Fernando Soares Resmi Pimpin HKTI NTT, Konsolidasi ke Hingga Pelosok Negeri

Nasional766 Dilihat

KUPANG — Fernando Joze Osorio Soares, Rabu (16/9/2026) resmi dilantik oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI) Sudaryono menjadi Ketua DPD HKTI Provinsi NTT periode 2026-2031. Momentum ini berlangsung di Graha Undana, Kupang, disaksikan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur, Johny Asadoma, anggota DPR RI, Esthon Foenay, Rektor Undana, Prof Jefri Bale, Komisaris Utama PT Taspen, Fary Djemi Francis, Pius Lustrilanang serta setidaknya hampir 2000 tamu undangan yang memenuhi lantai satu dan balkon auditorium.

HKTI NTT selanjutnya akan memperkuat peran organisasi dalam memperjuangkan kepentingan petani sekaligus mendorong sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah.

Ketua DPD HKTI NTT, Fernando Soares dalam sambutannya mengatakan pihaknya menjadikan kepemimpinan Sudaryono menjadi salah satu modal penting bagi HKTI NTT dalam memperjuangkan aspirasi petani di daerah. Pasalnya, Sudaryono dinilai memiliki perhatian terhadap persoalan yang dihadapi petani dan diharapkan terus menjadi penghubung antara kebutuhan petani dengan pemerintah.

Baca Juga  UKSW bersama Forum Rektor Indonesia: Siap Dukung Makan Bergizi Gratis bersama Menko PM dan Badan Gizi Nasional

Fernando memiliki komitmen kuat agar nantinya kedepan HKTI NTT akan lebih masif lagi dalam melakukan penetrasi di lapangan, mengingat hingga kini sudah terbentuk pengurus di ke 22 kabupaten/kota di NTT.

“Kami akan datang ke 22 kabupaten/kota untuk menjadi mata dan telinga bagi petani,”ujarnya.

Dukungan serta perhatian dari pihak HKTI pusat selalu menjadi penyejuk bagi petani di NTT, pasalnya selalu saja ada bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta bibit.

Karenanya kedepan dia mengharapkan perhatian dari pimpinan HKTI, terutama bagi petani yang terdampak gempa Flores. Mereka membutuhkan bantuan untuk pemulihan, khususnya infrastruktur pertanian yang rusak.

Selain itu Fernando ikut menyentil Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi petani NTT.

Baca Juga  Senandung Syukur dari Koa, TTS, untuk Prabowo atas Makan Siang Bergizi Gratis

“Harapannya, MBG bisa memberi nilai tambah bagi petani NTT. Dengan demikian, ekonomi petani bisa bertumbuh dan naik kelas,” katanya.

Ketua Umum DPN HKTI Sudaryono saat itu memotivasi agar petani selalu percaya diri dalam menyampaikan aspirasinya. Pasalnya saat ini pemerintah sedang fokus dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kemiskinan.

“Presiden menaruh pertanian sebagai ujung tombak dan program andalan. Sektor pangan menjadi ujung tombak melawan kemiskinan,” kata Sudaryono.

Ia juga menegaskan pentingnya peran petani dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Karena itu visi tersebut hanya bisa tercapai jika didukung oleh petani yang bekerja keras.

Sementara kepada pengurus HKTI NTT, Sudaryono meminta pengurus tidak ragu membawa berbagai persoalan dan program pertanian dari daerah untuk disampaikan kepada pemerintah pusat.

Baca Juga  La Hua

“Apapun yang diminta petani NTT akan kami perjuangkan,” kata Sudaryono.

Dalam konteks penguatan pertanian dan MBG, pemerintah juga telah menekankan keterkaitan program pangan dengan produksi petani, peternak, dan nelayan. Kementerian Pertanian sebelumnya menyebut sektor pertanian dapat menjadi pemasok kebutuhan pangan untuk program MBG sekaligus membuka pasar bagi produk pangan lokal. (TIM/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan