Kupang (MEDIATOR) — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, membuka secara resmi Persidangan Wilayah Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) NTT Tahun 2025 yang berlangsung di Aula GMIT Center, Kupang, Selasa (28/10/2025).
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan Gereja dalam membangun karakter generasi muda serta memperkuat pendidikan keluarga di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.
“Pertemuan ini penting agar seluruh Gereja di bawah PGI bersama pemerintah dapat bersinergi dalam setiap agenda pembangunan di NTT,” ujar Gubernur Melki.
Ia menilai Gereja memiliki peran strategis dalam menumbuhkan nilai-nilai moral dan spiritual masyarakat. Gubernur Melki mencontohkan kolaborasi antara Sinode GMIT dan Bank Indonesia Perwakilan NTT dalam menghadirkan GG Mart sebagai bentuk kerja sama nyata yang memberdayakan ekonomi umat.
Menurutnya, Sidang Wilayah PGIW NTT Tahun 2025 menjadi wadah penting untuk memperkuat pelayanan umat, mengevaluasi program, dan menyusun arah pelayanan lima tahun ke depan.
“Pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan kebijakan anggaran, tetapi juga pembangunan moral dan spiritual masyarakat. Gereja hadir bukan hanya untuk menyelamatkan jiwa, tetapi juga menumbuhkan kesadaran publik akan tanggung jawab bersama membangun peradaban kasih di bumi Flobamorata,” tegas Gubernur Melki.
Ia berharap Gereja semakin aktif dalam isu-isu sosial seperti penanggulangan kemiskinan, perlindungan anak dan perempuan, literasi digital, serta pelestarian lingkungan.
“Sidang ini kiranya menjadi momentum refleksi bersama agar Gereja tetap menjadi suara di ruang publik — mengingatkan, mengarahkan, dan menginspirasi masyarakat dalam semangat kasih dan kebenaran Kristus,” tambahnya.
Di sela-sela sambutannya, Melki pun menyentil pola masyarakat dalam bermedia sosial. Medsos menurutnya, dipenuhi dengan hoax dan juga upaya secara sadar merusak nama orang lain.
“Bahkan medsos pun banyak hoax dan fitnah. Ini butuh kerjasama kita semua untuk minimal dikurangi, jangan begitu lagi,”ujarnya.
Sementara itu, Ketua PGIW NTT, Pdt. Merry, dalam sambutannya menyebut bahwa PGIW NTT saat ini menaungi 20 Gereja anggota. Ia berharap melalui persidangan ini, Gereja-gereja di NTT dapat memperkuat sinergi pelayanan dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.
Turut hadir Sekretaris Umum Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), Sigit Prayono, yang memberikan apresiasi terhadap semangat oikumene di NTT. Ia menegaskan komitmen LAI untuk terus menghadirkan firman Tuhan hingga ke pelosok negeri.
“Setiap tahun kami membagikan sekitar 155 ribu Alkitab ke berbagai daerah, termasuk 6.000 eksemplar ke wilayah Oecusse. Kami juga melayani umat di Timor Leste dan tengah menyusun Alkitab dalam bahasa Tetun,” ungkap Sigit.
Diketahui, Persidangan Wilayah PGIW NTT Tahun 2025 berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu (28–29 Oktober 2025). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD NTT Emilia Nomleni, Uskup Agung Kupang Mgr. Hironimus Pakaenoni, Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Samuel Pandie, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi NTT Odermaks Sombu, para pimpinan sinode denominasi, serta perwakilan lembaga mitra. (RLS-NTT/BOY)






