Ada Makanan Khas Alor di Indonesian International Culture Festival, yang Digelar Senat Mahasiswa UKSW Salatiga

INFO UKSW636 Dilihat

SALATIGAIndonesian International Culture Festival (IICF) 2026, agenda tahunan Senat Mahasiswa Universitas (SMU) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), resmi digelar di Lapangan Sepak Bola John Osok UKSW, Selasa (28/07/2026). Festival budaya yang dibuka oleh Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, Sp.OG. ini akan berlangsung hingga 30 Juli 2026 dan terbuka untuk umum. Mengusung semangat keberagaman, IICF 2026 menghadirkan 20 partisipan etnis, dua partisipan nasional, yaitu Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, serta lima partisipan mancanegara dari Jepang, Timor Leste, Madagaskar, India, dan Myanmar sebagai ruang perjumpaan budaya sekaligus memperkuat identitas UKSW sebagai Kampus Indonesia Mini.

Ketua Umum SMU UKSW, Kenneth Nathanael Timothy Puno, mengatakan bahwa IICF bukan sekadar panggung pertunjukan budaya, melainkan wadah membangun dialog dan persahabatan lintas budaya.

“Perbedaan bukanlah penghalang untuk saling mengenal, melainkan kesempatan untuk saling belajar,” ujarnya. Ia berharap melalui IICF lahir kolaborasi lintas budaya dan jejaring global yang berlandaskan rasa saling menghormati.

Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami menegaskan komitmen universitas dalam mendukung pelestarian budaya melalui IICF. Menurutnya, festival ini telah berkembang menjadi ajang budaya yang gaungnya dirasakan hingga tingkat nasional dan internasional.

“Kiranya IICF benar-benar menjadi bukti UKSW sebagai kampus yang berdampak,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, Sp.OG., mengapresiasi UKSW sebagai Kampus Indonesia Mini yang terus menumbuhkan nilai toleransi. Ia mengajak generasi muda untuk memahami makna di balik setiap warisan budaya.

“Bersatu bukan berarti melebur, tetapi menghargai dan menjaga budaya masing-masing sebagai harta yang tak ternilai,” katanya sebelum secara resmi membuka rangkaian IICF 2026.

Baca Juga  Dino Patti Djalal Hadir di Kampus Indonesia Mini, Lantik Pengurus FPCI Chapter UKSW 

Semangat tersebut turut dirasakan para peserta. Pretty dari HIMASAL (Himpunan Mahasiswa Alor) mengaku bangga dapat memperkenalkan budaya Alor melalui makanan khas, moko sebagai warisan budaya, dan rumah adat lopo.

Para tamu undangan dan Rektor Intiyas Utami saat berkunjung ke stand-stand etnis.
Foto: UKSW

“Saya sangat senang karena bisa memperkenalkan etnis Alor kepada masyarakat umum. Hal ini menjadi suatu kebanggaan bagi kami,” ungkapnya. Ia berharap IICF terus diselenggarakan sebagai wadah untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas.

Rangkaian pesta budaya IICF masih akan berlangsung di Lapangan Sepak Bola UKSW pada Rabu (29/07/2026) pukul 13.00–22.00 WIB dengan menghadirkan penampilan band, tarian, dan fashion show etnis. Sementara itu, Closing Ceremony pada Kamis (30/07/2026) pukul 15.30–22.00 WIB akan dimeriahkan oleh Moluccan Soul, komunitas seni tari dan budaya asal Indonesia Timur yang berbasis di Jakarta, sebagai penampil utama yang akan menutup kemeriahan IICF 2026.

Baca Juga  Presiden Apresiasi Digitalisasi Koperasi di NTT yang Diinisiasi UKSW, Rektor Intiyas Tamu Terhormat
tand Etnis Mahasiswa UKSW .
Foto UKSW

Kegiatan pesta budaya ini membuktikan komitmen UKSW untuk mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 yaitu pendidikan berkualitas dan ke-16 yaitu perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh. Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3, dengan 31 Prodi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. (RLS/UKSW/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan