Gerakan Warga Beta Bersih Jadi Kekuatan Baru Membangun Kota Kupang

Public Service237 Dilihat

KUPANG–Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa perubahan besar sebuah kota tidak selalu lahir dari proyek berskala besar, melainkan dari gerakan-gerakan kecil yang dilakukan secara konsisten oleh masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kota Kupang memberikan apresiasi kepada Komunitas Beta Bersih dan Komunitas Peduli Lubang Jalan (Koperanku) yang dinilai telah menjadi contoh nyata kolaborasi warga dalam membangun kota.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota saat menghadiri Gala Dinner Komunitas Beta Bersih di Hotel Harper Kupang, Rabu (5/8) malam.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Satgas Lomba Kebersihan Kupang Bersih, Paulus Irsan Dardana, Ketua Koperanku, Daniel Para, peraih juara dunia matematika asal Nusa Tenggara Timur, Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay (Nono) bersama tim Abacus in Action, pengurus Komunitas Beta Bersih, tokoh masyarakat, serta para mitra. Turut mendampingi Wali Kota, Lurah Fatululi, Fremyot Ezechiel J. Dae,

Baca Juga  Pesan Penting Serena Pada 5.000 Anggota Pramuka: Jamda X Harus Tumbuhkan Integritas

Dalam sambutannya, Wali Kota mengatakan gerakan masyarakat seperti Beta Bersih dan Koperanku memiliki arti strategis, terutama di tengah keterbatasan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah.

Menurut dia, efisiensi anggaran hingga sekitar Rp204 miliar pada tahun ini menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Bagi dr. Christian, menjaga kebersihan kota bukan sekadar memindahkan sampah, melainkan membangun kesadaran kolektif yang pada akhirnya melahirkan budaya.

Ia mengaitkan hal tersebut dengan perjalanan Nono, peraih prestasi dunia di bidang matematika, yang turut hadir dalam acara tersebut. Menurutnya, baik prestasi maupun budaya bersih lahir dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara disiplin dan berulang.

Baca Juga  Wawali Dukung Perlindungan Tambahan Bagi ASN

“Menjadikan kota ini bersih dimulai dari konsistensi gerakan-gerakan kecil yang dilakukan setiap hari hingga menjadi budaya. Gedung bisa dibangun dalam hitungan bulan atau tahun, tetapi membangun karakter membutuhkan komitmen yang jauh lebih panjang,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan kebersihan berbasis masyarakat, Christian secara pribadi menyerahkan bantuan sebesar Rp5 juta untuk mendukung kebutuhan operasional Lomba Satgas Kebersihan. Ia juga memberikan sebuah telepon pintar kepada Nono sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur di tingkat dunia. (RLS/KOTKUP/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan