KUPANG—Sembilan orang siswa SD dari Kota Kupang, NTT, terpilih untuk mengikuti Olimpiade Aritmatika tingkat nasional di Makassar, 28 Juni 2026 mendatang. Ke-9 orang tersebut selama ini mengikuti kursus di UMC Kupang. Berikut rincian ke-9 orang anak itu:
- Ivone Debora Masae Patrocinio Sarmento (SD NTO National Plus Kupang) jenis lomba Elementary B usia 11 tahun keatas
- Made Airlangga Ariaputra (SD Dian Harapan Kupang) jenis lomba Intermediate A usia 11 tahun keatas
- Krisna Lucky Jonathan Toy (SD Dian Harapan Kupang) jenis lomba Intermediate A usia 8-10 tahun
- Vania Arifin (SD NTO National Plus Kupang) mengikuti jenis lomba Intermediate A usia 8-10 tahun
- Ayana Arifin (SD NTO National Plus Kupang) jenis lomba Intermediate B usia 8-10 tahun
- Edward S. Helmyanto Mahodim (SDK St Yoseph Noelbaki Kupang) mengikuti jenis lomba Intermedite A usia 8-10 tahun.
- Made Harsa Pradhirsta (SD Negeri naikoten 1 Kupang) jenis lomba Elementary A (usia diatas 8 tahun)
- Alica Nataniela Fema Zakarias (SD Negeri Oetona Kupang) mengikuti jenis lombaa Elementary B usia 11 tahun keatas
- Sona Wasalinda Molina (SD Lentera Harapan Kupang) jenis lomba Grand Level/Open (usia 11 tahun keatas)
Kepada media ini, Yanti Jonatan selaku guru pendamping yang mewakili pimpinan UMC Kupang mengakui, anak-anak ini akan mengikuti Olimpiade Aritmatika tingkat nasional tahun 2026 pada 28 Juni nanti di Hotel Four Points Makassar. Disana, mereka akan berlomba bersama 800 orang lebih peserta yang didatangkan dari seluruh Indonesia.
“Peserta olimpiade Aritmatika nasional tahun sebanyak 800 orang yang dikirim oleh UMC -UCMAS Indonesia yang ada di seluruh Indonesia termasuk Kupang. Kali ini kita kirim sembilan orang,”tegas Yanti menambahkan bagi mereka yang lolos olimpiade tingkat nasional akan mengikuti olimpiade internasional. Karena itu, kesiapan anak sangatlah diutamakan agar bisa lolos seleksi tingkat nasional nanti.
“Akan ada lomba internasional setelah kompetisi nasional ini digelar. UMC Kupang berharap dengan rutin mengikuti kompetisi ini anak-anak NTT bisa bersaing di kancah nasional maupun internasional untuk melatih mental dan menggali potensi mereka,”ujarnya.
Olimpiade nasional ini sudah menjadi event tahunan yang diselenggarakan oleh UCMAS Indonesia, dan tahun ini diselenggarakan di Makassar. Tahun depan UMC Kupang akan menjadi tuan rumah untuk lomba tingkat nasional ini.
“UMC Kupang berharap dengan menjadi tuan rumah lomba nasional tahun depan bisa memberikan kesempatan bertanding untuk semua anak NTT dan meraih prestasi bersama UMC Kupang,”tegas Yanti menambahkan, tim olimpiade dari NTT didampingi dua guru yakni dia bersama Cornelia Darius.
Sebelumnya, UMC Kupang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan juga rutin menggelar Lomba Berhitung Cepat. Bahkan dua tahun terakhir UMC Kupang menggelar lomba mandiri yakni hitung cepat/sempoa untuk murid-murid UMC dan lomba terakhir di hotel Harper 17 Mei 2026 lalu, dengan diikuti oleh 375 peserta. Mereka berasal dari sekolah-sekolah di Kota Kupang.
“Lomba ini diberinama Lomba Sempoa Aritmatika & Tes IGE UMC Kupang 2026 atau LASIGE 2026. Kami melihat anak-anak kita punya potensi asalkan diberi ruang untuk dilatih dan disiapkan,”jelasnya .
Sementara salah satu orang tua peserta lomba, Ipi Masae, mengaku bangga atas capaian anaknya Ivone Debora Masae Patrocinio Sarmento, serta memberi apresiasi kepada penyelenggara yang sudah membuka ruang kepada anak mereka untuk berkompetisi. Walau harus bersaing ketat dengan peserta lain hingga terpilih mewakili Kupang, ini bukanlah sesuatu yang mudah melainkan kerjasama tim yang baik. Yakni anak disupport oleh guru sehingga potensi yang ada dalam dirinya bisa tereksplore dengan baik. Dia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan untuk menjembatani potensi anak Indonesia dimanapun. Dia yakin setiap anak memiliki potensi terpendam, yang akan menonjol jika berada pada tempat yang tepat. (BOY)






