Kadis DKP Prov NTT Bangun Kolaborasi Pentahelix bersama Universitas dan Dunia Industri

Nuansa NTT790 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)–Spirit Ayo Bangun NTT yang diusung gubernur-wagub, dieksekusi oleh Dinas Kelautan dan Perikanan NTT.
Bertempat di Pelabuhan Pendaratan Ikan Oeba, Selasa 08 April 2025, digelarlah kegiatan yang diinisiasi Kadis DKP NTT, Sulastri Rasyid, para akademisi dan mahasiswa Undana, dunia usaha galangan kapal, perusahan mesin penggerak perahu  bersama para nelayan dari Oeba, Semau, Pulau Kera, serta Sulamu.

Dr Tian Liufeto saat memberi sambutan.
Foto: dok

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Leka dalam sambutannya yang dibawakan Kadis Sulastri, menyapa seluruh yang hadir karena baru saja merayakan Nyepi, Idul Fitri serta umat Kristiani yang sebentar lagi akan memperingati Jumat Agung dan Paskah.


“Upaya pengenalan dan peningkatan akses melaut kepada masyarakat dan nelayan terus dilakukan melalui pengenalan pemanfaatan teknologi, diantaranya penggunaan mesin tempel sebagai penggerak perahu penangkap ikan yang sering digunakan oleh nelayan kecil maupun oleh ojek laut dan pembudidaya rumput laut,”tegas Sulastri saat itu.
Menurutnya, berbagai merk mesin tempel terus dikembangkan oleh perusahan pengembang, melakukan rekayasa dan inovasi untuk menghasilkan efisiensi bagi pengguna, baik itu terkait penggunaan bahan bakar yang hemat, harga terjangkau dan sparepart serta  bengkel tersedia.
Namun saat itu dia mengingatkan bahwa perawatan dan pemeliharaan mesin merupakan hal penting yang harus selalu diingat oleh nelayan dan pengguna mesin tempel agar kesempatan melaut dan dampak kesejahteraan menjadi lebih panjang dan berkelanjutan.
Sementara Koperasi Merah Putih yang ada hendaknya menjadi solusi dalam upaya industrialisasi penangkapan ikan untuk mendukung program Asta Cita dan program Ayo Bangun NTT.

Baca Juga  Kado Tahun Baru, Rumah Ibadah Dapat Bantuan Keramik dari SPK


Dalam pertemuan tersebut, hadir kurang lebih 50 nelayan, ojek laut maupun pembudidaya rumput laut, juragan kapal, Manajemen Hidea Grup, pemilik galangan kapal, Haji Ismail Dean, Anggota DPRD Kota Kupang, Mokrianus Lay, mahasiswa matakuliah Sosiologi Masyarakat Pesisir Program Studi Budidaya Perairan Undana, Kepala Bengkel Teknik Mesin FST Undana.
“Terima kasih untuk kolaborasi ini,”tegas Sulastri singkat.

Aksi Asta Cita: Penyediaan Ikan melalui Pemanfaatan Teknologi dan Industrialisasi Penangkapan

Dosen Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Dr Franchy Christian Liufeto, S.Pi., M.Si saat itu melakukan kolaborasi dengan Pemprov NTT dan Unit Kerja PPI Oeba untuk menghidupkan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan melalui konsep ekonomi biru. Ini juga upaya mendorong Industrialisasi Penangkapan Ikan melalui kolaborasi penggunaan mesin penggerak dengan pihak swasta yang memperkenalkan mesin penggerak yang murah untuk peluang dapat di akses oleh pengguna dalam rangka meningkatkan akses dan peluang penyediaan ikan.

Baca Juga  Kehadiran GAMKI Diapresiasi Bupati Manggarai dan Ketua Klasis Flores Barat


“Dalam Asta Cita Presiden RI tercantum target kemandirian pangan yang dapat dicapai program swasembada pangan, pengembangan ekonomi biru dan industrialisasi. Untuk itulah kegiatan hari ini dalam konsep tersebut, semua pelaku perikanan kembali mengingat bahwa pengelolaan dan pemanfaaaan sumberdaya perikanan hendaknya dapat menciptakan keberlangsungan ekonomi yang tidak hanya dinikmati oleh generasi sekarang namun juga dinikmati oleh generasi berikut, melalui pengelolaan perikana yang dilakukan secara bertanggungjawab (terukur dan terdata),”ungkap alademisi Undana ini.
Menurut Dr Franchy Christian yang biasanya disapa Tian, dalam industri penangkapan ikan ada 4 komponen yang saling terkait: 1. Sumberdaya ikan yang terjamin kelestariannya, 2. Manusia yang memahami prinsip konservasi, 3. Teknologi (kapal, mesin penggerak, pabrik es, cold storage, radar, komputerisasi, nilai tambah, dll), 4.Pasar dan pemasaran yang menguntungkan dan kontinyu.
“Kegiatan kita hari ini terkait dengan salah satu komponen tersebut yakni penggunaan mesin penggerak yang dapat memberikan peluang harga yang dapat dijangkau dan oleh nelayan kecil untuk mendukung akses mereka dalam menangkap ikan,”tegasnya menambahkan untuk menggalakkan industri penangkapan ikan di Provinsi NTT cukup jalankan konsep 3 L (Laut, Lembaga dan Linkage).

Baca Juga  Undana Siap Gelar Wisuda Periode I 2026: Satu Sesi Tunggal untuk Seluruh Jenjang Pendidikan


“Laut yang luas, perlu armada tangkap didukung dengan teknologi yang memadai. Lembaga/lembaga keuangan dan koperasi perlu hadir untuk mendukung modal dan distribusi hasil tangkap dan Linkage yang mampu menerobos pasar ekspor, khususnya ke Tiongkok, Jepang, dan negara-negara di ASEAN,”pungkasnya. (BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan