dukungan terhadap program pemerintahan Pak Presiden dan Wapres,”demikian Fahmi, owner Jabal Group yang membidangi bisnis retail, kafe, perumahan dan juga perkebunan/pertanian ini.
Selain agenda persidangan dan pembahasan program organisasi, Munas HIPMI XVIII juga menjadi ajang silaturahmi nasional yang mempertemukan para pengusaha muda, senior HIPMI, tokoh pemerintah, investor, dan pemangku kepentingan dari berbagai daerah di Indonesia. Suasana penuh keakraban yang terbangun selama kegiatan menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, membangun kemitraan usaha, serta menjajaki berbagai peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi daerah masing-masing.
Munas HIPMI XVIII tahun 2026 juga menjadi tonggak penting dalam perjalanan organisasi dengan lahirnya kepemimpinan baru HIPMI nasional. Melalui proses musyawarah yang berlangsung dengan semangat kebersamaan dan persatuan, terpilih Ade Jona Prasetyo sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Periode 2026–2029. Terpilihnya Ade Jona Prasetyo diharapkan mampu membawa HIPMI semakin progresif, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta semakin berperan dalam mencetak pengusaha-pengusaha muda yang tangguh dan berdaya saing global.
Lebih jauh Fahmi menyampaikan bahwa semangat kolaborasi dan kebersamaan yang terbangun dalam Munas harus menjadi energi positif bagi seluruh kader HIPMI untuk terus bertumbuh, saling mendukung, dan mengambil peran lebih besar dalam pembangunan ekonomi daerah maupun nasional. Menurutnya, tantangan ekonomi ke depan hanya dapat dijawab melalui sinergi yang kuat antara pengusaha, pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat.
Dia menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Munas HIPMI XVIII yang berlangsung dengan lancar, demokratis, dan penuh semangat persaudaraan. Diharapkan kepemimpinan baru BPP HIPMI mampu merangkul seluruh potensi kader di berbagai daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur, untuk bersama-sama memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional.
Ada yang menarik dari pelaksanaan Munas ini, yakni delegasi dari NTT berkesempatan bertemu Presiden Prabowo dan momentum itu diabadikan. Melalui kehadiran pada Munas HIPMI XVIII ini, HIPMI NTT menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha baru, memperkuat kapasitas UMKM, meningkatkan investasi daerah, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.
“Munas HIPMI XVIII bukan sekadar forum organisasi, melainkan momentum untuk memperkuat persatuan, memperluas kolaborasi, melahirkan kepemimpinan baru, serta meneguhkan komitmen pengusaha muda Indonesia dalam mengawal terwujudnya Indonesia yang maju, mandiri, dan sejahtera,”tegas Fahmi.
Presiden: HIPMI Miliki Peran Penting
Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Munas XVIII HIPMI di Lampung. Kehadiran Kepala Negara dalam forum tertinggi organisasi pengusaha muda tersebut menegaskan dukungan pemerintah terhadap peran strategis HIPMI dalam memperkuat perekonomian nasional dan mencetak generasi wirausahawan yang berdaya saing.
Setibanya di lokasi acara, Presiden Prabowo disambut antusias oleh ribuan peserta Munas yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Rangkaian acara pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Hymne dan Mars HIPMI yang menggema di ruang pertemuan. Suasana khidmat kemudian dilanjutkan dengan doa bersama.
Ketua Umum BPP HIPMI Akbar Himawan Buchar dalam laporannya menegaskan bahwa Munas XVIII menjadi momentum penting bagi organisasi untuk memperkuat kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi nasional. Menurutnya, semangat kemandirian ekonomi yang diwariskan para pendiri bangsa harus terus menjadi pedoman bagi generasi pengusaha muda Indonesia.
“Kita sangat meresapi pesan dari Bapak Prof. Sumitro Djojohadikusumo yang pernah mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia tanpa kemandirian ekonomi hanyalah sebuah seremoni. Kita tidak ingin kemerdekaan kita hanya sekadar seremoni. Oleh karena itu, Munas ini menjadi ajang bagi HIPMI untuk merumuskan kontribusi nyata, memastikan Indonesia tidak hanya merdeka secara politik, tapi juga berdaulat secara ekonomi,” ujar Akbar.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa keberadaan HIPMI sebagai wadah pengusaha muda memiliki arti penting bagi masa depan Indonesia. Kepala Negara menilai semangat nasionalisme yang menjadi landasan lahirnya HIPMI merupakan faktor utama yang menentukan kemajuan suatu bangsa.
“HIPMI sebagai wadah pengusaha muda adalah wadah yang sangat penting dan lahirnya HIPMI dengan wawasan nasionalisme sebagaimana diutarakan adalah sangat penting. Sebenarnya tidak ada kemajuan suatu bangsa tanpa nasionalisme, sudah tidak ada. Bahkan, Mbah-mbahnya kapitalisme, guru-guru kapitalisme sekalipun mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi hanya bisa datang dengan nasionalisme,” ujar Presiden.
Presiden Prabowo pun secara resmi membuka Munas XVIII HIPMI yang mengusung tema ‘Sinergi Pengusaha Muda Membangun Kekuatan Ekonomi Nasional’. Peresmian pembukaan ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional Lampung, oleh Presiden Prabowo didampingi oleh para tokoh HIPMI dan para calon ketua umum BPP HIPMI. (RLS/HIPMI/BPMI Setpres/BOY)






