Kupang (MEDIATOR)–Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Cipayung Plus, menyatakan kesiapannya dalam mendukung Pemerintah Kota Kupang dalam menangani masalah kebersihan. Untuk diketahui, sampah menjadi sebuah pergumulan tersendiri bagi pemerintah. Inilah yang membuat pemerintah kemudian menghadirkan Road Map tata kelola sampah dalam Kota Kupang. Untuk mengeksekusi dan mengawal hingga suksesnya road map tersebut maka dibentuklah Satuan Tugas (Satgas) yang diketuai walikota dan sekretarisnya Wildrian Ronald Otta.
Keseriusan kelompok Cipayung Plus untuk mendukung penanganan sampah ini disampaikan oleh Ketua GMKI Cabang Kupang, Andra Viany, dalam malam apresiasi atas suksesnya aksi demonstrasi damai tanpa merusak fasilitas pemerintah. Malam apresiasi ini diinisiasi oleh Pemerintah Kota Kupang, Senin (01/09). Hadir para pengurus organisasi aliansi Cipayung Plus, BEM, Organisasi Kepemudaan (OKP), serta tokoh pemuda lainnya. Sementara dari unsur pemerintah, hadir Walikota Kupang dr Christian Widodo, disampingi sejumlah pejabat eselon II yakni Wildrian Ronald Otta, Ernest Ludji juga pejabat lainnya.
“Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah kota dalam penanganan sampah baik di kelurahan maupun masyarakat. Bahkan dalam even Saboak pun, kami sudah hadir disana,”tegas Andra.
Ditanggapi walikota, pihaknya mengapresiasi dan mendukung.
“Kami berterimakasih jika adik-adik dari Cipayung Plus bisa hadir dan bersama membangun kota ini. Bisa berkolaborasi dengan kami untuk eksekusi program di kelurahan dan menjadi eksekutor beberapa program. Seperti penghijauan, kebersihan. Kalau Saboak, ayo mari silahkan dimanfaatkan. Ini ruang yang kita hadirkan agar semua bisa ikut terlibat,”ujar walikota.
Dia juga mengapresiasi aksi yang mengedepankan pendekatan humanis dalam menyampaikan aspirasi. (BOY)






