TEGAS…Ini Alasan Pengacara Artis Nasional dan Akademisi Yafet Rissy Jadi Caleg DPR RI Dapil NTT II

Polkam2776 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)—Pemilihan Umum Legislatif sudah di depan mata. 14 Februari 2024 nanti, adalah momentum penting bagi seluruh elemen bangsa untuk menentukan pilihan politiknya. Jelang pesta demokrasi ini, Yafet Yosafet Wilben Rissy, SH., M.Si., LLM., Ph.D. (AFHEA), seorang putra NTT yang selama bertahun-tahun menjadi pengacara sejumlah artis nasional, angkat bicara. Wakil rektor pada sebuah universitas swasta besar di Salatiga ini menegaskan alasannya terjun ke dulia politik.

Dia menyebut ada tiga alasan yang baginya, alasan penting dia harus bertarung pada Pemilu ini. “Pertama, sebagai anak NTT, saya sangat paham akan persoalan-persoalan fundamental di NTT, saya percaya bahwa dengan terjun ke dunia politik dan memikiki akses untuk masuk ke lembaga-lembaga seperti DPR yang nantinya mengambil keputusan-keputusan  politik, saya akan lebih banyak dan lebih nyata dalam berkontribusi bagi NTT umumnya dan khsusunya Dapil NTT II.  Saya ingin terlibat secara langsung dalam proses pengambil an keputusan politik di lembaga-lembaga strategis. Seperti DPR RI yang berdampak besar bagi masyarakat di NTT,”tegas pengacara Dito Mahendra dan juga DJ Una yang viral di level nasional ini.

Alasan kedua menurutnya, dia melihat Dapil II NTT (Timor, Rote, Sabu dan Sumba) ini sesungguhnya yang terjadi adalah penjajahan politik. Daerah ini dalam kurun waktu tertentu dijajah oleh petualang-petualang politik.

“Yang notabene tidak memahami secara persis persolan-persoalan politik di NTT dan Dapil II khususnya. Nah orang-orang ini siapa? Mereka saya bagi jadi tiga. Pertama kelompok opurtunistik dari luar NTT yang datang hanya untuk mencari suara dan mencari nafkah politik di NTT. Setelah dia terpilih, dia akan keluar dari NTT dan kemudian melakukan tindakan-tindakan  koruptif serta tidak memberikan kontribusi bagi Dapil II NTT. Ada yang hanya datang lima tahun sekali. Tidak melakukan apapun bagi NTT.”

Di satu sisi, masyarakat NTT tidak mengalami kebebasan secara politik. Ini yang disebutnya penjajahan politik. Bahkan ini benar-benar  terjadi satu anomali politik luar biasa  dan sesungguhnya pemilih dijadikan sebagai komoditas.

Baca Juga  Pilpres dan Pileg Usai, Mari Syukuri dan saatnya Kembali Bekerja Bangun Indonesia

“Orang datang mencari suara lalu mendapatkan suara. Karena mereka bukan anak-anak asli NTT, tidak punya empati terhadap NTT. Mereka hanya memperkaya diri, memperkaya struktur politik. Namun di satu pihak, melakukan pemiskinan secara struktural. Dan ini sudah berperiode-periode. Perhambaan politik ini harus dihentikan, dengan cara, harus mucul anak-anak muda NTT yang cerdas, punya integritas, punya jejaring yang luas, untuk kembali dan meyakinkan massa di Dapil II ini bahwa lihat, kita punya anak-anak yang mampu, yang hebat,”tambah Yafet yang terkenal tegas dan blak-blakan ini.

Sedangkan alasan ketiga, yang tak kalah penting menurutnya adalah integritas dan kecerdasan bisa dijual sebagai sebuah komoditi yang baik. Bahwa politik itu tidak semata-mata terkait dengan aarogansi akumulasi kekuasaan materil.

Baca Juga  Revolusi Putih Kolaborasi Hebat Rumah Wadah Kota Kupang-KESIRA NTT, Ratusan Anak PAUD-SD dan Ada Doa Kemenangan Prabowo-Gibran

“Tetapi kontestasi politik ini juga bisa menjadi kontestasi ide, gagasan, track record, untuk membangun daereah ini. Karena itu para Caleg harus menyampaikan gagasan-gagasannya. Apa yang akan Anda lakukan untuk membangun daerah ini. Bukan sekedar mencari suara, atau orang lain yang datang mencarikan suara untuk Anda. Saya melihat ada orang tua yang mengkampanyekan anaknya setiap hari tapi anaknya tidak muncul. Ketika ditanya ide dan gagasan, anaknya tidak mampu menjawab. Bukan begitu caranya,”ungkapnya.

Karena itu dia mengajak seluruh pemilih di manapun untuk melihat isu ini secara lebih serius. Caleg-caleg yang tidak mampu menuangkan ide dan gagasannya bagi pembangunan di daerah ini, bagi Yafet itu bukan Caleg berkualitas melainkan petualang politik. Orang-orang opurtunistik yang memanfaatkan suara rakyat di Pemilu untuk melestarikan kepentingan mereka. Yafet Yosafet Rissy adalah  Caleg DPR RI Nomor urut 4, Dapil NTT II dari Partai PERINDO. (ADV/KJR)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan