KUPANG—Universitas Nusa Cendana (Undana) bersikap tegas terhadap peristiwa perlakuan tidak adil yang diduga dilakukan oleh oknum dosen pembimbing skripsi pada Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) terhadap mahasiswanya, Jessica Sonia Tunarjo. Kasus ini menyita perhatian publik manakala oknum dosen pembimbing seperti diinformasikan, tiba-tiba mengambil tindakan mengganti dosen pembimbing di saat-saat Jessica hendak melaksanakan ujian skripsi.
Secara kelembagaan, Undana menggelar konferensi pers yang berlangsung Kampus Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Kamis (30/7) siang. Dalam pertemuan yang dihadiri Wakil Rektor IV Prof Dr. Philipi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., P.Hd itu, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Prof. Dr. Ir. Apris Adu, S.Pd., M.Kes menjelaskan bahwa secara lembaga, mereka sangat menyesalkan adanya kejadian itu.
“Pada prinsipnya kami fakultas sangat menyesal dengan kejadian itu dan harapan kita adalah menjadi fakultas yang memberikan pelayanan terbaik bukan saja kepada dosen dan pegawai melainkan mahasiswa,”tegas Apris kepada awak media.
Menurutnya, ketika dia mendapat informasi terkait kasus itu, tak menunggu lama, secara lembaga pihaknya langsung menggelar rapat koordinasi yang menghadirkan seluruh pimpinan baik itu wakil dekan 1 dan 2, Kepala Tata Usaha, para Kasubag dan semua yang berkepentingan di dalamnya seperti Prodi.
“Kita ingin melihat tentang persoalan ini. Saya memberikan kesempatan kepada semua untuk berpendapat dan pada prinsipnya kita sepakat bahwa persoalan ini harus segera selesai. Kedua, bahwasannya ini keluarga besar kita baik itu dosen maupun unsur terkait, kamis sudah melakukan beberapa langkah seperti berkoordinasi dengan semua teman-teman baik pembimbing maupun penguji,”tegasnya menambahkan “Namun karena penguji sedang dalam keadaan duka sehingga kita masih menunggu beberapa saat sehingga kita bisa mendapat informasi terkait.”
Pihaknya tak mau menunggu lama, dan berharap agar Jumat (31/7) fakultas sudah mendapatkan informasi yang jelas tentang hal-hal yang diberitakan selama ini. Dengan adanya keterbukaan informasi ini, dia berharap fakultas bisa menarik benang merah tentang masalah tersebut dan bukan mau mencari siapa benar dan siapa salah.
“Dan sebagai bentuk tanggungjawab serta rasa kasih kita sebagai orang tua, dekan dan wakil dekan terhadap mahasiswa kita Jessica, kemarin sore kita ke RS Wirasakti. Kita kesana sebagai bentuk tanggungjawab,”kisahnya.
Setibanya di sana, mereka sempat masuk ke UGD dan diinformasikan perawat bahwa Jessica sudah dipindah ke ruang rawat inap namun ketika tiba, ternyata yang bersangkutan sedang dalam keadaan tidur nyenyak. Atas peristiwa ini, fakultas berharap mahasiswa atas nama Jessica segera pulih dan beraktivitas sebagai mahasiswa serta siap untuk maju ke tahaoan beriutnya yakni ujian skripsi.
“Kehadiran kami semoga menjadi sebuah alasan positif bagi beliau untuk lekas pulih,”pungkas Apris.
Sementara Prof Philipi De Rozari saat itu mengatakan, Undana secara lembaga sedang dalam proses konsolidasi.
“Dan yang pasti kami akan memberikan informasi yang cepat dan benar terhadap kejadian ini dan kedepan akan memperbaiki sehingga tidak terjadi lagi. Sekali lagi undana tidak mentolerir terhadap kekerasan apapun yang terjadi. Kami memohon dukungan masyarakat agar kampus yang kita cintai ini memberi rasa aman bagi masyarakat NTT, bangsa dan negara,”pungkasnya. (BOY/NET/POS KUPANG)






