Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang Diundang Pelajari Sampah di Taiwan

Public Service463 Dilihat

TAIPEI – Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., M.M., mendapat kehormatan menjadi satu-satunya Direktur Perumda Air Minum dari Indonesia yang diundang mengikuti 2026 Indonesian Delegation Visit to Taiwan yang berlangsung pada 5–8 Agustus 2026 di Taipei dan Taichung, Taiwan. Kunjungan tersebut diselenggarakan oleh Taiwan-Indonesia Science and Technology Innovation Center (TI-STIC) sebagai tindak lanjut kerja sama yang telah dibangun melalui Waste-to-Energy International Forum di Surabaya pada Mei 2026 dan Water and Circular Economy International Forum di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Juni 2026. Isidorus menjelaskan, keikutsertaannya dalam forum internasional tersebut merupakan kelanjutan dari seminar internasional yang digelar di Universitas Citra Bangsa Kupang pada 4 Juni 2026, di mana dirinya menjadi narasumber mewakili Perumda Air Minum Kota Kupang.

Baca Juga  Ketika Camat Maulafa Bicara Tentang Kebersihan dan Peran Warga

Setelah seminar internasional tersebut, pada hari berikutnya delegasi Taiwan dan Indonesia melakukan kunjungan ke Perumda Air Minum Kota Kupang. Kami berdialog di kantor, kemudian meninjau langsung fasilitas SPAM Kadit Niendeng untuk melihat kondisi pengelolaan air di Kota Kupang. Dari pertemuan itulah kemudian lahir tindak lanjut berupa kunjungan ke Taiwan,” ujarnya. Menurut Isidorus, dirinya merasa bersyukur karena dipercaya menjadi satu-satunya Direktur Perumda Air Minum di Indonesia yang dilibatkan dalam forum internasional tersebut. “Ini merupakan sebuah kepercayaan yang sangat besar. Saya bersyukur dapat mewakili Kota Kupang sekaligus Indonesia dalam forum yang mempertemukan pemerintah, akademisi, peneliti, dan pelaku industri untuk membahas pengelolaan air, sampah, energi, dan ekonomi sirkular,” katanya. Pada hari pertama kegiatan di Taiwan, delegasi Indonesia mengunjungi Chiayi County Lucao Refuse Incineration Plant, sebuah fasilitas pengolahan sampah modern yang mengubah sampah menjadi energi (Waste-to-Energy). Di lokasi tersebut peserta memperoleh penjelasan mengenai sistem penerimaan sampah, proses pembakaran, pemulihan energi listrik, pengendalian emisi, pengelolaan abu hasil pembakaran, hingga standar keselamatan operasional. (RLS/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan