KUPANG-Drainase yang membentang di sepanjang Jl. W.J Lalamentik atau tepat di depan Ramayana Mall Kupang, sangat kotor. Bahkan saking kotornya sehingga berwarna kehitam-hitaman. Air yang tergenang, kian memperparah kondisi ini. Tidak hanya itu, melainkan karena saking kotornya sehingga menebar aroma yang sangat menyengat. Pengguna jalan yang melewati jalan itu, mengeluhkan bau menyengat dari arah drainase.
Karena tidak puas, ada warga yang mengeluh. Publik meresponinya dengan meminta perhatian dari Pemerintah Kota Kupang agar segera menindak pelaku usaha yang tidak peduli pada kenyamanan publik tersebut.
Polce Amalo, seorang jurnalis senior pada Media Indonesia, memposting keluhannya itu di media sosial dan disambut dengan keluhan yang sama dari pengguna jalan lainnya. Mereka meminta agar pemerintah segera menaruh perhatian terhadap kondisi ini.
“Air di drainase depan Flobamor Mall sangat hitam dan berbau,”demikian postingan itu.
Menyimak postingan tersebut, sebenarnya bukan baru sekali melainkan kondisi ini sudah bertahun-tahun dialami warga. Hampir setiap tahun, mendekati kemarau, drainase itu selalu mengeluarkan aroma tajam karena air kotor yang tergenang.
Kondisi ini mengundang perhatian para pegiat lingkungan. Pernah seorang konsultan lingkungan yang juga mantan ketua Dewan Evaluasi Kota (DEK), Ir. Yeskiel Lanoe, mengritisi proses daur ulang limbah pada usaha-usaha berskala besar disana. Sebut saja ada Flobamor Mall, serta KFC dan tempat usaha lainnya.
“Mestinya tempat-tempat usaha ini memiliki sistem pengelolaan IPAL yang jelas sesuai dokumen AMDAL mereka. Kalau gotnya berbau, bisa ditelusuri dari mana asal limbah ini,”tegasnya dalam sebuah diskusi dengan media ini.
Walikota Kupang, dr Christian Widodo pun di beberapa moment selalu menekankan pentingnya menjaga kebersihan agar tidak mencemari lingkungan. Hal ini menurutnya dianggap penting agar membuat nyaman pengguna jalan serta masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi tersebut. (BOY)






