Kupang (MEDIATOR)–Dalam semangat memperingati Hari Kebangkitan Nasional, pertemuan antara dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan Peternakan (FPKP) Universitas Nusa Cendana (Undana), Dr. Franchy Christian Liufeto (yang akrab disapa Dr. Tian), dengan Ketua dan Pengurus Ikatan Mahasiswa Nusa Lontar (IKMAR) NTT menjadi momentum penting bagi kebangkitan generasi muda Rote Ndao dalam membangun daerah melalui pengelolaan potensi maritim yang berkelanjutan.
Pertemuan yang berlangsung pada 19 Mei 2025 di kampus FPKP Undana ini bukan hanya sebatas diskusi akademik, tetapi menjadi titik awal kolaborasi strategis antara dunia pendidikan tinggi dan organisasi kemahasiswaan daerah untuk mendorong pembangunan berbasis potensi lokal. Mengusung semangat Hari Kebangkitan Nasional, pertemuan ini menggugah kesadaran bersama bahwa kemajuan Rote Ndao ada di tangan pemuda-pemudi yang mampu berpikir kritis, bertindak solutif, dan berkolaborasi lintas sektor.
Dari Edu-Ekowisata ke Gerakan Kolektif
Pertemuan ini merupakan lanjutan dari kegiatan pengabdian masyarakat yang telah sukses dilaksanakan pada 15–16 Mei 2025 di kawasan pesisir Mulut Seribu, Desa Daiama, Kabupaten Rote Ndao. Kegiatan yang diprakarsai oleh Dr. Tian bersama Dr. Judiana Jasmanindar dan Welem Turupadang, M.Sc., mengangkat konsep Sustainable Aquaculture melalui pendekatan Edu-Ekowisata berbasis rumput laut.
Dr. Tian menyampaikan bahwa Rote Ndao memiliki kekayaan laut yang luar biasa, mulai dari rumput laut, teripang, lobster hingga cumi-cumi. Namun, potensi ini tidak akan memberikan dampak signifikan jika tidak dikelola dengan ilmu, nilai, dan keterlibatan generasi muda. “Potensi Rote Ndao bukan untuk dinikmati oleh generasi luar, tapi harus dikelola oleh anak-anak Rote sendiri. Kita punya tanggung jawab membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan agar tidak jadi penonton di negeri sendiri,” ujar Dr. Tian dalam pertemuan tersebut.
IKMAR NTT Bangkit, Siap Berkolaborasi
Ketua Umum IKMAR NTT, Irman Baleng, bersama para pengurus lainnya menyambut dengan antusias ajakan kolaboratif dari Dr. Tian. Mereka menyampaikan bahwa maksud kedatangan mereka ke FPKP Undana adalah untuk mendapatkan arahan dan dukungan dalam menyusun program kerja IKMAR NTT yang menyentuh langsung kebutuhan dan potensi masyarakat Rote Ndao.
“IKMAR NTT siap bertransformasi menjadi mitra strategis pemerintah dan akademisi. Kami ingin terlibat dalam pelatihan, riset, dan pendampingan masyarakat, khususnya dalam budidaya rumput laut, teripang, lobster, dan cumi-cumi yang menjadi unggulan daerah kami,” tegas Irman.
Kesepakatan awal yang dicapai adalah pembentukan tim kecil antara perwakilan IKMAR NTT dan FPKP Undana untuk menyusun rencana aksi kolaboratif. Program-program yang dirancang ke depan akan berfokus pada edukasi budidaya ramah lingkungan, pelatihan pemanfaatan hasil laut, pengembangan produk olahan, serta penguatan branding lokal melalui pendekatan ekowisata.
Hari Kebangkitan Nasional: Kebangkitan SDM Maritim Rote
Momentum 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional menjadi simbol kuat dalam pertemuan ini. Dr. Tian menekankan bahwa kebangkitan sejati bukan hanya terletak pada peringatan seremonial, tetapi pada kesadaran dan aksi nyata anak muda untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah. “Hari ini, kebangkitan nasional kita maknai sebagai kebangkitan SDM Rote Ndao—bangkit dari ketertinggalan, bangkit dari ketergantungan, dan bangkit untuk mandiri secara ekonomi dan ilmu,” tandasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa konsep Edu-Ekowisata bukan hanya tentang mempercantik kawasan wisata, tapi tentang membangun kesadaran ekologis dan ekonomi pada masyarakat pesisir, melalui pendekatan pendidikan, pelestarian, dan inovasi berbasis potensi lokal.
Menuju Rote Ndao yang Maju dan Sejahtera
Pertemuan ini menandai babak baru peran mahasiswa dan akademisi dalam pembangunan Rote Ndao. Kolaborasi IKMAR NTT dan FPKP Undana akan memperkuat sinergi dengan pemerintah desa, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta pelaku usaha lokal. Di era krisis iklim dan ketidakpastian ekonomi global, Rote Ndao diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan dan partisipatif.
Sebagai penutup pertemuan, seluruh peserta sepakat untuk menjadikan kegiatan ini sebagai awal dari gerakan bersama. “Ini bukan akhir, tapi awal dari gerakan generasi muda Rote Ndao untuk mewujudkan daerah yang mandiri, hijau, dan sejahtera,” tutup Irman Baleng.
Semangat kebangkitan ini diharapkan menjadi inspirasi tidak hanya bagi mahasiswa asal Rote Ndao, tetapi juga bagi seluruh pemuda-pemudi Indonesia Timur untuk bangkit, bersatu, dan bertindak demi masa depan daerahnya masing masing. (RLS/***/TIM/BOY)






