Pascasarjana Undana Kawal Implementasi AI, Segera Hadirkan Program Study S2 Bisnis Digital

Pendidikan456 Dilihat

KUPANG—Tak dipungkiri jika kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sudah masif digunakan untuk menunjang berbagai aktvitas. Tidak saja untuk bisnis, melainkan masif digunakan untuk menunjang aktivitas akademik. Melihat kian masifnya penggunaan AI, Direktur Pascasarjana Universitas Nusa Cendana (Undana), Dr. Hamza Wulakada, M.Si., menegaskan pihaknya sangat serius mengawal implementasi AI dalam menghadapi ancaman disrupsi teknologi.

Penegasan ini diampaikan Dr. Hamza ketika membuka Workshop Bina Talenta dalam rangka rencana pembukaan Program Studi S2 Bisnis Digital, yang mengusung tema “Ekosistem Digital dan Masa Depan Profesi” di Aula Prof Agus Benu, Lantai 3 Pascasarjana Undana, Senin (6/7).

Kegiatan ini didukung Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) serta Komisi X DPR RI ini digelar dalam rangka rencana pembukaan Program Studi Magister (S2) Bisnis Digital.

“Kehadiran Program Studi Magister Bisnis Digital ini diharapkan menjadi cikal bakal pengembangan program studi baru berbasis transformasi digital,”demikian Dr. Hamza menambahkan dirinya mendapat mandat langsung dari Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng untuk mengawal implementasi AI di lingkungan kampus.

Baca Juga  Undana Loloskan 1.738 Calon Mahasiswa Jalur Mandiri 2026

“Kami di Pascasarjana sudah menyiapkan beberapa instrumen. Semoga kita tidak berada dalam kungkungan dan kendali teknologi atas ancaman disrupsi ini, tetapi menjadi bagian yang ikut mengendalikan masa depan itu sendiri. Itulah harapan kami,” tegasnya dilansir HiglightNTT.com. Hamza juga sembari memberi apresiasi tinggi kepada semua pihak yang sudah mensupport mereka dalam kegiatan ini.

Foto: Mediator

Dr, Hamza juga mengurai tingginya animo masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Peningkatan signifikan minat masyarakat terhadap pendidikan pascasarjana di Undana ini dibuktikan dengan jika di tahun sebelumnya jumlah mahasiswa baru aktif sekitar 26 orang, maka di tahun ini jumlah calon mahasiswa yang telah mendaftar menjadi sekitar 76 orang.

“Kami di Pascasarjana juga sedang mengusulkan enam program studi baru. Salah satu yang menjadi prioritas adalah Program Studi Magister Bisnis Digital yang sebelumnya dirancang dengan nama Ekosistem Digital, namun disesuaikan dengan nomenklatur yang tersedia,”tegasnya menambahkan Pascasarjana Undana juga mengusulkan Program Studi Ketahanan Maritim, Manajemen Pendidikan, Hukum Kesehatan, serta beberapa program studi lainnya. Hamza berharap seluruh pihak dapat mendukung proses pembukaan dua program studi prioritas tersebut dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

Baca Juga  Undana Ambil Langkah Strategis, Kejar Target 2.000 Kursi SNBP 2026

Anggota DPR RI Komisi X, Stevano Rizki Adranacus, sebagai keynote speaker secara daring dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir secara langsung akibat agenda mendadak.

“Perguruan tinggi bukan sekadar tempat mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi kawah candradimuka dalam membentuk karakter, integritas, dan inovasi generasi muda. Ia berkata, era digitalisasi menuntut perguruan tinggi untuk terus adaptif terhadap perkembangan zaman,”tegasnya.

Kegiatan ini menghadirkan tiga orang narasumber masing-masing narasumber dari LLDIKTI Wilayah XV sekaligus praktisi, Dr. Deford Lakapu, MM, yang memaparkan peluang dan tantangan pembukaan Program Studi Magister Bisnis Digital di Universitas Nusa Cendana.

Bagi Deford, teknologi digital bukan lagi sekadar alat operasional, melainkan fondasi penciptaan nilai ekonomi dan daya saing kawasan. Kehadiran pembukaan Program Studi Magister Bisnis Digital berada pada titik konvergensi antara agenda nasional, kebutuhan regional, dan mandat institusi. Dan baginya harus disupport.

Baca Juga  Empat Calon Rektor Undana Mendaftar, Pansel Verifikasi Berkas

Pemateri berikutnya, akademisi Undana Dr. Dony Sitohang, M.Sc, menyampaikan materi bertajuk “Membangun Kompetensi Digital Mahasiswa Pascasarjana: Peluang Karier di Era Ekosistem Digital.” Baginya perkembangan transformasi teknologi mulai dari era komputer, internet, mobile, cloud, Artificial Intelligence pada 2015–2020, hingga memasuki era ekosistem digital sejak 2020-an¸bisa disimpulkan bahwa sra ekosistem digital menuntut kita untuk berpikir sistemik, kolaboratif, dan adaptif agar mampu menciptakan nilai bagi masyarakat dan masa depan.

Agustinus Brewon sebagai narasumber yang menggantikan Stevano Rizki Adranacus dalam materinya ‘Peran DPR RI Mendorong Transofrmasi Digital Pendidikan Tinggi, menyebut  banyak hal yang berubah setelah dunia dilanda Pandemi Covid-19.

“Untuk mensupport tranformasi digital, Pak Stevano selalu mensupport dunia perguruan tinggi. Beliau selalu bertemu dan berdiskusi dengan teman-teman kampus untuk bertanya, apa yang harus saya buat. Inilah semangat yang dibangun dan beliau tidak semata menerima laporan dari kementerian,”demikian Gusti.  (NET/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan