Ketum DPN HKTI Resmikan Pusat Pelatihan dan Bisnis HKTI NTT, Dinahkodai Jebolan dari Israel

Nasional894 Dilihat

KUPANG—Ketua Umum DPN Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Sudaryono, Rabu (16/9/2026) berkunjung sekaligus meresmikan sebuah  pusat pelatihan bagi petani. Uniknya, lokasi ini di hadir atas keterpanggilan para pemuda yang sebelumnya mengikuti pendidikan dan latihan pertanian lahan kering di Israel. Sekembalinya dari sana, mereka pun mendirikan Pusat Pelatihan dan Bisnis HKTI NTT yang berlokasi di Desa Baumata Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang.

Setibanya di sana, Sudaryono yang didampingi Fernando Jose Osorio Soares yang baru saja dilantik menjadi Ketua DPD HKTI NTT, Sekda Provinsi NTT, Mario Vieira yang kini menjadi pengurus pusat koperasi HKTI, serta Pius Lustrilanang, serta para tamu lainnya. Mereka disambut pengalungan selendang oleh para tokoh adat setempat, mereka didampingi Gabriel Beri Bina, pemilik lahan serta mantan ketua HKTI NTT dua periode.

Terpantau media ini, pusat pelatihan dan bisnis HKTI NTT ini membentang di sebuah areal yang luas. Di atas lahan ini, mereka tanami dengan aneka tanaman sayuran serta buah. Tak hanya menandatangani sebuah prasasti sebagai bukti peresmian, Sudaryono juga dipersilahkan menanam secara simbolis anakan sayuran di lokasi yang sudah ditentukan.

Direktur pusat pelatihan yang diberi nama NTT Manis, Jhote Asamou melaporkan bahwa lokasi ini berdiri sejak tahun 2020.

“Dulu Pak Gab Beri Bina bersama tim yang mendirikannya dan saat ini seluruh teknologi yang kami pakai menggunakan irigasi tetes. Kami belajar dari Israel selama 11 bulan dan sepulangnya dari sana, kami memulainya,”tegas Jhote menambahkan saat itu mereka tujuh orang yang mendirikannya, selurynya adalah alumni Israel.

Baca Juga  Vina Meritokrasi

“Di Israel, kami ikuti training pertanian lahan kering. Sebelumnya kami kerja di lahan kecil, namun saat berdiskusi dengan Pak Gab beri Bina, kami lalu memulainya.”

Diakui saat ini sudah banyak yang menjadi alumni dari lokasi tersebut. Para alumni ini berasal dari berbagai daerah, termasuk lembaga pendidikan baik SMK maupun perguruan tinggi.

Masih menurutnya, mereka menjadi pemasok bahan baku program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah SPPG. Ada sayuran serta aneka buah seperti Melon dan Semangka.

“Lokasi disini sekitar 8.000 meter persegi dan kami bekerjasama dengan Politeknik Negeri Kupang untuk penyiraman otomatis,”tegasnya menambahkan saat ini mereka sudah menanam hingga 10.000 anakan, sebelumnya hanya 1.000 saja.

Baca Juga  Istri Sekampung

Ketua Umum HKTI, Sudaryono memberi apresiasi lebih terhadap kehadiran kebun NTT Manis ini. Bahkan dia terus mensupport agar semakin banyak hadir pusat pelatihan seperti ini. Sebelumnya dalam sambutannya ketika melantik pengurus HKTI NTT, Sudaryono menekankan kepada HKTI NTT untuk mengidentifikasi potensi serta menggenjot sumber daya yang ada. Karena menurutnya, Presiden RI, Prabowo Subianto sudah menekankan sejumlah program strategis nasional termasuk pertanian sehingga HKTI bisa berperan besar disana. (BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan