Kadis Linus Lusi Bangga Atas Kreasi Hebat Kepala Sekolah dan Guru Hadirkan Perubahan di SMAN 7 Kupang

Pendidikan1086 Dilihat

SMAN 7 Adalah Harapan Masa Depan

Kupang (MEDIATOR)—Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi, tak mampu menyembunyikan rasa kagumnya terhadap berbagai perubahan yang dihadirkan oleh pihak sekolah pada SMAN 7 Kupang. Pernyataannya sangat berdasar, ketika menghadiri Pentas Seni dan Pameran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang berlangsung Senin (19/6/2023) pagi di sekolah itu. Ternyata disanaKadis Linus menemukan sekolah ini sudah berubah total. Jika dulu halaman sekolah ini tidak tertata, kini sudah jauh berubah. Ada halaman yang rapi karena dipasangi paving, juga ada taman serta sekolahnya kian hidup dengan beraneka aktivitas ekstrakurikuler. Pentas seni ini menjadi sebuah contoh kolaborasi hebat kepala sekolah dengan para guru, siswa serta komite dan warga sekitar sekolah.

SAMBUTAN. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi, saat memberikan sambutan di Pentas Seni SMAN 7 Kupang yang berlangsung di halaman sekolah, Senin (19/6) pagi.
Foto: MediatorKupang.com

“Thema hari ini adalah sebuah thema yang fenomenal di tengah maraknya berbagai sorotan. Para dewan guru terimakasih banyak atas kreasi bersama orang tua. Saya tahu bahwa sekolah ini bukan sekolah pinggiran. Disini ada guru-guru yang sangat potensial yang memiliki skill dan potensi yang tinggi. Karena itu siswa tidak boleh ragu-ragu sekolah disini. SMAN yang lain itu adalah masa lalu. SMAN 7 adalah harapan masa depan. Angka 7 adalah angka kesempurnaan. Apalagi di dunia sepak bola itu ada CR7 yang fenomenal. Skill sepak bola itu mari kita pupuk disini agar bisa tumbuh dan terawat baik melalui karya-karya kreatifitas hebat bapak ibu guru disini,”tegas Linus Lusi.

Baca Juga  Kapolda Asadoma Kunjungi SMAN 7 Kupang, Didampingi Kapolresta Krisna Beri Motivasi Pada Siswa

Masih dilanjutkan Linus yang pernah menjabat sebagai Penjabat Bupati Ngada itu, bahwa kemajuan-kemajuan hebat ini tentu atas sentuhan seorang arsitek, yakni sang kepala sekolah. “Siswa tidak boleh keluar dari sekolah ini. Jaga harkat dan martabat sekolah ini. Terimakasih pak Kepala Sekolah dan para guru atas kerja kerasnya. Sekolah ini mulai ada perubahan. Ada perubahan tidak? Kalau ada yang bilang tidak ada, sama dengan kita mendustai apa yang sudah kita liat,”seru Linus, sosok yang aktif menulis artikel ini disambut riuh tepuk tangan para tamu undangan dan siswa.

GEMBIRA. Kadis Linus Lusi, didampingi Kepala SMAN 7 Kupang, Wemvrid Boimau serta lurah Maulafa, Yanto Sapay, saat berbaur dalam tarian tradisional Timor di halaman sekolah.
Foto: MediatorKupang.com

Pagi itu memang suasananya sangat meriah, karena sedang ada pentas seni, serta pameran kreasi para siswa di beberapa stand yang dibangun mengelilingi halaman sekolah. Moment ini juga ditandai dengan pembagian raport bagi seluruh anak didik, sehingga orang tua pun hadir dan menikmati tampilan anak-anak di panggung utama.

Masih dalam sambutannya, Linus menyentil berbagai program Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, seperti program vokasi ke Jerman. Dikatakannya, saat ini ada anak-anak sekolah yang sedang mengikuti ToT dan mereka dipersiapkan menuju ke Jerman. “Ayo bagi yang mau belajar sambil bekerja, ikuti program ini, berangkatlah ke Jerman karena disana Anda akan dikasi gaji Rp14 juta hingga Rp 30-an juta per bulan. Sampai saat ini sudah 100 lebih. Bagi tamatan-tamatan yang mau bekerja sambil kuliah di Jerman, pintu Dinas P dan K NTT sangat terbuka. Dari Manggarai Timur 16 orang, Sumba Tengah 14 orang, ada juga dari Rote, SoE, sementara digembleng. “

Baca Juga  Pedas, Kadis P dan K NTT Minta Anggota Komisi X DPR RI Validasi Data Baru Bicara
Kepala SMAN 7 Kupang, Wemvrid Boimau
Foto: MediatorKupang.com

 

Sementara tu, Kepala SMAN 7 Kupang, Wemvrid Boimau saat itu melaporkan bahwa hari itu adalah sebuah momentum istimewa karena dalam pentas seni, anak didik dapat mengekspresikan bakat, kreatifitas melalui seni yang indah. Dan dalam pameran P5, para peserta didik memamerkan hasil karya dari pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Selain itu juga peserta didik dapat mengasah ketrampilan yang dimiliki oleh mereka masing-masing serta dapat mempererat persaudaraan dan kerjasama antar teman.

“Kita menyaksikan dalam pentas seni ini, anak-anak menampilkan berbagai pertunjukan yang menarik dan menghibur, juga ada tarian daerah yang memukau, menggambarkan keberagaman budaya dan keindahan gerakan yang terkandung dalam setiap tarian tradisional. Kita juga akan disuguhi tarian modern yang menampilkan koreografi yang energik dan mengguncang panggung, menggabungkan keunikan tradisi kekinian,”demikian Boimau. Bahkan masih dirincikannya, saat itu akan ada juga ekspresi perasaan (suara jiwa) lewat perpaduan suara-suara yang harmoni dalam paduan suara, dan solo vokal.

Baca Juga  SMAN 7 Kupang Persiapkan Siswa dan Guru Pahami Jurnalis Sekolah

Peserta didik juga menampilkan yang menghadirkan cerita yang menarik dan emosional serta mengajak siapapun yang menyaksikan untuk merenung dan memahami pentingnya nilai-nilai dalam kehidupan. Masih di pentas ini, ada puisi-puisi  yang mengalun indah, menggugah jiwa serta memotret perasaan dengan kata-kata yang indah serta ada juga musikalisasi puisi, perpaduan antara membaca puisi dengan iringan musik dan lagu.

“Di halaman sekolah juga ada pameran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan kami berterimakasih karena ini adalah kerjasama semua pihak. Ada keterlibatan para guru, juga orang tua dan warga sekitar. Kami mempersiapkannya dalam waktu yang singkat namun hasilnya sangat maksimal. Terimakasih kepada para guru untuk semua kebersamaannya,”tegasnya. Untuk diketahui, usai seremoni pembukaan dilanjutkan dengan peninjauan stand pameran, dimana Kadis Linus Lusi memborong sejumlah hasil kreasi peserta didik, lalu dinikmati oleh para tamu undangan. (KJR)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan