Sejarah 64 Tahun Undana Berdiri: Kerjasama UMPSA Gelar Program Double Degree Kimia Industri

Pendidikan736 Dilihat

MALAYSIA –Universitas Nusa Cendana (Undana) Indonesia dan Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA) Malaysia resmi memperkuat hubungan akademik melalui penandatanganan dokumen Memorandum of Agreement (MoA) penyelenggaraan Program Double Degree bagi Program Studi Sarjana Kimia Industri. Penandatanganan dokumen MoA dilakukan langsung oleh Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., bersama Naib Canselor (Rektor) UMPSA, Prof. Ts. Dr. Yatimah Alias, di Bilik Mesyuarat Lembaga Pengarah Universiti (LPU), Bangunan Canseleri, UMPSA Kampus Pekan, Pahang, Malaysia.

 

Penyelenggaraan Double Degree antara Fakultas Sains dan Teknik Undana dengan Fakultas Sains dan Teknologi Industri (FSTI) UMPSA ini mencatatkan sejarah besar sebagai program gelar ganda pertama sejak Undana berdiri pada 1 September 1962. Langkah internasionalisasi ini menjadi momentum strategis dalam rangkaian peringatan Dies Natalis ke-64 Undana sekaligus membuka akses pendidikan global bagi mahasiswa dari kawasan Indonesia timur untuk meraih dua gelar akademik, menguasai bahasa internasional, serta memperluas jaringan profesional lintas negara.

Baca Juga  Ada Konspirasi Busuk dalam Pemilihan Rektor IAKN Kupang, Aliansi ‘Gugat’ Menteri Agama RI

 

“Gelar ganda ini bukan sekadar mengenai lembaga, melainkan tentang masa depan mahasiswa. Bayangkan seorang anak muda dari pelosok desa di Timor, Flores, Sumba, atau Rote yang mungkin belum pernah kuliah di luar negeri, kini berkesempatan meraih dua gelar dari Undana dan UMPSA,” ungkap Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., dalam sambutannya. “Di tengah perubahan dunia yang cepat, lulusan membutuhkan lebih dari satu perspektif. Double Degree memberikan ilmu berlipat, jaringan berlipat, dan peluang kerja yang berlipat ganda.”

Landasan Kemitraan Strategis dan Kesamaan Rumpun

Persetujuan MoA ini merupakan bentuk implementasi konkret dari Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani oleh kedua perguruan tinggi pada 29 November 2024. Pemilihan UMPSA sebagai mitra didasari oleh keunggulan universitas asal Malaysia tersebut di bidang teknik, teknologi, dan kemitraan industri, yang dipadukan dengan keunggulan Undana di bidang riset wilayah kepulauan lahan kering dan komitmen pemberdayaan masyarakat. Kerjasama ini sebelumnya telah diawali melalui program magang industri empat mahasiswa Undana di UMPSA, penyelenggaraan kongres internasional ESCHE 2025, serta kolaborasi publikasi ilmiah pada 2026.

Baca Juga  Komunitas Berea Reap Support SD GMIT Kairane dengan Program dan Pengembangan Pendidikan

 

Naib Canselor UMPSA, Prof. Ts. Dr. Yatimah Alias, menegaskan bahwa hubungan kemitraan lintas negara ini berjalan secara alami karena ditopang oleh kedekatan sejarah, budaya, bahasa, serta nilai-nilai serumpun antara Malaysia dan Indonesia.

 

“Kerjasama antarabangsa yang bermakna bukan sekadar berhenti pada pemeteraian dokumen, tetapi perlu mewujudkan peluang yang menghubungkan mahasiswa, akademik, mencetuskan idea baharu serta menghasilkan manfaat kepada kedua-dua institusi dan komuniti,” terang Prof. Yatimah. Ia menambahkan bahwa keberadaan program gelar ganda ini akan membentuk kepercayaan diri serta kemampuan adaptasi internasional bagi para mahasiswa.

 

Pengembangan Riset Terapan dan Peluang Kerjasama Global

 

Ke depan, kedua universitas sepakat untuk memperluas cakupan kolaborasi ke bidang riset terapan guna menyelesaikan isu-isu strategis bersama, seperti ketahanan pangan, pertanian lahan kering, sumber daya maritim, energi terbarukan, kesehatan masyarakat, dan teknologi digital. Inisiatif ini juga dirancang untuk memacu pertukaran dosen, supervisi bersama (joint supervision), hingga pengabdian masyarakat terpadu.

Baca Juga  Recap Prestasi Mahasiswa Tahun 2025: Total 81 Mahasiswa Raih Prestasi, Emas PON hingga Riset Internasional

 

Di akhir pertemuannya, pihak UMPSA turut mengundang delegasi Undana untuk berpartisipasi dalam Persidangan dan Pameran Asia-Pacific Association for International Education (APAIE) 2027 di Kuala Lumpur serta bergabung dalam jaringan Asia Pacific Advanced TVET Hub. Langkah tersebut diharapkan semakin memperluas jangkauan interaksi akademisi Undana dengan ekosistem pendidikan tinggi dan industri global di rantau Asia-Pasifik. (Ing/RLS/UNDANA/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan