Pemkot Serius Eliminasi AIDS, Tuberculosis dan Malaria di Tahun 2030

Public Service626 Dilihat

KUPANG–Pemerintah Kota Kupang serius dalam upaya untuk mengeliminasi AIDS, Tuberkulosis (TB), dan Malaria (ATM) di tahun 2030 mendatang. Upaya ini termasuk serius dengan mendorong keberlanjutan program, penguatan pembiayaan, serta kolaborasi lintas sektor. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan layanan kesehatan bagi kelompok rentan tetap berjalan. Upaya ini demi mendukung target eliminasi ATM pada 2030.

 

Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Kupang, Hengky C. Malelak, menegaskan hal itu ketika membuka Workshop “Membangun Kesadaran dan Memobilisasi Sumber Daya Domestik untuk Keberlanjutan Program AIDS, TB, dan Malaria (ATM) di Kota Kupang” di Hotel Harper Kupang, Kamis (3/9).

Baca Juga  Ajak Warga dan Staf Kerja Bhakti Sebelum Jam Pulang Kantor versi Lurah Naikoten 1

 

Keberadaan Yayasan Flobamora Jaya Peduli dan seluruh pihak diapresiasi karena sudah menghadirkan workshop tersebut. Penanggulangan ATM menurut Hengky bukan semata-mata persoalan kesehatan, tetapi menyangkut tanggung jawab bersama untuk memastikan setiap warga, terutama kelompok rentan, tetap mendapatkan layanan yang dibutuhkan.

 

“Bukan hanya tentang AIDS, TB, dan Malaria. Ini tentang bagaimana kita memastikan setiap warga, terutama kelompok rentan, tetap mendapatkan layanan kesehatan yang dibutuhkan, siapa pun mereka dan dalam kondisi apa pun,” kata Hengky.

 

Ia menegaskan, keberlanjutan program membutuhkan pembagian peran yang jelas antarpemangku kepentingan. Pemerintah daerah perlu membangun kebijakan dan sistem pembiayaan yang berkelanjutan. DPRD memberikan dukungan melalui kebijakan dan penganggaran, sementara dunia usaha dapat membuka ruang kontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Baca Juga  Talkshow Moderasi Beragama Penting Demi Kerukunan

 

Hengky mengatakan terdapat perbedaan angka kasus yang disampaikan dalam workshop dengan data yang dimiliki KPA Kota Kupang. “Data yang disampaikan panitia berbeda dengan data dari KPA AIDS Kota Kupang yang terakumulasi lebih dari 2.000 kasus. Ada selisih data. Karena itu, penting diadakan workshop ini,” katanya. Ia menyebutkan, pada 2025 tercatat 225 kasus AIDS, sedangkan sejak awal 2026 hingga Juli telah tercatat 102 kasus.

 

Pemkot Kupang, kata Hengky, terus melakukan berbagai langkah pencegahan dan penanganan, mulai dari edukasi melalui podcast, skrining aktif, pengobatan, hingga pemberian dukungan bagi kelompok yang membutuhkan. “Pemerintah Kota Kupang melakukan kegiatan pencegahan, podcast, skrining aktif, kemudian pengobatan dan dukungan,” ujarnya.

Baca Juga  Pembukaan Even Budaya Kelurahan Oetete Diwarnai Jalan Sehat dan Zumba, ada Parade Budaya

 

Selain HIV/AIDS, perhatian juga diarahkan pada penanggulangan TB. Tahun ini, tracing atau pelacakan kasus TB direncanakan dilakukan di 71 titik. Hingga saat ini, tracing telah dilakukan di 21 titik.

 

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Yayasan Flobamora Jaya Peduli, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Sekretaris KPA Provinsi NTT, Ikatan Ahli Kesehatan Provinsi NTT, Bappeda Kota Kupang, Dinas Sosial, DP2KB, serta DP3A Kota Kupang. (BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan