45 Sekolah di TTS Dapat Anggaran Rp 40 M dari Pemprov NTT, Gubernur: Kelola Baik-baik

Pendidikan1334 Dilihat

SoE (MEDIATOR)—Tahun ini, 45 sekolah di Kabupaten TTS mendapatkan anggaran yang tidak sedikit, Rp 40 miliar. Semuany dikhususkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Dan, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Sabtu (15/4/2023) pagi, bertempat di halanan SMKN 1 Kolbano ini, Gubernur VBL menegaskan  “Uang sebanyak ini tidak akan berarti kalau tidak dikerjakan secara serius. Kita punya masalah di Provinsi Nusa Tenggara Timur ini adalah kalau kita kerja bangunan, bangunan itu tidak menunjukkan kualitas yang  membanggakan. saya harap agar dana ini digunakan dalam pembangunan sarana dan prasarana pendidikan dengan cara-cara yang lebih baik dan lebih terencana serta berkualitas. Kelola baik-baik,”demikian VBL. Hadir ratusan undangan antara lain Kadis Pendidikan NTT, Linus Lusi serta Pejabat Pemprov NTT lainnya, Pemkab TTS dan DPRD TTS, juga Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho serta ratusan kepala sekolah, guru, siswa serta tokoh masyarakat setempat.

Gubernur VBL  berulangkali menegaskan mengenai kualitas pembangunan gedung sekolah yang harus juga memperhatikan aspek estetis, tidak asal bangun saja. “Bangunan itu bukan saja kokoh tapi juga indah. Harus ada keindahan di sana. Pembangunan  harus ada pesan ilmu pengetahuan, sehingga kalau orang lihat bangunannya  bisa tahu bahwa  yang bangun pasti pintar luar biasa, karena membangun dengan memiliki perencanaan yang luar biasa.  Jangan bangun lalu belum apa-apa sudah rusak, seperti Rumah Sakit Pratama Boking,” kata Gubernur VBL.

Lebih lanjut, Gubernur langsung memberikan contoh konkret terkait ini pada SMKN 1 Kolbano. Sekolah dengan  latar pemandangan indah, yakni memiliki view laaut yang indah tapi desain bangunannya kurang bagus, membelakangi pantai dan laut yang indah.

Baca Juga  SALUT… Alumni Universitas Brawijaya Komit Bangun NTT

“Saya minta pak Linus (Linus Lusi, Kadis Pendidikan Prov.NTT,red) agar ke depan sebelum membangun, panggil konsultannya. Buat desain yang bagus dan modern sehingga kalau kita lihat, sekolah itu ada nuansa estetikanya disana, keindahannya, jangan hanya bangunannya berdiri kaku tetapi harus ada pesan ilmu pengetahuan di situ,”jelas Gubernur Viktor.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, saat memberikan sambutan di SMKN 1 Kolbano.
Foto: Biro AP Setda NTT

“Tantangan dunia pendidikan kita ke depan adalah  bagaimana kita melahirkan peradaban dimuka bumi ini.  Kita lihat jumlah dana yang fantastis, kita senang. TTS dapat sebegitu besar pastinya senang. Tetapi dana bantuan sebesar itu dikerjakan model seperti apa, itu yang mau kita lihat. Ini kualitas perencanaannya dari orang-orang yang asal buat rencana saja atau datang dari orang-orang yang memang punya kelas perencanaan yang matang luar biasa. Saya harap guru dan kepala sekolah harus terbiasa berhubungan dengan orang-orang yang punya perencanaan yang bagus, bangun kerjasama yang baik, bangun koordinasi yang baik,” jelas putera Semau tersebut, seperti dilansir Siaran Pers Biro AP Setda NTT ini.

Mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI tersebut juga mengingatkan, TTS adalah salah satu kabupaten kaya dan terbesar di NTT. Tidak boleh kerja dengan cara biasa. Pembangunan infrastruktur tidak boleh dikerjakan asal jadi.

Menutup sambutannya, Gubenur VBL berharap sekolah-sekolah sungguh-sungguh memperhatikan aspek ekologisnya. “NTT  ini termasuk daerah yang kering.  Dunia pendidikan harus jadi pelopor dalam bangun semangat  ekologis. Harus menjadi pesan yang sangat terlihat. Begitu orang masuk sekolah, maka di dalam gedung ini tidak boleh ada halamannya yang kosong. Banyak kepala sekolah beralasan untuk pakai   upacara bendera. Upacara dilapangan terbuka begini 1 tahun upacara 1 kali, 1 minggu upacara 1 kali tapi tempat ini kosong buat apa ? Harus ada pesan ekologinya, karena itu saya minta kepala sekolah untuk berkoordinasi dengan Kadis Pertanian dan Kadis Kehutanan untuk dapat benih bambu dan pohon-pohon yang berguna untuk ditanam disini. Sehingga seluruh siswa nanti saat upacara dapat berdiri disamping pohon. Kita harus merubah Mindsetnya.  Tidak adanya  pemahaman tentang ekologi  juga menunjukan kualitas kita dalam dunia pendidikan rendah. Saya harap para kepala sekolah perhatikan ini,” tutup Gubernur.

