FST Undana Latih Staf Kuasai Public Speaking dan Jurnalisme Kampus

Pendidikan441 Dilihat

KUPANG — Fakultas Sains dan Teknik (FST) Universitas Nusa Cendana (Undana) bergerak taktis dalam memperkuat strategi komunikasi publik dan citra digital lembaga. Komitmen tersebut diwujudkan melalui gelaran pelatihan intensif mengenai public speaking, master of ceremony (MC), serta tata kelola kehumasan, website, dan media sosial bagi jajaran tenaga kependidikan (tendik) nonakademik di Aula Dekanat FST, Kupang, pada Kamis (25/6/2026).

Pelatihan yang diikuti oleh 22 peserta perwakilan dari berbagai unit kerja dan program studi ini dirancang sebagai langkah strategis untuk mendongkrak kapasitas sumber daya manusia (SDM) di tingkat fakultas. Melalui pembekalan ini, para aparatur nonakademik dilatih untuk mahir memproduksi materi publikasi yang cepat, akurat, dan profesional guna memperluas jangkauan informasi publik.

Tertibkan Akun Media Sosial Ilegal Berembel-embel Nama Undana

Baca Juga  Satuan Menwa Unkris Kupang Diberi Nama Beruang Putih, Simak Artinya

Otoritas FST Undana menghadirkan Subkoordinator Humas Undana, Ollien Manggol, S.KM., MPA., CRA., sebagai praktisi humas dalam sesi materi Pengelolaan Kehumasan (Website dan Media Sosial Kampus). Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa aktivitas pembentukan citra (branding) fakultas tidak boleh dilakukan secara musiman atau hanya agresif saat menghadapi momentum tertentu saja.

“Membranding FST itu tidak bisa menunggu momentum atau kepentingan tertentu baru kita bergerak. Publik saat ini mencari tahu keunggulan FST secara mandiri melalui mesin pencari di website dan lini masa media sosial. Karena itu, tendik di FST memiliki tanggung jawab besar sebagai produsen informasi terdepan,” tegas Ollien.

Dalam sesi praktik, para peserta dibimbing secara teknis untuk menelusuri dan mengevaluasi kesehatan akun media sosial resmi milik prodi masing-masing, membedah arsitektur pengelolaan website yang ramah pengguna (user-friendly), hingga mempelajari kaidah dasar penulisan berita berbasis jurnalisme kehumasan.

Baca Juga  Mahasiswa Undana Sulap Putak, Pakan Ternak Ini Jadi Cookies Kekinian

Pada kesempatan yang sama, Ollien juga mengeluarkan imbauan tegas terkait penertiban ruang digital. Ia mendesak seluruh pengelola prodi untuk menonaktifkan atau melaporkan akun-akun liar di media sosial yang mencatut nama Universitas Nusa Cendana secara sepihak tanpa mengantongi izin resmi kewenangan dari pihak Fakultas atau masing-masing Prodi. Langkah ini dinilai krusial guna menghindari potensi kesalahpahaman informasi (disinformasi) di tengah masyarakat.

Mengikis Birokrasi Kaku demi Layanan Informasi Berstandar Industri

Suntikan kecakapan kehumasan bagi tendik FST Undana ini membawa dampak perubahan kultural yang sangat penting bagi modernisasi layanan informasi di lingkungan kampus. Selama ini, unit kehumasan di tingkat fakultas sering kali dicap miring bekerja secara pasif, kaku, dan sekadar menjalankan fungsi administratif kedinasan. Akibatnya, banyak hasil riset mutakhir dosen dan prestasi sains mahasiswa FST terkubur dalam arsip dekanat tanpa pernah tersosialisasikan ke industri ataupun masyarakat.

Baca Juga  Kesempatan Terakhir Bagi Mahasiswa Baru Undana: Batas Lapor Diri Hingga Akhir Bulan Ini

Dengan mentransformasikan tendik menjadi operator humas yang cakap menulis dan mengelola situs digital, FST Undana berhasil memangkas jalur birokrasi informasi yang lambat.

Dampaknya, website prodi tidak lagi menjadi halaman kosong yang usang, melainkan berubah menjadi panggung etalase ilmiah yang kredibel dan dinamis. Ketika akurasi dan kecepatan informasi ini terjaga secara profesional, reputasi FST tidak hanya melesat di level lokal sebagai fakultas unggulan, tetapi juga memiliki daya tawar yang kuat secara nasional untuk memikat mitra kerja sama industri besar serta menarik minat calon mahasiswa berprestasi dari seluruh penjuru tanah air. (Ika/RLS/UNDANA/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan