Bour, Desa Binaan Bank NTT yang Jadi Inspirator Keberhasilan TJPS di Lembata

Nuansa NTT144 Dilihat

Lewoleba (MEDIATOR)—Desa Bour yang berada di Kecamatan Nagawutun Kabupaten Lembata, memiliki ladang jagung yang luas. Yang membanggakan adalah ladang dia adalah satu dari empat desa lainnya yang diunggulkan mengikuti Festival Desa Binaan Bank NTT. Pasalanya, desa ini memiliki hamparan ladang jagung yang luas.

Ketika dikunjungi Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Jumat (9/9/2022) lalu, Alex dibuat kagum. Bersama Komisaris Utama Kawasan Industri Bolok, Ben Polo Maing, Kadis Pertanian dan Tanaman Holtikultura NTT, Lecky Frederich Koli, Kadis Pertanian Lembata, Kanis Tuaq, dan Pj Pimpinan Bank NTT Cabang Lewoleba, Petrus Soba Lewar, tanaman jagung disini sudah menguning dan siap panen.

Saat itu, rombongan dibuat kagum, tak saja karena jagung-jagung ini siap panen, melainkan karena isinya yang bagus. Bulirnya panjang, juga isinya padat. Ternyata pada Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Djawa, Rabu (3/8/2022) pun sudah pernah kesini. Saat itu dia bersama  Ni Dewa Agung Ayu Sria Liana Dewi yang adalah juri Festival Desa Binaan Bank NTT dan Festival PAD 2022.

Pada kesempatan itu Penjabat Bupati Lembata menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi pada Bank NTT karena peduli terhadap masyarakat dengan turun langsung ke desa-desa untuk membina UMKM. Tidak hanya itu, melainkan Marianus pun menyatakan salut dan bangga atas perhatian Bank NTT yang sudah bergerak jauh dari zona nyamannya sebagai sebuah bank, dengan melakukan interfensi terhadap stunting, melaksanakan program TJPS pola kemitraan dan selalu mendukung Pemerintah Daerah.

Baca Juga  TEGAS.. Undana Tanggapi Dugaan Mark Up Harga Hologram Bagi Calon Wisudawan

Lalu seperti apa capaian program TJPS di Kabupaten Lembata? Pj Pimpinan Cabang Bank NTT Lewoleba, Petrus Soba Lewas menegaskan bahwa total wirausaha mandiri pada musim tanam Agustus-September sebanyak 16 orang dengan luas lahan yang digarap 11,55 hektar. Dan bantuan kredit yang sudah disalurkan untuk musim tanam ini adalah sebesar Rp. 171.500.000.

Pada periode Oktober-Maret diharapkan semakin banyak wirausaha mandiri yang akan layani dengan kerja sama kolaborasi antara Dinas Pertanian,  offtaker dan Bank NTT.

“Kita optimis program TJPS di Lembata berhasil,”tegasnya sembari menambahkan total lahan untuk periode Agustus-September adalah 20 hektar namun yang di layani 11,55 hektar, sisanya lebih memilih berkonsentrasi pada  musim tanam Oktober-Maret dengan total kredit Rp. 171.500.000 untuk 16 wirausaha mandiri.  (BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *