KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali mengukir prestasi gemilang di kancah nasional. Lembaga pemeringkatan universitas secara global, Webometrics, resmi merilis daftar perguruan tinggi terbaik dunia edisi Juli 2026. Berdasarkan publikasikan resmi yang dilansir melalui laman http://webometrics.org/, Senin (27/7), Undana sukses menempati peringkat ke-107 nasional.
Capaian pertengahan tahun ini menegaskan tren positif performa Undana yang terus melesat naik dari tahun ke tahun. Sempat berada di posisi 133 nasional pada edisi Juli 2024, Undana berhasil melompat ke peringkat 126 pada Juli 2025.
Akselerasi performa ini kian mendekatkan mimpi besar Undana untuk menembus jajaran 100 Besar Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia di bawah nahkoda kepemimpinan Rektor, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., beserta seluruh jajarannya.
Di tingkat nasional, posisi teratas masih ditempati oleh Universitas Indonesia, disusul Universitas Gadjah Mada (UGM) di urutan kedua, dan Universitas Airlangga di posisi ketiga.
Lewat capaian ini, Undana kian mengukuhkan reputasinya, sekaligus memperkokoh dominasinya sebagaikampus terbaik nomor satu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Capaian ini tidak terlepas dari visi “World Class – Locally Relevant” yang diusung Rektor Undana melalui fokus utama: pengelolaan tata kelola manajemen serta Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional, transparan, efektif, dan akuntabel; transformasi riset dan pengabdian masyarakat yang berorientasi pada dampak nyata serta solusi atas persoalan lokal; pengembangan sistem belajar yang kolaboratif, adaptif, inklusif, serta berbasis ekosistem digital dan pemikiran kritis, serta penguatan jejaring kerja sama strategis baik di tingkat nasional maupun internasional untuk mendongkrak daya saing global.
• Deretan 10 Kampus Terbaik di NTT
Keberhasilan Undana menempati peringkat 107 nasional juga menegaskan dominasi perguruan tinggi negeri tertua di NTT ini dalam deretan universitas terbaik regional. Selain Undana, yang kokoh di urutan pertama pada posisi 107 nasional, urutan kedua disusul Universitas Timor (Unimor) Kefamenanu di peringkat 302 nasional serta Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang di urutan 317 nasional.
Posisi selanjutnya ditempati oleh Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) yang berada di peringkat 344 nasional, lalu diikuti oleh Universitas Flores (Unflor) Ende di posisi 402 nasional dan Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere yang menempel ketat di peringkat 403 nasional.
Sementara itu, Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang menyusul di urutan 468 nasional, disusul oleh Universitas Kristen Wira Wacana (Unkriswina) Sumba pada posisi 515 nasional. Urutan selanjutnya ditempati Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Kupang di peringkat 594 nasional, dan Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero yang berada di peringkat 647 nasional.
Metodologi Webometrics
Untuk diketahui, webometrics.org adalah platform pemeringkatan universitas global independen dan non-komersial yang mengevaluasi kinerja universitas berdasarkan kehadiran digital, pengaruh akademis, keterbukaan, dan visibilitas global. Penilaian mencakup tiga indikator utama, yakni: Pertama, visibilitas: Dampak berdasarkan jumlah domain perujuk eksternal (Ahrefs.com) – 50 persen.
Kedua, transparansi: Kutipan dari 310 peneliti yang paling banyak dikutip (tidak termasuk 20 peneliti teratas yang menyimpang) (profil Google Scholar) – 10%, dan ketiga, keunggulan: Makalah penelitian dalam 10% yang paling banyak dikutip (2019–2023) (Scopus / Scimago) – 40%
Melalui standar etika dan kriteria pengecualian, Webometrcis tidak menolerir manipulasi tauatan buatan, konten duplikat, atau SEO tidak etis, dan pengecualian berlaku untuk institusi tidak terakdeditasi/ijzah palsu, server offline domain pusat berkonflik, serta lembaga pendidikan non-tinggi.
Peningkatan performa ini menjadi bukti komitmen Undana dalam akselerasi digital, transparansi tata kelola, keterbukaan informasi publik, serta peningkatan visibilitas riset dan layanan akademik yang berdampak nyata serta bermanfaat luas bagi masyarakat. (Ref/RLS/UNDANA/BOY)
Foto: Dokumentasi Humas






