Oelamasi (MEDIATOR)–Bupati Kupang, Yosef Lede mengambil langkah berani, mengalokasikan dana senilai ratusan juta untuk dikelola oleh setiap Karang Taruna desa di Kabupaten Kupang. Penegasan ini disampaikannya saat memberikan sambutan sekaligus membuka Rapat Koordinasi Karang Taruna se-Kabupaten Kupang di civic centre Oelamasi, 27 Maret 2025.

Foto: dok
Dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri PDT Nomor 2 maka kita diinstruksikan untuk mengikuti arahan dan petunjuk tersebut maka dalam pengelolaan dana desa, agar mengalokasikan anggaran sebesar 20 persen untuk ketahanan pangan. Oleh karena itu, 20 persen dana itu ditangani oleh Karang Taruna. Sekitar Rp 180 juta. Ini perintah ya,”tegas Yos Lede.
Dana tersebut menurutnya, agar dikelola secara baik untuk menunjang program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari presiden. Lagipula, agar menghadirkan satu produk unggulan di setiap desa. Dia menyebut Desa Bismarak adalah contoh, tahun ini ada anggaran Rp 500 juta yang dikucurkan ke desa setempat guna mendukung program tersebut. Dia berharap Karang Taruna pun memiliki spirit yang sama.

“Jadi bapa camat dan desa tolong perhatikan,”ujarnya menambahkan, sebagai garda terdepan dalam pembangunan maka dana tersebut perlu dimaksimalkan. Sehingga kedepan Karang Taruna dapat menciptakan iklim yang positif dalam kegiatan pemberdayaan.
Masih di kesempatan yang sama, Yos Lede juga mengalokasikan dana sebesar Rp 150 juta untuk pengurus kabupaten dan Rp 25 juta untuk pengurus kecamatan.

“Khusus kecamatan dan kabupaten disesuaikan dengan anggaran 2026. Terkait program MBG ini, saya minta kita jangan mati di lumbung,”tegas Yos serius.
Sementara ketua Karang Taruna NTT, Wildrian Ronald Otta saat memberi materi, berkali-kali memberi apresiasi atas kepedulian Bupati Kupang yang sudah mengalokasikan anggaran sebesar ratusan juta untuk Karang Taruna.
“Ini luar biasa karena kepedulian pak Bupati Kupang ini membuat kabupaten ini jelas sangat berbeda dan bahkan berlari kencang. Melibatkan anak-anak muda dalam pembangunan adalah langkah yang tepat sehingga secara organisasi kami sangat berterimakasih,”tegasnya menambahkan bahwa dana yang dialokasikan bukan semata-mata diperuntukkan bagi kepentingan organisasi, melainkan untuk ketahanan pangan dalam menyukseskan program MBG.

“Perlu saya garis bawahi bahwa dana ini untuk mendukung ketahanan pangan dalam menyukseskan program MBG. Silahkan urun rembug dan siapkan program, teknisnya nanti tolong berkoordinasi dengan instrumen Pemda yang lain agar tidak disalahfungsikan, pelaporannya pun baik,”ungkap Kepala Kantor Perijinan Kota Kupang ini.
Dijelaskan lebih jauh olehnya, langkah strategis presiden menghadirkan program MBG, tentu sudah melalui kajian sehingga harus disupport.
Rakor itu dihadiri Plt Sekda, para Asisten, seluruh OPD, camat, lurah dan kepala desa se-Kabupaten Kupang. Tak ketinggalan, seluruh Ketua Karang Taruna di kabupaten itu diwajibkan hadir dalam konsolidasi organisasi.
Sementara dari pengurus provinsi, hadir Wildrian Ronald Otta selaku ketua, didampingi Okto Wabang sebagai sekretaris, Edno Taopan dan Yosafat Dokubani sebagai pengurus provinsi serta Stenly Boymau (ketua Karang Taruna Kota Kupang 2019-2024), David Daud selaku karteker untuk Kabupaten Kupang. (BOY)






