Kupang (MEDIATOR)–Kepala Staf Korem 161/Wira Sakti Kolonel Cpl. Simon Petrus Kamlasi memberikan pembekalan dasar-dasar kepemimpinan kepada Resimen Mahasiswa (Menwa) Batalyon 961/Rajawali Hitam Universitas Nusa Cendana (Undana) di Aula rektor baru, Senin (17/07/2023).
Rektor Undana, Prof Max Sanam, bersama sejumlah pejabt rektorat hadir dan menerima kunjungan Kasrem, serta ikut memotivasi anggota Menwa. Sementara ikut hadir dan menyaksikan seremoni ini, Danmen Mahadana, Mayor Hendry Dunant, Ketua Ikatan Alumni Menwa Republik Indonesia (IARMI), H. Fahmi Abdullahi, serta sejumlah tamu undangan.

Foto: Ist
Kepada 20 mahasiswa anggota Menwa Batalyon 961/RH, Kepala Staf Korem 161/WS memaparkan tentang ilmu dasar-dasar kepemimpinan dan perilaku sebagai warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) berdasarkan Pancasila dan UUD (Undang-Undang Dasar) 1945.
Kolonel Cpl. Simon Kamlasi menyampaikan, Kepemimpinan merupakan bagian penting dari manajemen sebuah organisasi yaitu merencanakan, melaksanakan, mengawasi, dan melaporkan (mempertanggungjawabkan). Tetapi peran utama seorang pemimpin adalah mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan ada 11 azas kepemimpinan ini harus tau diantaranya.

Foto: Ist
Kasrem pun merinci, Taqwa, ialah beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan taat kepada-Nya, berikutnya Ing Ngarsa Sung Tulada, yaitu memberi suri tauladan di hadapan anak buah, Ing Madya Mangun Karsa, yaitu ikut bergiat serta menggugah semangat di tengah-tengah anak buah, lalu Tut Wuri Handayani, yaitu mempengaruhi dan memberi dorongan dari belakang kepada anak buah.
Tak hanya itu melainkan ditambahkannya, Waspada Purba Wisesa, yaitu selalu waspada mengawasi, serta sanggup dan memberi koreksi kepada anak buah. Ambeg Parama Arta, yaitu dapat memilih dengan tepat mana yang harus didahulukan, Prasaja, yaitu tingkah laku yang sederhana dan tidak berlebih-lebihan. Dan alumni SMA Taruna Nusantara ini pun melanjutkan, Satya, yaitu sikap loyal yang timbal balik dari atas terhadap bawahan dan bawahan terhadap atasan dan ke samping, Gemi Nastiti, yaitu kesadaran dan kemampuan untuk membatasi penggunaan dan pengeluaran segala sesuatu kepada yang benar-benar diperlukan dan, Belaka, yaitu kemauan, kerelaan dan keberanian untuk mempertanggungjawabkan tindakan-tindakannya. Ditegaskannya, dibutuhkan sikap Legawa, yaitu kemauan, kerelaan dan keikhlasan untuk pada saatnya menyerahkan tanggung jawab dan kedudukan kepada generasi berikutnya.

Foto: Ist
Untuk diketahui bahwa Pembekalan dasar-dasar kepemimpinan ini sebagai materi dalam pra pendidikan dan latihan dasar Militer Menwa Angkatan ke-XXXVIII Tahun Ajaran 2023.
“Dengan dilaksanakannya kegiatan pelatihan dasar militer, anggota Menwa undana bisa memiliki disiplin serta tanggungjawab sebagai warga negara yang memiliki status selaku mahasiswa, nanti akan ada penyampaian materi-materi yang akan di sampaian oleh pemateri nantinya kalian catat untuk di pedomani,”kata Kasrem kelahiran SoE, Kabupaten TTS ini. “Sebagai mahasiswa dan anggota Menwa diharapkan memiliki disiplin yang tinggi setelah mengikuti pelatihan dasar militer,”pungkas alumni AKABRI ini. (Penrem/RLS/KJR)






