Kapolsek Perempuan Hebat itu ada di Alor, Gagasannya Mengagumkan, Gubernur Laiskodat Mengaku Terharu

Nuansa NTT49 Dilihat

MEDIATORKUPANG.COM, KALABAHI–IPDA Jeanne Sakalla, adalah salah satu dari sekian Kapolsek di wilayah hukum Polres Alor. Namun kinerjanya tidak biasa. Naluri keibuannya memaksa dia untuk berbuat sesuatu, ketika melihat puluhan balita menyandang status sebagai anak kekurangan gizi kronis.

Jeanne lalu berbuat sesuatu. Dia mengumpulkan stafnya, dilontarkannya gagasan untuk membantu anak-anak ini. Yang tersebar di Kecamatan Alor Barat Daya (ABAD) dan kecamatan sekitar yang masih wilayah pelayanan Jeanne. Jumlahnya ada 20 anak, yang kemudian dibagi menjadi tanggungan setiap anggotanya. Satu orang anggota melayani satu anak. Mereka bertanggungjawab mengurus makan minumnya, serta antar jemput mereka dari rumahnya ke Mapolsek setempat.

Kini, pertumbuhan akan-anak ini cukup menggembuirakan setelah dua bulan dilayani. Seorang balita, yang saat diadopsi dalam kondisi buruk, kini berat badannya berangsur naik. Saat dikunjungi Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat ketika melakukan kunjungan kerja di Alor, dalam perjalanan dari penginapan Pemprov di Wolwal menuju kantor camat Moru, rombongan mampir ke Mapolsek, Jumat (10/6/2022) pagi.

Baca Juga  Pimpinan Tertinggi Negara-Negara Asia Tiba di Labuan Bajo, Gubernur VBL Himbau Masyarakat Sukseskan KTT ASEAN
STUNTING. Gubernur Viktor Laiskodat didampingi IPDA Jeanne ketika melihat dari dekat anak-anak stunting.
Foto: Stenly Boymau/Mediatorkupang.com

Jeanne dan staf sudah menanti di gerbang, lalu mengajak Gubernur Viktor mampir ke kantornya. Disana sudah menanti 20-an anak berstatus stunting, dan setidaknya 20-an anak SD yang sednag membaca di dua ruang. Itulah perpustakaan mini yang sebelumnya adalah rumah dinas Kapolsek.

Ada beberapa buah buku yang dijejer rapi dalam sebuah rak kayu. Tembok dua kamar itu dicat warna menarik sehingga teduh bagi anak-anak ini sata membaca diatas sebuah meja kayu yang panjang. Beberapa yang mengenakan topi ketika ditanya cita-citanya oleh gubernur, mereka berkata ingin menjadi ustad yang menyiarkan agama. Pondok baca ini adalah buah karya Jeanne dan anggota disana.

Dalam Kunjungan yang berdurasi sekitar 30 menit, gubernur kepada wartawan saat konferensi pers, mengungkapkan bahwa dalam mewujudkan generasi emas di 2045, tentunya Stunting harus menjadi masalah  bersama dan harus dikerjakan dengan cara Kolaborasi.

Baca Juga  Tim Geolistrik Korem 161/WS Temukan Potensi Air di Desa Lailara, Sumba Timur, Kasrem Harap Penuhi Kebutuhan Warga

“Di Sektor Kesehatan, masalah serius yang dihadapi yaitu kematian ibu dan anak, akan tetapi untuk mewujudkan generasi emas di 2045, stunting juga menjadi masalah serius dan memberikan dampak buruk bagi kita di Nusa Tenggara Timur,”ungkap gubernur menambahkan “Hari ini kita berada di angka 22% secara nasional, sehingga kita harapkan, penanganan stunting di Nusa Tenggara Timur, harus dikerjakan secara Kolaborasi.”

TAMAN BACA. Gubernur Viktor Laiskodat saat meninjau anak-anak yang sedang membaca di ruang baca.
Foto: Stenly Boymau/Mediatorkupang.com

Dia mengaku tertarik dengan gagasan Jeanne dan anggota Polsek dan mestinya gerakan inilah yang menjadi ritme bagi seluruh stake holder NTT dalam menangani stunting. “Hari ini kita lihat bahwa apa yang dilakukan oleh Kapolsek Alor Barat Daya itu harusnya yang dilakukan oleh kita semua. Jadi beban itu tidak dilimpahkan kepada Pemda semata-mata tetapi stunting ini dikerjakan secara kolaborasi yakni ada kontribusi TNI, Polri, gereja dan sebagainya. Perlu jadi contoh bahwa setiap anggota Polsek, menjadi bapak angkat dari anak-anak ini. Sebagai gubernur saya terharu dan mengucapkan terimakasih kepada Kapolsek Alor Barat Daya yang sangat luar biasa mendorong agar ikut berperan aktif sehingga kita saya bercita-cita stunting di NTT ini nol,”ujar VBL.

Baca Juga  VBL Sudah Dua Kali Nyatakan Tidak Mau Maju Lagi Jadi Cagub di 2024

Bupati Alor, Amon Djobo saat itu menjelaskan bahwa stunting di Kabupaten Alor sebelumnya 22 persen namun atas intervensi Pemda, kini turun menjadi 15 persen. “Kita berhatap sampai Desember nanti, turun menjadi 10 persen. Kami berterimakasih kepada Polri yang sudah ikut membantu,”tegasnya saat memberi sambutan pada Rakor antara Gubernur dengan Bupati, DPRD serta Forkopimda Alor, camat dan juga para kepala desa di kecamatan setempat. Kepada gubernur, Jeanne menjelaskan bahwa upaya yang dilakukannya adakah sebuah kepedulian terhadap masalah sosial di sana. Kehadiran Polri di wilayah ini, tidak saja menangani masakah hukum melainkan memantu mengentaskan buta huruf serta kesehatan seperti stunting. “Memang awalnya agak susah, namun lambat laun berhasil. Terimakasih kepada bapak gubernur yang sudah mampir,”tegas Jeanne ketika melepas rombongan di depan Mapolsek. (stenly boymau)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *