Keselamatan Nelayan Harus Jadi Prioritas

Public Service456 Dilihat

KUPANG–Keselamatan nelayan harus menjadi prioritas utama sebelum berbicara tentang hasil tangkapan. Demikian pesan Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H., saat membuka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Tahun 2026 yang diselenggarakan Stasiun Meteorologi Maritim Tenau BMKG. Menurutnya, pengetahuan membaca informasi cuaca menjadi bekal penting agar setiap nelayan dapat melaut dengan aman sekaligus meningkatkan produktivitasnya.

Kegiatan yang berlangsung di GMIT Lahairoi Kelurahan Lasiana, Selasa (4/8) tersebut dihadiri Anggota DPRD Kota Kupang Absalom Sine, Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Yandri Andreudson Tungga, perwakilan BMKG Pusat, unsur TNI AL, Bakamla, Basarnas, Dinas Perikanan, Ketua Majelis Jemaat GMIT Laharoi Lasiana, penyuluh perikanan, serta puluhan nelayan dari Lasiana dan Kampung Solor.

Mewakili Pemerintah Kota Kupang, Sekda menyampaikan apresiasi kepada BMKG yang terus menghadirkan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan sebagai sarana meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir dalam memahami informasi cuaca maritim.

Baca Juga  Pemkot Kupang Matangkan City Branding

Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini telah mempermudah nelayan memperoleh informasi cuaca secara cepat dan akurat. Jika dahulu nelayan mengandalkan pengalaman membaca arah angin, posisi bintang, maupun tanda-tanda alam lainnya, kini informasi ilmiah dari BMKG menjadi bekal penting dalam menentukan waktu yang tepat untuk melaut.

“Silakan manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Ilmu yang diperoleh hari ini akan menjadi bekal untuk mengambil keputusan, apakah saatnya melaut atau justru menunggu hingga kondisi cuaca lebih aman. Yang paling penting adalah mencari rezeki sekaligus pulang ke rumah dengan selamat,” ujar Sekda.

Ia juga meminta para peserta tidak berhenti pada dirinya sendiri, tetapi menjadi penyambung informasi bagi nelayan lain di wilayah pesisir Kota Kupang sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya informasi cuaca sebelum beraktivitas di laut.

Baca Juga  Serena Ajak PNS Jaga Integritas, Pegang Teguh Sumpah Jabatan: SK Bukan Hadiah

“Pemerintah Kota Kupang berkomitmen terus memperkuat sinergi bersama BMKG, Dinas Perikanan, Basarnas, TNI AL, Polairud, dan seluruh pemangku kepentingan agar informasi cuaca semakin mudah diakses oleh masyarakat pesisir,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Manajemen Operasi dan Kerja Sama Meteorologi Maritim BMKG, Yuli Kartiningsih, M.Si., menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara maritim memiliki potensi kelautan yang besar, namun aktivitas di laut juga memiliki risiko tinggi akibat perubahan cuaca yang sangat dinamis.

Karena itu, melalui Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, BMKG ingin membangun budaya sadar cuaca agar nelayan tidak hanya mampu mengakses informasi prakiraan cuaca, tetapi juga memahami dan memanfaatkannya sebagai dasar pengambilan keputusan sebelum melaut. Program tersebut diharapkan mampu mewujudkan nelayan yang hebat, selamat, dan sejahtera.

Baca Juga  Pj Walikota Lantik TP PKK Kota Kupang, Dipesan Selalu di Lapangan Bersama Masyarakat

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Yandri Andreudson Tungga, menambahkan bahwa pelaksanaan SLCN Tahun 2026 dilatarbelakangi oleh karakteristik Nusa Tenggara Timur sebagai wilayah kepulauan dengan jumlah masyarakat pesisir dan nelayan yang cukup besar.

Menurutnya, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan nelayan dalam mengakses, membaca, memahami, dan menyebarluaskan informasi cuaca maritim sehingga dapat meningkatkan keselamatan pelayaran sekaligus mendukung produktivitas hasil tangkapan.

Tahun ini, SLCN diikuti 34 peserta, terdiri atas 25 nelayan Kelurahan Lasiana, 5 nelayan Kampung Solor, dan 4 penyuluh perikanan, yang mendapatkan materi mengenai prakiraan cuaca maritim, tinggi gelombang, peringatan dini cuaca ekstrem, serta pemanfaatan layanan informasi BMKG untuk mendukung aktivitas melaut yang aman dan produktif. (RLS/KOTKUP/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan