KUPANG—H. Fahmi Haji Abdullahi, SE., terpilih secara aklamasi dalam sebuah momentum musyawarah tingkat provinsi Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi NTT yang berlangsung Sabtu (17/10/2026) petang di Celebes Resto Kupang. Hadir dalam forum itu, pengurus KKS dari sejumlah kabupaten serta ratusan tokoh asal Provinsi Sulawesi Selatan yang sudah puluhan tahun bahkan lebih, menjadikan NTT sebagai rumah mereka.

Terdata, BPD Belu, TTU, TTS, Kota Kupang, Rote Ndao, Ende, Manggarai Barat, Manggarai, IWSS, IKAMI, Kerukunan Keluarga Toraja (KKT) nampak mengirimkan delegasi. Mereka inilah pemilik hak suara dalam musyawarah tersebut.
Tak butuh waktu lama, ketika nama Fahmi disebut di forum, tokoh muda ini pun disambut riuh peserta sidang. Mereka menginginkannya melanjutkan estafet kepeimpinan pasca H. Muhammad Darwis yang berdasarkan catatan media ini, sudah memimpin selama lima periode (25 tahun).
Fahmi pun didapuk menjadi nahkoda organisasi ini lima tahun kedepan, periode 2026-2031. Sebuah rentang waktu yang cukup bagi pemilik raksasa bisnis Jabal Group ini untuk mewujudkan semangatnya membawa KKS ke arah ‘PERUBAHAN DAN BERMANFAAT’ sesuai visi dan misinya.
“Bagi saya, KKSS bukan sekadar organisasi. KKSS adalah rumah besar tempat kita bersaudara, tempat kita saling membantu, dan tempat kita membangun masa depan bersama. Karena itu, ketika diberikan amanah untuk memimpin KKSS Provinsi Nusa Tenggara Timur, saya ingin membawa semangat PERUBAHAN DAN BERMANFAAT,”tegas Fahmi dalam wawancara dengan media ini, Minggu (18/10).
Keinginannya menjadikan KKSS sebagai organisasi yang tidak hanya ramai ketika ada acara, tetapi juga hadir ketika ada saudara yang sakit, ketika ada keluarga yang tertimpa musibah, ketika masyarakat membutuhkan bantuan, dan ketika warga KKSS ingin mengembangkan usahanya.

Foto: Dok
Dia menyebut beberapa program prioritas seperti KKSS Peduli. Di program ini pihaknya
akan mengupayakan mobil operasional kedukaan yang serbaguna untuk membantu keluarga yang mengalami musibah. Pihaknya juga akan memperkuat koordinasi dengan organisasi yang telah memiliki ambulans agar fasilitas yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal dan tidak terjadi tumpang tindih.
Berikutnya, Rumah Singgah KKSS.
“Kita memiliki aset tanah di Kota Kupang yang perlu kita pikirkan pemanfaatannya untuk kepentingan bersama. Saya ingin memperjuangkan agar aset tersebut dapat dikembangkan menjadi sekretariat sekaligus Rumah Singgah KKSS. Bayangkan saudara-saudara kita dari kabupaten yang datang berobat ke Kupang. Mereka tidak hanya menghadapi persoalan kesehatan, tetapi juga biaya penginapan dan kebutuhan keluarga. Demikian pula saudara kita yang menunggu keberangkatan kapal untuk pulang kampung,”ujar Fahmi yang pernah menjabat Ketua HIPMI NTT.
Bagi ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Ketua Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) NTT ini, dia ingin menyediakan tempat yang layak, aman, dan manusiawi. Inilah makna persaudaraan yang sesungguhnya: ketika ada saudara kesulitan, KKSS hadir memberikan jalan keluar.
Program Ketiga, KKSS Mandiri melalui pertanian dan UMKM.
“Kita akan mendorong kolaborasi pertanian di setiap kabupaten, mempertemukan petani dengan pelaku usaha, memperluas pemasaran produk lokal, dan membangun jaringan ekonomi antaranggota,”tegas Fahmi, pemilik Jabal Farm yang kini sudah ekspansi di sejumah kabupaten dengan luas lahan pertanian tergarap seluas ratusan hektar ini.
Kedepan dia ingin warga KKSS tidak hanya kuat dalam persaudaraan, tetapi juga semakin mandiri secara ekonomi, mampu membuka lapangan kerja, dan ikut menggerakkan perekonomian NTT.
Program keempat menurut Fahmi yang juga Komandan Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahadana NTT ini yakni KKSS Sehat dan Bersaudara.
Dalam pogram ini dia akan menghidupkan kegiatan KKSS Fun Run, futsal Piala KKSS, badminton, dan domino tahunan. Olahraga bukan sekadar pertandingan, tetapi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, dan merangkul generasi muda.
“Program saya yang kelima, KKSS yang solid, profesional, dan bermanfaat bagi NTT. Kita akan memperkuat komunikasi dengan seluruh pilar, pengurus kabupaten/kota, tokoh masyarakat, pengusaha, pemuda, dan perempuan. Kita juga akan membangun kemitraan dengan pemerintah, dunia usaha, perbankan, dan berbagai pihak untuk mendukung program sosial serta pemberdayaan ekonomi masyarakat,”demikian Fahmi yang juga Waketum APINDO NTT ini.
Dia mengajak seuruh warga KKSS untuk membangun program berdasarkan kebutuhan nyata, kemampuan organisasi, gotong royong, dan pengelolaan yang transparan.
“Dan ini dimulai dari apa yang dimiliki. Kita kuatkan apa yang sudah berjalan. Kita kerjakan secara bertahap, tetapi sungguh-sungguh. Mari kita jadikan KKSS sebagai rumah besar yang merangkul semua, organisasi yang memberi solusi, dan wadah persaudaraan yang membawa manfaat nyata,”urai Ketua DPP Ikatan Alumni Menwa Indonesia (IARMI) NTT ini.
KKSS menurutnya bukan hanya tempat berkumpul, tetapi tempat untuk saling menolong. Bukan hanya tempat berbicara, tetapi tempat bekerja. Bukan hanya organisasi untuk hari ini, tetapi warisan kebaikan bagi generasi mendatang.
“Mari kita melangkah menuju perubahan. Perubahan yang menyatukan. Perubahan yang memberdayakan. Perubahan yang bermanfaat bagi warga KKSS dan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur,”pungkasnya. Hadir dan ikut menyukseskan acara ini, H. Achmar, H Anwar Thalib, H Mohammad dan para sesepuh lainnya. (BOY)






