Walikota Temui Keluarga Korban Insiden Batuplat, Pastikan Penanganan Hingga Pembiayaan Beres

Public Service447 Dilihat

KUPANG—Sebuah tindakan kemanusiaan dilakukaan Walikota Kupang, dr. Christian Widodo. Rabu (14/10/2026), orang nomor satu di Pemerintah Kota Kupang ini menemui keluarga korban insiden kekerasan di Kelurahan Batuplat, Kota Kupang. Siapa sangka, di tengah kesibukannya memimpin Kota Kupang, dr Chris ingin datang dan melihat dari dekat kondisi korban. Termasuk untuk memastikan biaya pengobatan dan proses pemulihan medis berjalan dengan baik.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati nampak hadir menemani walikota,serta ikut hadir serta Direktur Utama RSUP dr. Ben Mboi Kupang, dr. Robinzon Gunawan Fanggidae.

“Kedatangan saya ini antara lain untuk memberikan bantuan kebutuhan pokok, kunjungan itu juga menjadi momentum untuk mengoordinasikan penyelesaian persoalan biaya pengobatan yang sebelumnya belum terselesaikan, sekaligus memastikan keluarga korban mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan,”tegas Christian Widodo dalam diskusi dengan media.

Baca Juga  Serena Datang Bawa Santunan, Anak Petugas Kebersihan Ditawari Beasiswa

Masih menurutnya, dia telah berkoordinasi dengan pihak RSUP dr. Ben Mboi Kupang guna mencari solusi atas persoalan biaya pengobatan yang dihadapi keluarga korban.

Dan pihak rumah sakit telah merespons koordinasi tersebut dan memproses pembebasan biaya pengobatan sesuai mekanisme serta persyaratan yang berlaku, termasuk kelengkapan surat keterangan tidak mampu.

“Yang penting adalah biaya pengobatannya sudah terselesaikan. Itu yang penting,” ujar Christian sembari menjelaskan, penanganan kasus tersebut membutuhkan koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak rumah sakit karena RSUP dr. Ben Mboi berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, sementara fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kota Kupang memiliki mekanisme pembiayaan tersendiri.

Direktur Utama RSUP dr. Ben Mboi Kupang, dr. Robinzon Gunawan Fanggidae, Sp.An, menjelaskan bahwa salah satu korban masih membutuhkan waktu untuk beristirahat dan menjalani proses pemulihan akibat sejumlah cedera yang dialami.

Baca Juga  Yayasan Flobamora Jaya Peduli Catat 3.062 Kasus HIV di Kota Kupang

Korban diketahui mengalami patah tulang dan cedera tendon yang telah mendapatkan penanganan medis. Proses pemulihan selanjutnya akan dilakukan melalui kontrol medis dan rehabilitasi sesuai kondisi pasien serta rekomendasi tenaga kesehatan.

Untuk mendukung kelanjutan perawatan, pihak rumah sakit juga menyiapkan layanan ambulans bagi pasien yang mengalami kesulitan bergerak atau mobilisasi ketika harus menjalani pemeriksaan lanjutan. (net/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan