Nostalgia Kejayaan GMKI di Masa Esthon Foenay, Dibuka di Momen Konfercab XXVIII

Metro1846 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)—Selama delapan hari (30 September-7 Oktober) mendatang, Badan Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (BPC-GMKI) Kupang menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke-XXVIII. Ada dua kegiatan besar yang akan dilaksanakan di gedung gereka GMIT Bethesda Noekele Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang, yakni Konsultasi Study Lokal dan Konferensi Cabang XXIII.

Usai ibadah pembukaan kegiatan yang dipimpin oleh Pdt. Opi Ratu Edo, STh.,  dari GMIT Bethesda Amarasi, Pdt Asanawa Takalapeta, S.Th selaku ketua majelis jemaat GMIT Bethesda Naikolan yang adalah tuan rumah pelaksanaan Konfercab, membuka lembaran nostalgia lama.

Dalam sambutan selamat datangnya, adik kandung mantan bupati Alor, Ansgerius Takalapeta itu sedikit mengingatkan para tamu mengenai nostalgia lama kejayaan GMKI di era Esthon Foenay dan Ansgerius Takalapeta menjadi pengurus.

Baca Juga  Pesan Paskah Wali Kota: ASN Diajak Perkuat Harapan dan Integritas Pelayanan
IBADAH. Para gembala jemaat, senior GMKI dan pengurus serta tamu undangan yang menghadiri ibadah pembukaan Konfercab GMKI di gereja GMIT Bethesda Noekele.
Foto: stenly boymau/mediatorkupang.com

“Pemuda pemuda GMKI di jaman Pak Eston dan Pak Ans Takalapeta itu jauh berbeda dengan sekarang. Mungkin karena sekarang sudah banyak kemajuan teknologi, namun saya saat itu kliat sendiri, mereka sangat kompak dan saya terkagum-kagum,”ungkap dia sembari menambahkan, karena kekaguman dia terhadap GMKI itulah maka ketika rapat bersama majelis jemaat dan juga jemaat, dia berargumentasi bahwa mereka harus menerima pengurus GMKI melaksanakan Konfercab di Bethesda Noekele.

“Saya katakan pada jemaat, apapun terjadi saya menerima mereka karena mereka pemuda tulang punggung gereja. Inilah latar belakangnya kami menerima adik-adik ber-Konfercab disini,”tegasnya sembari berpesan “Anak-anak sekalian yang akan ada dalam Konferensi ini, agar berikan pelajaran baik bagi kami orang-orang kampung disini. Tolong berikan warna, metode pemilihan yang bisa jadi pegangan yang baik. Karena GMIT sebentar lagi akan ada pada pemilihan-pemilihan majelis jemaat, presbiter, badan pengurus dan selanjutnya.”

Baca Juga  Mau Urus Nikah atau Cerai, Bisa di Mall Pelayanan Publik

Dalam sambutannya mewakili unsur senior GMKI, Esthon Foenay juga tak bisa menyembunyikan memorinya bertumbuh di rumah biru GMKI. Diungkapkan bahwa saat itu mereka cukup aktif sehingga ide dan gagasannya berkontribusi baik pada kemajuan NTT.

“Saya bersama bapak Ans Takalapeta yang kebetulan kita dari Komisariat Fapet Undana. Kita berinisiatif untuk datang ke Bapak (Gubernur NTT) El Tari saat itu. Kita memberikan konsep pikir bagaimana realitas untuk membangun NTT yang punya potensi ternak sapi. Kebetulan kita Fakultas Peternakan Undana. Menyusun konsep pengembangan ternak sapi untuk kualitas eksport,”ujar Wakil Gubernur NTT periode 2008-2013 itu, dalam sambutannya.

Dan luar biasa, karena pikiran-pikiran mereka diterima secara baik oleh pemerintah yang kemudian berdampak pada desain pembangunan dan dinikmati oleh masyarakat. Esthon menitip pesan agar nantinya baik itu SL maupun dalam Konfercab, agar melahirkan ide dan gagasan yang nantinya berkontribusi bagi NTT. (stenly boymau)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan