Tahap Akhir Pagelaran Kupang Innovation Award 2025, Walikota Minta Juri Jaga Independensi dan Profesional

Lainnya219 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)–Pemerintah Kota Kupang menegaskan komitmen kuat untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem inovasi daerah melalui Pagelaran Kupang Innovation Award (GELANGNONA) 2025. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dan Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc, saat menerima audiensi Tim Juri dan Panitia GELANGNONA di Ruang Kerja Wali Kota, Senin (24/11).

Dalam audiensi tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa GELANGNONA merupakan wadah strategis untuk menumbuhkan kompetisi inovasi yang sehat di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat. “Tahun 2026 anggaran GELANGNONA akan kita tambah dan kategori juara akan kita perluas. Penilaian harus objektif, bukan berdasarkan program milik pimpinan daerah, tetapi pada manfaat nyata bagi masyarakat,”tegas Wali Kota.

Ia menambahkan bahwa setiap inovasi harus berorientasi pada penerapan lapangan, bukan sekadar ide. Salah satu implementasi yang sedang disiapkan pemerintah adalah pengembangan Command Center Terpadu yang terhubung ke seluruh perangkat daerah untuk memantau aduan masyarakat secara real time.

Senada dengan itu, Wakil Wali Kota menekankan pentingnya pendekatan bottom-up, di mana inovasi dan kebijakan lahir dari kebutuhan nyata masyarakat, bukan hanya dari struktur birokrasi. “Keterlibatan akademisi penting agar inovasi yang lahir bukan hanya kreatif, tetapi juga berbasis riset dan kebutuhan nyata masyarakat,”ujarnya.

Baca Juga  Wali Kota Mohon Pamit

Ketua Tim Juri, Prof. Dr. Adrianus Amheka, ST., M.Eng, memaparkan perkembangan pelaksanaan GELANGNONA 2025, termasuk hasil penilaian terhadap 24 inovasi dari perangkat daerah, kecamatan hingga RT/RW. Mayoritas inovasi berada pada sektor layanan dan proses, dinilai berpotensi kuat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menggerakkan perekonomian kota.

“Kami menemukan banyak talenta inovatif di Kota Kupang. ASN dan masyarakat menunjukkan kreativitas, keberanian, dan kerja riset yang sangat kuat. Ini ruang luar biasa untuk pertumbuhan ekosistem inovasi kota,” jelas Prof. Adrianus.

Dalam kesempatan tersebut, Tim Juri juga mengusulkan pembentukan ekosistem inovasi berkelanjutan, termasuk rencana pengembangan inkubator inovasi untuk menjaga, melatih, dan mengembangkan talenta inovator lokal secara sistematis.

Kepala Balitbangda Kota Kupang, Ir. Solvie Y.H. Lukas, menjelaskan bahwa audiensi bertujuan menyampaikan laporan pemetaan iklim inovasi daerah berdasarkan proses penjurian yang telah dilakukan.

Audiensi juga membahas scoring kematangan tiga prototipe inovasi yang diinisiasi langsung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota, yakni:

  1. Inovasi AU ASA – diinisiasi Wali Kota, dilaksanakan RSUD S.K. Lerik
  2. Inovasi SABOAK – diinisiasi Wali Kota & Wakil Wali Kota, melibatkan kolaborasi perangkat daerah, pelaku usaha, BUMN/BUMD, dan sektor UMKM di bawah koordinasi Dinas Pariwisata
  3. Inovasi INA KASIH – diinisiasi Wakil Wali Kota, diimplementasikan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Baca Juga  Prof Yafet Rissy Pimpin Tim Hukum Cabup di Kutai Kartanegara, Minta MK Batalkan Rekapitulasi dan Gelar PSU

Skor kematangan inovasi menurutnya sangat menentukan Indeks Inovasi Daerah (IID) dan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Kota Kupang di tingkat nasional, sehingga perlu koordinasi erat antara Balitbangda sebagai leading sector inovasi daerah dengan seluruh elemen pentahelix.

Di akhir pertemuan, Walikota Chris Widodo menekankan berkali-kali agar tim juri menjaga independensi mereka dalam menetapkan juara dalam kompetisi ini. Menurutnya, juri jangan sungkan hanya karena iven ini juga diikuti tiga prototipe inovasi walikota dan wakil walikota.

“Saya minta agar tim juri jaga independensi. Jangan hanya karena saya dan ibu wakil ikut lalu kami yang menang. Kalau ada inovasi dari RT yang bagus, silahkan dimenangkan,”tegas politisi PSI ini.

Para Juri ditunjuk berdasarkan keterwakilan unsur – unsur: Pemerintah Pusat sekaligus Akademisi yaitu:

(1) Prof. Dr. Adrianus Amheka, ST., M.Eng (Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XV)

(2) Darius Beda Daton, SH (Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT)

(3) Dr. Alfonsus Theodorus, ST., MT (Kepala Bapperida Provinsi NTT)

Baca Juga  Solusi Cerdas Kasrem Simon Petrus Kamlasi Berdayakan Aset GMIT untuk Ekonomi Jemaat

(4) Djoese Nai Buti, S.Pt. M,Si (Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi NTT) keduanya mewakili Pemprov NTT

  1. Ir. Solvie Y.H. Lukas (Kabalitbangda Kota Kupang)
  2. Dr. Malisye Sjioen, S.STP., M.Si (peneliti sekaligus akademisi)
  3. Stenly Boimau, S.Pd (Jurnalis yang aktif berinovasi, imovator: KGC/peraih tiga kali Tropy Adipura, Gerakan Sadar Inflasi/kerjasama Bank Indonesia, Kartini NTT Award/kerjasama PKK NTT, Tokoh Muda NTT Inspiratif Award/kerjasama KADIN-APINDO-HIPMI, dll).

Pada kompetisi GELANGNONA tahun ini innovator yang mendaftar terbanyak terkait issue kesehatan diantaranya 7 UPTD Dinas Kesehatan (6 Puskesmas dan 1 Laboratorium Kesehatan), juga dari Dinas P3A, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta Kecamatan Alak atau sekitar 33.33 % dari total pendaftar. Kategori yang dikompetisikan adalah: (1). Kategori Perangkat Daerah-Perusahan Daerah Terinovatif masing – masing Juara 1, 2 dan 3; (2). Kategori Kecamatan – Kelurahan Terinovatif masing-masing Juara 1, 2 dan 3; (3). Kategori Prototipe dan Inspirasi Inovasi terbaik masing-masing Juara 1, 2, dan 3; serta (4) Kategori Video Inovasi Pilihan Publik masing – masing Juara 1, 2, dan 3. Acara Puncak Penganugerahan Award akan dilaksanakan pada Senin, 8 Desember 2025 di Ballroom 1 dan 2 Swissbellcourt Hotel (M) Kupang. (rls/tim/boy)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan