SPK datang ke Kantor Gubernur Melki, Bedah Manfaat MBG di Indonesia

Nasional252 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)–Tenaga Ahli Bidang Pengawasan Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kemenko Pangan RI, Brigjen TNI (Purn) Simon Petrus Kamlasi hadir di gedung Sasando kantor gubernur NTT. Dalam forum yang dibuka Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, Jumat (10/4/2026), sosok yang kerab disapa SPK itu membedah program unggulan Presiden Prabowo ini. Adapum forum Lokakarya persiapan penguatan program pendidikan dan gizi, serta koordinasi penyelenggaraan rantai pasok bahan baku pangan ini digelar atas kerjasama Badan Gizi Nasional, Pemprov NTT, Pemkab Kupang dan UNICEF. Hadir sejumlah pembicara seperti Deputy Promosi & Kerjasama diwakili oleh Direktur Kerjasama dan Kemitraan BGN, Herri Chandra, Tenaga Ahli Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Sosial, Florencio Mario Vieira. Hadir juga sebagai pemateri,

Baca Juga  Aplikasi B’Pung Petani Bank NTT, Strategi Jitu Antisipasi Silent Tsunami

Tenaga Ahli DPD RI, Brigjen Pol Ismet Hariadi, serta Tenaga Ahli Mentri Koperasi Rudi Wijaya. Bupati Kupang, Yosef Lede pun hadir dan memberikan sambutan.

Dalam materinya, SPK menekankan pentingnya MBG karena merupakan investasi jangka panjang bagi generasi Indonesia.

Sementara arah kebijakannya, MBG sebagai instrumen pembangunan yang diarahkan untuk meningkatkan status gizi masyarakat, mendukung tumbuh kembang anak, menunjang proses belajar, memperkuat ketahanan pangan serta menggerakkan ekonomi lokal.

Lebih jauh SPK merinci, Program MBG berdampak pada semua sektor di seluruh Indonesia. Hari ini sudah beroperasi di 38 provinsi, 26.386 SPPG yang beroperasi, 10.369 SPPG yang sudah terbit SLHS, 1.154.548 petugas SPPG serta 61.805.601 penerima manfaat.

Baca Juga  Kereta Luxury

“Banyak yang sudah merasakan manfaat MBG ini tidak saja murid, juga pelaku UMKM. Capital flight kita itu Rp 8 triliun setahun. Bagaimana kita bekerja agar jangan kemana-mana uang ini,”tegas Simon lagi.

Dia menambahkan pentingnya penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyukseskan implementasi program MBG, khususnya di Provinsi NTT.

Kepada wartawan di sela kegiatan, SPK menegaskan “Pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh. Apalagi program ini berskala besar dengan target penerima manfaat mencapai lebih dari 80 juta orang secara nasional,” katanya.

Ia juga menambahkan, dampak positif program ini mulai dirasakan masyarakat. Petani sayur, peternak ayam, hingga pelaku usaha pangan lokal mulai melihat peluang peningkatan ekonomi seiring hadirnya SPPG di wilayah mereka. (BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan