JAKARTA—Anggota DPR RI asal NTT, Esthon Foenay bicara tegas terkait peristiwa terbunuhnya tiga ASN Dinas Pertanian di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Dari tragedi itu, tewas dua orang asal Provinsi NTT yakni Drh Alfonsius Albinus Meha (35) asal Sikka dan Wili Mbuik (24) asal Rote Ndao. Sementara satunya Aprida Rapi (49) asal Toraja.
Tiga ASN tersebut tewas setelah ditembak saat berada dalam rombongan Dinas Pertanian yang baru selesai meninjau kegiatan cetak sawah di Distrik Muliama, Jayawijaya, Rabu (9/9/2026). Polisi menduga penembakan dilakukan kelompok bersenjata yang berasal dari wilayah Nduga.
“Saya mengecam dan mengutuk keras tindakan brutal dari kelompok bersenjata di Papua yang menewaskan tiga orang ASN dan dua diantaranya dari NTT. Tindakan ini sangatlah tidak dibenarkan dan menciderai nilai-nilai kemanusiaan,”tegas wakil gubernur NTT periode 2008-2013 ini.
Setiap warga Indonesia menurutnya berhak dan memiliki ruang yang sama dengan warga lainnya untuk mengabdi di mana saja termasuk warga NTT yang mau mengabdi di Papua. Begitu pun halnya dengan warga Papua, diberikan ruang sebesar-besarnya untuk menuntut ilmu, melayani dan mengabdi sebagai abdi negara maupun berbagai profesi di NTT serta berbagai pelosok nusantara.
“Karena itu ketika kita mendengar ada nuansa rasisme dalam peristiwa pembunuhan ini tentu kita tidak terima. Seluruh warga negara memiliki hak yang sama dengan warga lainnya untuk mengabdi di seluruh pelosok nusantara tanpa kecuali,”tegas ketua DPD Gerindra NTT ini.
Karena itu, dia mendukung negara untuk mengambil tindakan tegas terhadap para perusuh yang mengganggu stabilitas keamanan negara, siapapun dia.
“Perusuh atau siapapun itu harus ditindak. Kita mendukung negara melalui aparat baik itu TNI maupun Polri untuk mengejar dan menangkap serta mengadili siapapun yang menghilangkan nyawa orang,”pungkasnya.
Untuk diketahui, hingga saat ini, pasca peristiwa penembakan itu, Polisi sudah mengidentifikasi para pelaku serta mulai melakukan pengejaran terhadap delapan orang terduga penembakan tiga ASN Dinas Pertanian tersebut.
Tindakan polisi ini dilakukan setelah diidentifikasi ciri-ciri pelaku dari sejumlah saksi mata yang selamat.
Tim Operasi Damai Cartenz (ODC) kini sedang melakukan penyisiran di sejumlah lokasi yang diduga sebagai tempat persingganan dan persembunyian para pelaku.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, Jumat (11/9/2026), sebeti diberitakan berbagai media, menegaskan itu. (BOY)






