KUPANG — Sebanyak 104 calon mahasiswa baru Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (Undana) dari jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Tahun Akademik 2026/2027 dinyatakan lolos tahapan tes kesehatan. Kepastian kelulusan ini tertuang secara resmi melalui Surat Pengumuman Nomor 5622/UN15.4/TU/2026 yang diterbitkan oleh otoritas kampus pada Kamis (25/6/2026).
Rangkaian pemeriksaan medis ketat tersebut wajib diikuti oleh seluruh peserta guna mengukur standardisasi fisik dan mental yang disyaratkan dalam menunjang proses pendidikan tinggi vokasi profesi kesehatan. Berdasarkan data rekapitulasi final, para peserta yang dinyatakan lulus terdiri atas 49 orang dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Dokter, 35 orang dari Prodi Kedokteran Hewan, dan 20 orang dari Prodi Farmasi.
Verifikasi Fisik Ketat Sebelum Penentuan Hak Registrasi
Surat keputusan penetapan hasil uji klinis tersebut ditandatangani langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si. Sebelum hasil diumumkan ke publik, seluruh peserta telah menyelesaikan serangkaian pengujian medis berkala yang dijadwalkan oleh tim dokter independen universitas untuk memitigasi kendala biologis saat mahasiswa melakukan praktik klinis di kemudian hari.
“Tahapan ini merupakan mekanisme seleksi krusial yang wajib diterapkan pada program studi rumpun ilmu kesehatan. Melalui standardisasi ini, universitas memastikan bahwa proses penerimaan mahasiswa baru berjalan selaras dengan syarat regulasi nasional penyelenggaraan pendidikan kedokteran,” jelas Prof. Annytha dalam keterangan tertulisnya.
Pengumuman ini menjadi informasi yang sangat krusial bagi para calon mahasiswa baru karena menandai tuntasnya salah satu filter seleksi paling sensitif di FKKH Undana. Pasca-pengumuman ini, seluruh peserta yang dinyatakan lolos diimbau untuk intensif memantau perkembangan jadwal dan pemenuhan dokumen administrasi pada laman resmi kampus guna mengikuti tahapan registrasi ulang serta penentuan pembiayaan kuliah.
Garansi Mutu Fisik Dokter Masa Depan di Wilayah Kepulauan
Saringan ketat melalui tes kesehatan bagi 104 calon mahasiswa FKKH Undana ini membawa dampak jangka panjang yang sangat signifikan bagi pemenuhan mutu pelayanan medis di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pendidikan di bidang kedokteran, kedokteran hewan, dan farmasi melibatkan beban perkuliahan yang ekstrem, jam kerja laboratorium yang padat, serta keharusan turun ke wilayah pelosok saat masa koasistensi (co-assistant) atau praktik lapangan.
Jika universitas meloloskan calon mahasiswa tanpa verifikasi kesehatan yang ketat, risiko kegagalan studi (drop out) di tengah jalan akibat faktor kelelahan fisik atau kendala medis bawaan akan meningkat.
Langkah Undana ini menjadi garansi awal bagi publik bahwa calon dokter, dokter hewan, dan apoteker yang kelak lulus adalah individu-individu yang tidak hanya cerdas secara kognitif-akademis, tetapi juga memiliki ketahanan fisik yang prima. Ketangguhan fisik ini sangat dibutuhkan untuk melayani dinamika geografis NTT yang berkarakter kepulauan, sehingga investasi pendidikan yang dikeluarkan negara dan orang tua bermuara pada lahirnya tenaga medis yang tanggap serta berdaya tahan tinggi di garda terdepan kesehatan. (Isa/RLS/UNDANA)






