SAJAK DAMAI UNTUK ADONARA
Adonara
Di puncak bukit barat Adonara yang kelabu
terdengar suara dendam yang bergema
dan langit mencatat tetesan darah yang lalu
Namun, adakah itu warisan yang kita terima?
Adonara
Perang tanding dahulu lambang kehormatan
kini tak lebih dari luka panjang tanpa ujung
merobek hati lalu nyawa terkapar hilang tanpa alasan
sedang kita berdiri dalam kebisuan yang murung
Duhai Adonara
Tanah leluhur yang elok
tidakkah kita lelah menanggung duka ini?
mata yang terpejam hati yang membeku
apakah nyawa tak lagi dihargai?
Adonaraku
Kini waktunya menghapus jejak yang kelam
mengganti pedang dengan kata, tombak dengan musyawarah
mari duduk berbincang dalam damai yang hening
sebagai anak Adonara yang saling kasih
Adonara
Kehormatan bukan dalam nyawa terbuang
tetapi dalam jalinan kasih yang kita rawat
bukan dalam perpecahan yang menyakitkan
namun dalam persatuan yang kita semat
Mari kita bersama Adonara
menganyam masa depan penuh asa
tinggalkan perang tinggalkan dendam
berjalan dalam damai bersama selamanya
Adonara, 21 Oktober 2024
Ary Toekan
(Dikutip dari akun medsos Ary Toekan)












