Solusi Cerdas Kasrem Simon Petrus Kamlasi Berdayakan Aset GMIT untuk Ekonomi Jemaat

Lainnya184 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)—Kepala Staf Korem 161/Wira Sakti Kupang, Kolonel Simon Petrus Kamlasi menyodorkan sejumlah konsep dalam sebuah pertemuan dengan Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt Samuel Benyamin Pandie, S.Th., untuk memberdayakan aset yang dimiliki oleh GMIT. Untuk diketahui, GMIT dengan populasi jemaat yang jumlahnya sangat banyak di NTT, ternyata memiliki aset berupa tanah dan bangunan yang belum dikelola secara maksimal.

Karena itu dalam pertemuan yang berlangsung di Kupang, belum lama ini, Kasrem yang pada 27 Mei 2024 lalu dipromosi mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat, yakni Brigadir Jenderal (Brigjen) ini, menawarkan solusi untuk pemberdayaan aset GMIT tersebut.

“Saya sepakat dengan Menteri Keuangan kita, bahwa seharusnya aset-aset kita yang bekerja untuk kita. Nah hari ini kita tahu bahwa, GMIT memiliki aset berupa tanah yang tersebar dimana-mana. Kedepan kita punya konsep untuk pemberdayaan terutama sektor pertanian,”tegas sosok yang kerap disapa SPK ini.

Baca Juga  So Sweet…, Gubernur VBL Beli Kain Tenun Pink di Valentine Day dan Peragakan Saranghae

Lebih jauh ditambahkan SPK, harus diakui bahwa tidak maksimalnya pengelolaan aset GMIT karena sejumlah alasan. “Dan kita menawarkan untuk diberdayakan. Dan TNI siap bekerjasama,”ungkap SPK menambahkan untuk sementara ada dua lokasi yang akan digarap, yakni di Kota Kupang dan TTS. Kota Kupang lokasinya di Petuk dan TTS di kawasan Polen.

Tamatan SMA Taruna Nusantara dan Akademi Militer tahun 1996 ini menegaskan, nantinya aset-aset ini akan dimaksimalkan untuk pemberdayaan ekonomi dan ketahanan pangan.

“Dalam pertemuan itu kami diskusikan mengenai banyak aset gereja yang tidur, khususnya yang punya GMIT. Harusnya aset ini bekerja untuk GMIT. Ini yang kita bicarakan, dan langsung action,”ungkap Kamlasi.

Baca Juga  SPK dan Andre Garu Berkunjung ke Keuskupan Ruteng, Kolaborasi Pertanian Smart Farming Hingga Pembangunan Rumah Ibadah

Diakui, ada skema yang ditawarkan agar aset-aset tersebut bisa dimaksimalkan. Jika terkendala di air, maka pihaknya siap mensupport baik itu pompa hidram maupun sumur bor. Karena pihak TNI memiliki sejumlah fasilitas pendukung.

Lebih jauh peraih rekor MURI sebagai anggota TNI yang berhasil mengembangkan pompa hidram terbanyak di Indonesia dan juga perwira tinggi yang dipromosi menjadi perwira staf ahli bidang lingkungan hidup KASAD, menegaskan “Yang pasti bahwa TNI siap bersama-sama dengan GMIT untuk memberdayakan asetnya menjadi aset yang menghasilkan.” Adapun pola yang dipakai olah TNI khususnya Korem 161/Wira Sakti Kupang ini adalah smart farming. Lahan-lahan pertanian dengan menggunakan sistem irigasi tetes ini tersebar di hampir seluruh wilayah NTT dengan luas lahan yang tergarap mendekati seribu hektar.

Baca Juga  Ayooo… Ikut Zumba Masal SIAGA NTT di Arena CFD, Pesertanya Ribuan

“Harus disyukuri karena GMIT siap untuk berjalan bersama. Bagi kita ini awal yang baik. Jika kedepan alat pertaniannya yang sulit, dijual mahal, kita siap hadirkan inovasi. Dibuat saja, daripada belinya mahal. Kan bisa disesuaikan dengan kondisi geografis lahan pertanian kita. Jalan saja dulu. Alat perang saja kita bikin dan jadi, apalagi ini,”pungkas Simon Petrus, yang dikenal sebagai tokoh yang mendesain kendaraan perintis bernama Komodo dan sudah diproduksi oleh TNI dan digunakan di sejumlah Batalyon. Sosok cerdas dan pekerja keras ini juga menemukan kendaraan amphibi serbaguna, yang sudah lolos diuji kelayakannya di Waduk Jatiluhur dan digunakan sebagai kendaraan operasional di lingkup TNI. (stenly boymau)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *