Bantuan Sumur Bor Hingga Kultivator dari Ketum HKTI, Mengalir untuk Petani Kupang sampai Kefa

Nasional713 Dilihat

KUPANG—Ada rejeki tersendiri bagi para tamu undangan yang hadir dalam peresmian Pusat Pendidikan dan Bisnis HKTI NTT yang berlokasi di Desa Baumata Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang, Rabu (16/9/2026) petang. Dalam sesi dialog, masyarakat secara spontan meminta bantuan sumur bor hingga kultivator (mesin pertanian untuk mengolah tanah sekunder secara dangkal) berukuran besar maupun kecil.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI), Sudaryono, dalam sesi diskusi bersama petani, di lokasi yang diberi nama Kebun NTT Manis ini, menerima banyak keluhan dari warga.

Diawali dari Direktur Kebun NTT Manis, Jothe Asamou, ketika diberi waktu melaporkan kondisi kebun, menyampaikan suka duka mereka membuka lahan. Dimulai dari lahan kering yang dipenuhi semak, air yang susah serta kebutuhan akan alat dan mesin pertanian untuk mendukung aktivitas mereka.

“Kami membutuhkan bantuan berupa sumur bor karena ada sepuluh kelompok yang kami bina. Rata-rata semuanya sudah berjalan dan sudah berproduksi, lalu hasilnya disuplay ke dapur-dapur MBG,”tegas Jhote menambahkan mereka juga membutuhkan selang untuk kepentingan irigasi tetes.

Baca Juga   Kolaborasi BGN-Pemda-PT Krakatau Steel untuk Percepatan Program MBG di daerah Terpencil

Hak senada disampaikan Plt Kepala Sekolah SMKN 1 Taebenu, Haslina Nedjabawa.

Mereka memiliki lahan sekolah seluas satu hektar lebih. Ada jurusan yang mereka bina, namun mereka sangat kesulitan alat-alat pertanian dan sumur bor sehingga mereka meminta bantuan dari HKTI.

Tak hanya itu, kelompok masyarakat yang menamakan komunitas mereka dengan GEJALA (Gerakan Jaga dan Rawat Alam) yang selama ini bergerak di bidang pertanian di Kecamatan Amanuban Timur, TTS, pun mengeluhkan hal yang sama. Berbagai kegiatan yang dilakukan oleh komunitas ini, untuk memotivasi masyarakat petani harus menemui jalan terjal, karena minimnya alsintan.

Sementara, seorang petani yang berasal dari Kefamenanu, Kabupaten TTU yang hadir saat itu, secara lantang meminta perhatian dari HKTI. Pasalnya, selama ini mereka berjuang sendiri tanpa support dari pihak manapun. Alhasil, mereka harus membayar air tangki yang cukup mahal setiap minggu.

Baca Juga  KADIN akan MoU dengan Badan Gisi Nasional, KADIN NTT: siap Dukung Penuh MBG

Wakil ketua lembaga adat Desa Baumata, Ayub Manu, saat itu tak ketinggalan angkat bicara. Mereka membutuhkan alat untuk mengolah lahan kering. Tanpa tedeng aling-aling, alat yang dibutuhkan berukuran kesar.

Tak menunggu lama, dalam setiap komunikasi, langsung dijawab oleh Sudaryono. Kelompok-kelompok yang meminta bantuan itu langsung dijawabnya.

“Oke, saya akan bantu dengan kultivator ya. Tolon dicek ada berapa, saya bantu semua. Ada yang dua, ada yang satu. Saya juga bantu dengan selang tetes serta sumur bor. Tolong dicatat yang tadi minta itu, saya bantu ya,”tegas Sudaryono yang meminta staf di DPN HKTI untuk mencatat nama dan alamat para calon penerima.

Sudaryono, saat diwawancarai wartawan usai dialog, menjelaskan bahwa NTT memilikin potensi besar di bidang pertanian. Namun hanya membutuhkan sedikit tambahan teknologi seperti irigasi tetes.

“Stukurnya adalah mereka menanam cabe, buah-buahan, melon dan sebagainya lalu buahnya diserap oleh dapur MGB. Ini membuktikan bahwa dapur-dapur  itu menyerap dari hasil panen petani masyarakat NTT,”tegas mantan wakil menteri pertanian di era Jokowi dan juga Prabowo ini. Baginya fakta ini sangat menggembirakan bahwa program ini manfaatnya sangat basar. “Apalagi orang yang bekerja di dapur (SPPG) itu juga dari warga sekitar, serta sumber daya yang diolah di dapur itu juga dari petani kita. Semua berperan. Ada suplier dan sebagainya. Di kebun ini saja ada semangka, melon, tanaman cabai dan sebagainya. Karena memang beberapa wilayah di NTT ini lahannya kering, tapi bukan berarti tidak bisa ditanami. Lahannya kering tapi subur karena itu perlu teknologi air yang efisien,’tambahnya menambahkan inilah yang menjadi alasan pihaknya kami dukung termasuk alat mesin pertanian.

Baca Juga  Ketum DPN HKTI Resmikan Pusat Pelatihan dan Bisnis HKTI NTT, Dinahkodai Jebolan dari Israel

“Termasuk sumur bor untuk bisa mendaatkan air. Saya mau katakan, negara tidak akan pernah jatuh miskin kalau mendukung petani,”pungkas Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) ini. (BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan