Moment Hardiknas, Gubernur VBL Tandatangani MoU Program Vokasi Ribuan Pelajar ke Jerman

Nuansa NTT550 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)—Bertepatan dengan momentum perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) RI, Selasa (2/5/2023) kemarin, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Global Catalist resmi untuk pelaksanaan pendidikan vokasi dan training industri bagi lulusan SMA/SMK asal NTT di Jerman. Seremoni ini dilangsungkan secara daring, dalam sebuah seremoni seusai upacara perayaan Hardiknas RI tingkat Provinsi NTT, yang disaksikan oleh ribuan tamu undangan yang memadati alun-alun IH Doko, halaman kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT. Untuk diketahui, saat ini Gubernur Laiskodat sementara berada di Labuan Bajo. Sementara, ikut menyaksikan seremoni ini, Plt. Sekda Provinsi NTT Yohana Lisapaly, Kadis Pendidkan dan Kebudayaan Provinsi NTT Linus Lusi, Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho, dan Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Bank NTT Hilarius Minggu.

Yang membanggakan dari program ini adalah, Bank NTT sebagai bank pembangunan daerah punya peran penting dalam kerja sama ini, yaitu sebagai lembaga yang memberikan dukungan dalam bentuk skim kredit bagi pemuda pemudi NTT yang akan dikirim ke Jerman.

Dalam sambutannya, Gubernur Laiskodat memperi apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang sudah terlibat dalam rangka meningkatkan mutu pendidkan di NTT. Termasuk diaspora asal Indonesia-NTT yang sementara berada di Jerman, yang memiliki kepedulian tinggi terhadap NTT. Bagi Viktor, Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi sebuah problem yang terus digenjot di seluruh belahan dunia. Dia mencontohkan, Jerman sendiri masih terus berproses, sehingga pemerintah pusat melalui Pemprov NTT membuka diri serta mendorong kerjasama dengan berbagai pihak agar SDM generasi muda NTT bukan saja unggul secara teknis dan bisa bekerja, tetapi mereka juga perspektif yang luar biasa.

“Saya selalu sampaikan bahwa bekerja di luar negeri itu mungkin ilmunya sama pengetahuannya sama, tapi perspektifnya akan berbeda,”tegas Gubernur VBL, demikian dilansir koranntt.com. Masih pada dalam sambutannya, Gubernur Laiskodat secara terbuka mengakui bahwa program vokasi adalah visi yang belum tuntas karena beberapa kendala termasuk COVID 19. Seluruh pintu masuk ditutup dan seleksinya sangat ketat pasca COVID.

Baca Juga  Diberkati Pendeta dan Romo, Didukung Gubernur, Bank NTT Hadirkan Gedung Megah di Anakalang
TANDATANGAN. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, saat menandatangani MoU dengan Global Catalist dalam pelaksanaan program Ausbildung. Moment ini dilaksanakan secara online.
Foto: Istimewa

Ia mengakui bahwa program vokasi di luar negeri merupakan mimpi yang ingin dilaksanakan sejak lama. Namun keinginan ini terhalang COVID, sehingga baru dilaksanakan hari ini. Sehingga program vokasi menurut Gubernur VBL, adalah sebuah harapan baru agar nantinya bisa menjadi sebuah jembatan emas bagi anak-anak di NTT sehingga mereka mampu mengerjakan kekayaan alam yang dimiliki menggunakan tangan dan keringat sendiri.

Pada kesempatan yang sama, Kinan Anindita sebagai Direktur Global Catalist dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja sama dan kolaborasi ini, bisa membantu siswa/i tamatan SMA/SMK dari NTT mendapatkan pendidikan vokasi yang sangat berkualitas di Jerman. Di samping itu, program ini menjamin kesempatan kerja bagi lulusan SMA/SMK selama mereka mengikuti program vokasi. Bahkan dia pun berharap agar langkah ini menjadi titik awal kolaborasi yang lebih luas bagi semua di segala macam bidang demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Linus Lusi mengatakan, program pendidikan vokasi dan training industri akan berpusat Kota Kupang dalam kaitan pendampingan bahasa Jerman, dan pelatihan budaya kerja. Kemudian lokasi yang kedua, pendidikan vokasi dan training industri di Jerman.

Baca Juga  Usman Husin Support Perayaan Pra Paskah Pemuda GMIT di SoE, Ketua Klasis: Kami Teringat Gus Dur dan Saleh Husin

Untuk tahun 2023, pihaknya akan mengirim 3000 orang ke Jerman. Kemudian pada tahun 2024 akan dikirim 500 orang, dengan waktu kerja sama berjalan selama 4 tahun, dan diperpanjang setelah melalui tahap evaluasi. “Tahapan program ini oleh Bapak Gubernur NTT telah mengirim 4 Kepala Sekolah dan 1 orang guru ke Jerman untuk melakukan kunjungan kerja ke industri. Yang kedua, sosialisasi program dari seluruh sekolah yang dilaksanakan pada April tahun 2023. Yang ketiga, pendamping kursus bahasa Jerman, dan yang keempat, pengiriman siswa kerja dan kuliah pada Januari hingga Juni 2024,” tandas Linus Lusi. Program Ausbildung adalah program resmi dari pemerintah Jerman untuk sekolah vokasi (setara D3 atau Poltek di Indonesia), kerja magang di Jerman dengan uang saku sekitar Rp 15 juta per bulan selama 3 tahun. Program ini memiliki komposisi 30% sekolah (teori) dan 70% kerja magang (praktek). (ama beding/KJR*)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan