KUPANG–Ketua DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Ngada, Rudolf Aqroz Wogo menegaskan bahwa Fernando Jose Osorio Soares adalah figur yang visioner dan juga energik sehingga membuatnya layak memimpin organisasi itu. Penegasan ini disampaikan Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Ngada kepada media ini, Rabu (16/9/2026) di sela-sela seremoni pelantikan pengurus DPD HKTI NTT di Auditorium Undana, Penfui-Kupang.
“Kalau melihat figur Pak Fernando, kita liat kualitas beliau sebagai Wakil Kertua 1 DPRD NTT juga sekretaris DPD Partai Gerindra NTT, dari Dapil NTT 1, kami memang tidak ada keterwakilan dari partai di legislatif provinsi, namun pak Fernando berkontruibusi lebih dari sekedar anggota Dewan,”jelas Rudolf menambahkan support itu diantaranya, Fernando sebagai figur yang menjematani aspirasi masyarakat ke pusat.
“Kerja beliau maksimal sehingga bagi kami, beliau pantas dan layak memimpin HKTI NTT,”tegasnya. Apalagi selama dua minggu kemarin ketika Gempa Flores, Fernando tidak pulang melainkan bertemu warga dari tenda ke tenda, menyapa dan memberikan bantuan.
“Beliau visioner dan energik, layak memimpin HKTI NTT,”tambahnya.
Sementara terkait peran HKTI menurutnya, HKTI adalah organisasi yang memayungi jutaan petani di Indonesia dan dapat dipercaya mengemban aspirasi petani. Karena itu, sesuai tujuan organisasi yang membantu menyelesaikan seluruh permasalahan petani, maka sudah selayaknya diberi ruang untuk berkontribusi bagi petani.
“Tujuan organisasi ini bagaimana membantu selesaikan permasalahan petani. Mereka kerja keras tetapi mereka alami kendala akses terhadap pemasaran, distribusi dan sebagainya. Karena itu maka mereka perlu dibantu dan difasilitasi sehingga suatu saat menjadi petani yang berjaya,”ungkapnya. Ngada menurutnya memiliki banyak komoditi berkualitas, sebut saja kopi. Tantangan kedepan adalah selain tanaman yang harus diremajakan, juga petani yang sudah harus naik kelas.
Apalagi menurutnya, konsep petani berkelanjutan di Ngada mengalami kendala karena terkait ketersesiaan benih serta lahan. Faktor berikutnya adalah ketersediaan air. Selama ini air berada di dataran rendah sehingga untuk menariknya ke atas butuh teknologi.
“Sehingga dengan kehadiran HKTI DI Ngada bagi kami akan mengurai benang kusut ini sehingga petani menjadi lebih berdayaguna. Dengan demikian maka saya percaya, organisasi ini pun bisa mewadahi warga dalam mengajukan aspirasi,”pungkasnya. (BOY)