Baca Juga  Terobos Daerah Terpencil, BLM FPKP Undana Motivasi Pendidikan

Pada kesempatan yang sama, Asisten Pemerintahan Sekda TTS, Doni Nubatonis, S.Sos, M.Si mewakili Bupati TTS menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur NTT. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur bahwa ini adalah kesekian kalinya bapak gubernur melihat kami warga Timor Tengah Selatan. Tidak melihat cuaca bagaimanapun, bapak selalu hadir bersama kami di TTS yang kita cintai bersama ini,” kata Doni.

Pemberian bantuan pendidikan yang diserahkan oleh Gubernur NTT dan diterima oleh 45 Sekolah se-Kabupaten TTS dengan total nilai bantuan sebesar Rp. 40.725.110.000. Terbagi dalam dua sumber pendanaan, yang pertama bersumber dari Pendanaan DAU Spesific Grant diberikan kepada 40 sekolah dengan perincian, SMAN Fatukopa Rp. 2.020.000.000,-; SMAN Kotolin Rp. 2.155.000.000,-; SMAN Matpunu Rp. 2.020.000.000,-; SMAN Nunkolo Rp. 2.155.000.000,-; SMAN Salbait Rp. 2.020.000.000,-; SMAN Oenino Rp. 2.155.000.000,-; SMAN Fautmolo Rp. 125.000.000,-; SMAS Stelamaris Niki-Niki Rp. 125.000.000,-; SMAN Noebeba Rp. 125.000.000,-; SMAN Pantola Rp. 125.000.000,-; SMAN Karya Soe Rp. 125.000.000,-; SMAN Kokbaun Rp. 260.000.000,-;SMAN Benlutu Rp. 135.000.000,-;SMAN Sabun Rp. 135.000.000,-; SMAN Kiubaat Rp. 135.000.000,-; SMAN Banat Rp. 135.000.000,-; SMAN Nunbena Rp. 135.000.000,-;SMAN Restorasi Fatuat Rp. 135.000.000,-;SMAN Restorasi Pili Rp. 135.000.000,-; SMAN Tobu Rp. 135.000.000,-;SMAN Toineke Rp. 135.000.000,-; SMAN 1 Amanuban Tengah Rp. 135.000.000,-; SMAN 1 Amanuban Timur Rp. 135.000.000,-; SMAN 1 Molo Selatan Rp. 135.000.000,-; SMAN Ayotupas Rp. 135.000.000,-; SMAN Kapan Rp. 135.000.000,-; SMAN Kuanfatu Rp. 135.000.000,-; SMAN Oinlasi Rp. 135.000.000,-; SMAS Kristen 2 Soe Rp. 135.000.000,-; SMAS Kristen Kapan Rp. 135.000.000,-; SMAS PGRI Oenay Rp. 135.000.000,-;SMKN Molo Tengah Rp. 3.670.000.000,-;SMKN Babuin Rp. 3.670.000.000,-; SMKN Tunua Rp. 1.190.000.000,-; SMKN Toianas Rp. 625.000.000,-; SMKN Polen Rp. 625.000.000,-; SMK Berdikari Fetomone Rp. 125.000.000,-;SMKS Kristen Soe Rp. 125.000.000,-;SMKN Restorasi Manufui Rp. 125.000.000,- dan SMKS Kristen Fautmolo Rp. 125.000.000,-. Yang kedua, dana bantuan pendidikan yang bersumber dari Pendanaan DAK (Dana Alokasi Khusus) dan diberikan kepada 5 sekolah, dengan perincian,   SMAN Saenam Rp. 723.495.000,-; SMAN Usapimnasi Rp. 1.918.155.000,-; SMAN 1 Soe Rp. 1.535.151.000,-; SMAN Noebana Rp. 1.652.073.000,- dan SMKN Pollo Rp. 8.641.236.000,-. Penyerahan bantuan bagi SMA/SMK se-Kabupaten TTS tersebut dilaksanakan di SMK Negeri Kolbano yang diterima oleh masing-masing Kepala Sekolah. (BIRO AP/KJR)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan