Siapa Juara Lomba Kelurahan Terbaik 2025? Liliba Siagakan Pengawas dan Pemulung Terorganisir 

Metro875 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)–Kian terang, kelurahan mana yang masuk level paling bergengsi dalam kompetisi kelurahan paling bersih di Kota Kupang, tahun 2025. Juri sudah selesai melakukan penilaian terhadap 51 kelurahan, bahkan sudah selesai menetapkan 10 terbaik dan sudah turun kali kedua.

Salah satu kelurahan yang didatangi adalah Kelurahan Liliba.

Kepastian ini disampaikan lurah Liliba, Viktor Makoni. Menurutnya, juri sudah ke Liliba dan melakukan penilaian untuk 10 kelurahan terbaik.

“Juri sudah kesini dan ini kali kedua. Pertama pada bulan Juni dan kedua pada awal Agustus kemarin. Kami diinformasikan kalau Liliba masuk 10 besar, kami sangat bersyukur untuk capaian ini,”tegas Lurah Liliba, Viktor Makoni kepada media ini di Kupang, Kamis (7/8) pagi.

Baca Juga  Menteri Agraria:  Ada Sertipikat Belum Menjamin Tanah Bebas dari Masalah

Dia menjelaskan, mereka kaget karena juri datang mendadak tanpa informasi sebelumnya pada mereka.

“Di kantor lurah hanya beberapa saat saja, juri langsung ke titik-titik yang sudah ditentukan, mereka tidak mau didampingi,”ujarnya.

Lalu seperti apa persiapan Liliba dalam kontestasi ini?

Lebih lanjut Viktor menegaskan, sejauh ini mereka terus melakukan berbagai inovasi dalam pelayanan kebersihan di kelurahan.

Seperti memaksimalkan pengawasan terhadap waktu membuang sampah.

Sesuai Perda persampahan, warga membuang sampah setelah pukul 18.00 Wita dan sebelum pukul 05.00 Wita.

Mereka pun sudah menerapkan road map sampah sejak lama, yakni pada tahun 2019 dimana bersama-sama warga mereka menghadirkan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Tangguh. Bahkan saat ini sudah tiga buah TPS yang selalu ada pengawasnya.

Baca Juga  Instruksi Walikota: Sekkot Hingga Seluruh ASN Wajib Masuk Got Urus Sampah, Dilarang Bakar

Seluruh TPS ini berada di jalan umum, dipantau CCTV dan dijaga pengawas yang diangkat berdasarkan SK lurah.

“Pengawasnya adalah warga sekitar TPS, mereka kerja tanpa biaya. Saya mendata pemulung di tiap TPS, jumlahnya 4-6 orang pemulung. Saya sudah bertemu mereka, kalau kotor di luar TPS tolong dibersihkan dan mereka siap,”ujarnya menambahkan dia membagi ada pemulung khusus makanan babi, gelas air mineral, serta kardus. Kerja mereka terkoordinir dan tidak terjadi tabrakan. Hasil yang diperoleh, dibeli oleh warga yang membutuhkan sehingga setiap pemulung menghasilkan rata-rata Ro 750.000 hingga Rp 1 juta setiap bulan.

“Kami tempel himbauan di seluruh TPS dan ada pengawasan 24 jam. Saya sampaikan ke juri, Liliba bukan karena lomba dan hadiah, tapi ini kebutuhan akan hidup yang bersih. Target kami adanya perubahan perilaku. Kami kerja setiap hari seperti mau lomba,”tegasnya. Mereka bekerja keras sehingga kebersihan menjadi kebutuhan bukan muncul musiman. Sementara terkait road map sampah, terus disosialisasikan di setiap acara suka maupun duka.

Baca Juga  Ratusan Anak Muda Terpanggil dan Diberkati, 10 Tahun Youth 3G C3 Reach Pemulihan Kupang yang Luar Biasa

Sementara terkait hasil penilaian, pihaknya menaruh hormat kepada juri.

“Terkait kompetisi, kami bersyukur masuk 10 besar. Namun bagi kami, kami kerja seolah esok penilaian. Seriap hari kami sangat serius,”pungkasnya. (BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan