Maumere (MEDIATOR)--Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian HAM Provinsi NTT memberi atensi khusus terkait pelaksanaan Proyek Strategi Nasional (PSN). Sebuah tim kecil, Kamis (18 September 2025) pagi sekira pukul 09.00 WITA diutus melakukan pemantauan di Kabupaten Sikka terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat dan Koperasi Merah Putih.
Lokasi yang didatangi yakni Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, SMP Negeri 1 Maumere, Dinas Sosial, Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi UKM. Hadir saat itu Kadis Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, Germanus Golen, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Maumere, Maria Heliana, Kadis Ketahanan Pangan, Peter Ambrosius, Kadis Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi UKM, Verdinando Lepe, Sekretaris Dinas Sosial, Dwi E Esther Santoso.

Foto: dok
Saat itu Tim Kanwil KemenHAM NTT Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM tak hanya mengapresiasi Pemkab setempat yang menerima tim melainkan memfasilitasi untuk mengunjungi salah satu sekolah pelaksana Program MBG.
“Fokus kunjungan kami untuk memantau pelaksanaan program strategis nasional yang merupakan kepedulian pemerintah dalam memastikan pemenuhan hak anak atas gizi seimbang yang menjadi salah satu fondasi penting bagi tumbuh kembang anak,”demikian Plt Kakanwil KemenHAM NTT, Oce Yuliana Naomi Boymau dalam laporannya.

Foto: dok
Saat itu Kadis Germanus Golen mengurai, di Sikka telah dibentuk 8 (delapan) dapur dan ada Satuan Tugas yang memantau percepatan MBG dan diketuai oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan. Tim juga berkunjung ke SMP Negeri 1 Maumere serta mendatangi SMP Negeri 1 Maumere Tim didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sikka, Peter Ambrosius selaku ketua Satuan Tugas Percepatan Makan Bergizi Gratis dan Kepala Bidang Sekolah Menegah Pertama Husein H Suaib.
Menariknya, di SMP Negeri 1 Maumere, Kepsek, menyampaikan bahwa program MBG sangat memberikan dampak positif kepada para siswa. Anak-anak merasa senang dan sangat terbantu karena MBG menunjang proses belajar yang lebih baik.
Sementara Kadis Ketahanan Pangan, Peter Ambrosius selaku ketua Satuan Tugas percepatan MBG menyampaikan bahwa di Sikka telah dibentuk 8 (delapan) dapur.
Dia merinci:
a. Dapur SPPG Sikka Alok Kota Uneng (Operasional 17 Februari 2025) Yayasan Inang Anselmia Constansia. Penerima manfaat 3634 termaksud Bayi Lima Tahun, Ibu Hamil dan Ibu Menyusui di Posyandu.
b. Dapur SPPG Sikka Alok Timur Nangameting (Operasional 25 Agustus 2025) Yayasan Peduli Nian Tana Flores. Penerima manfaat 3363, termaksud Bayi Lima Tahun, Ibu Hamil dan Ibu Menyusui di Posyandu.
c. Dapur SPPG Sikka Alok Timur Waioti (Operasional 25 Agustus 2025) Yayasan Kangae Mangun Puan. Penerima manfaat 3623, termaksud Bayi Lima Tahun, Ibu Hamil dan Ibu Menyusui di Posyandu
d. Dapur SPPG Sikka Lela Lela (Operasional 01 September 2025) Yayasan Lacaza Peduli Kasih. Penerima manfaat 2617, termaksud Bayi Lima Tahun, Ibu Hamil dan Ibu Menyusui di Posyandu.
e. Dapur SPPG Sikka Alok Barat Wailiti (Operasional 08 September 2025) Yayasan Peduli Nian Tana Flores.
f. Dapur SPPG Sikka Alok Kota Uneng 2 (Operasional 08 September 2025) Yayasan Makmur Sejahtera Indonesia
g. Dapur SPPG Sikka Kangae Watuliwung (Operasional 15 September 2025) Yayasan Beatrix Peduli Anak
h. Dapur SPPG Sikka Kewapante Waiara (Operasional di atas 15 September 2025) Yaspem
8. Sedangkan Dapur SPPG yang sedang dalam tahap persiapan ada 12 (dua belas) dapur yakni : Yayasan Inang Anselmia Constansia (Alok, Kota Uneng), Yayasan Inang Anselmia Constansia (Paga, Paga), Yayasan Garuda Bakti Flores (Koting, Koting A), Yayasan Garuda Bakti Flores (Kangae, Watuliwung), Yayasan Garuda Bakti Flores (Waigete, Egon), Yayasan Lacaza Peduli Kasih (Nita, Nita), Yayasan Kangae Mangun Puan (Alok, Kota Uneng), Yayasan Flores Maju Inisiatif (Alok Timur, Nangameting), Yayasan Kemala Bhayangkari (Alok, Kabor), Yayasan Atoin Nusa Amasat (Alok, Kota Uneng), Yayasan Peduli Nian Tana Flores (Bola, Bola) dan Yayasan Garuda Bakti Flores (Doreng, Waihawa). Serta Dapur SPPG rencana menggunakan lahan Pemerintah Daerah yakni Kecamatan Talibura, Kecamatan Magepanda dan Kecamatan Paga.
Sekolah Rakyat
Sedangkan terkait Sekolah Rakyat, Tim mendatangi Dinas Sosial Sikka di dampingi Kepala Bidang Sekolah Menegah Pertama Husein H Suaib. Diterima Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Dwi E Esther Santoso, tim memantau program yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan prasejahtera, meliputi fasilitas modern, asrama, asupan gizi, kesehatan, serta laptop untuk belajar di lingkungan sekolah berasrama.
Dijelaskan Dwi E Esther Santoso bahwa Kementerian Sosial dan Kementerian PUPR telah mensurvei lokasi sekolah di Kecamatan Waigete dan luas tanah diperkirakan 5,3 Hektar.
Koperasi Merah Putih
Tim Kanwil KemenHAM NTT juga mendatangi Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi UKM Kabupaten Sikka. Didampingi Kabid Sekolah Menegah Pertama Husein H Suaib, Kadis Verdinando Lepe menyampaikan sesuai Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Satuan Tugas Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Pihaknya telah melaksanakan Sosialisasi pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pada tanggal 16 Mei 2025 di hadiri sebanyak 441 orang dan sejauh ini sudah dibentuk koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di 194 lokasi dengan rincian 181 Desa dan 13 Kelurahan.
Pemberkasan kelengkapan dokumen badan hukum koperasi desa/kelurahan merah putih mulai tanggal 1 juni sampai dengan 31 juni 2025 oleh Notaris Portasius Mude, SH dan Notaris Dedi Ado, SH dengan capaian 100%. (TIM/SBY)






