KUPANG – Dalam upaya meningkatkan ekonomi dan kemandirian masyarakat Kota Kupang, Universitas Nusa Cendana (Undana) menerapkan inovasi akuakultur serta strategi digital marketing bagi Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mutiara di Keluarahan Naikoten, Jumat (3/6/2026) .
Langkah nyata ini diwujudkan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk: “Pengembangan Inovasi Akuakultur dan Digital Marketing pada Kelompok Budidaya untuk Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Kelurahan Naikoten Kota Kupang.”
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, dimulai tanggal 3, 4, dan berakhir pada 13 Juli 2026, dengan melibatkan Pokdakan Mutiara sebagai mitra utama bersama warga Kelurahan Naikoten Satu, Kota Kupang.
Program yang menjadi bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Ditjen Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026 melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.
Program yang menjadi bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Ditjen Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026 melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.
Tim pengabdian ini diketuai oleh Immaria Fransira, M.P., dengan anggota Desy Amalia Hidayati, S.Pi., M.P. dan Yakobus C.W. Siubelan, M.Si. Para akademisi Undana ini menerapkan pendekatan terpadu yang tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi budidaya ikan, melainkan juga penguatan kapasitas sumber daya manusia, diversifikasi produk, hingga pemasaran digital agar usaha masyarakat memiliki daya saing lebih tinggi.
Sebagai langkah awal, tim menyerahkan berbagai bantuan aset produktif kepada Pokdakan Mutiara. Bantuan tersebut meliputi mesin pencetak pakan, mesin mixer pakan, perangkat pengolahan pakan berbahan imunostimulan, paket budidaya ikan dalam ember (budikdamber), seperangkat alat pengolahan hasil perikanan, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Penyerahan sarana ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas produksi, mempercepat proses kerja, menekan biaya operasional, sekaligus membuka peluang lahirnya berbagai produk olahan perikanan bernilai ekonomi tinggi yang dapat mendongkrak pendapatan anggota kelompok. Tak hanya menyalurkan bantuan fisik, tim pengabdian menggelar tiga rangkaian pelatihan terstruktur untuk memperkuat keterampilan teknis dan manajerial anggota kelompok:
Rangkaian kegiatan diawali pada 3 Juli 2026 melalui pelatihan Budidaya Ikan Dalam Ember (Budikdamber) yang dipandu Wesly Pasaribu, S.Pi., M.Si bersama Tania Nilakandhi, S.Pi., M.P. Dalam sesi ini, peserta dibekali pemahaman konsep budidaya ikan terintegrasi tanaman sayuran berbasis media ember. Peserta juga langsung mempraktikkan proses teknis mulai dari penyiapan wadah, penataan media tanam, hingga penanaman komoditas sayuran.
Pelatihan berlanjut pada 4 Juli 2026 dengan fokus pada Pembuatan Pakan Imunostimulan, yang dipandu Dr. Yudiana Jasmanindar, S.Pi., M.Si. dan Asriati Djonu, S.Pi., M.P. Peserta diperkenalkan pada formulasi pakan memanfaatkan tepung daun kelor sebagai imunostimulan alami untuk mendongkrak daya tahan tubuh ikan dari serangan penyakit. Tahapan praktik mencakup penimbangan bahan baku, pencampuran menggunakan mesin mixer, pencetakan pakan, hingga proses pengeringan.
Rangkaian kegiatan ditutup pada 13 Juli 2026 lewat pelatihan Digital Marketing dan Pengolahan Hasil yang disampaikan Siska Elvani, S.P., M.P dan Anggita Noer Laily, S.Pi., M.P. Pada sesi ini, tim mendampingi pembuatan akun Instagram resmi Pokdakan Mutiara serta membekali warga dengan strategi promosi digital dan pembuatan konten menarik. Di saat bersamaan, peserta dilatih mengolah ikan menjadi nugget sebagai bentuk diversifikasi produk bernilai jual lebih tinggi dibanding penjualan ikan segar.
Ketua Pokdakan Mutiara, Isak Lalang, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Undana dan Kemdiktisaintek atas perhatian yang diberikan. Menurutnya, bantuan sarana produksi serta rangkaian pelatihan ini menjadi modal penting bagi kelompoknya untuk meningkatkan kualitas usaha, memperluas jangkauan pasar, dan memperkuat kemandirian ekonomi.
Tim Pengabdian Undana berharap seluruh inovasi yang diperkenalkan, mulai dari budikdamber, pakan imunostimulan, pengolahan hasil, hingga digital marketing, dapat terus diterapkan secara berkelanjutan. Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, program ini diharapkan melahirkan kelompok pembudidaya ikan yang mandiri, produktif, dan berdaya saing, sekaligus menjadi contoh pengembangan akuakultur berbasis teknologi di Nusa Tenggara Timur. (Alberto/RLS/UNDANA/BOY)






