PARALELISME MESIR ( 214 )  KUNO  & SUMBA ( 241)

Opini194 Dilihat

Oleh : Max Umbu

PENDAHULUAN

Anda mungkin bisa melihat tiga angka Gematria ibrani yang saya temukan di atas, menunjukkan kesejajaran antara Mesir dan Sumba/ Humba : secara apa numerikal Mesir menghasilkan 214 sementara Humba/ Sumba 241. Single nomor call number atau angka tunggalnya masing-masing 7 ( angka tertinggi dalam numerik Ibrani, angka ganjil merupakan angka yang disukai / baik dalam perspektif Ibrani.

Mengapa teh harus menghubungkan antara 3 faktor pembanding ini tidak lain dan tidak bukan karena pada dasarnya Ibrani segala ajaran dan budayanya juga adalah pengaruh Mesir ( juga yang menafsirkan) saling mempengaruhi sebagaimana dengan Humba, yang dapat kita lacak dari jejak-jejak sejarah.

Selain itu di material khususnya Gematria ibrani, Inggris atau gematria umum seringkali dijadikan sebagai pembanding atau paralel dari hasil kajian geometri astrologi ( Geo Astrologi) yang merupakan sajian dan perspektif dimensi ketiga ( D3) & perspektif dimensi ke-5 yang bersifat toroidal ( harmoni) yakni Galaksi Gematria – Galaktik Gematria.

Pisau bedah energi ruang frekuensi getaran dan gelombang yang di paralelkan dengan indikator Alfanumerikal lewat proses geometrika : Geoastrologi & Galaktik Gematria akan membawa kita pada suatu kondisi limitatif kesejarahan, dengan input jejak-jejak sejarah yang saya hitung sedemikian rupa dari berbagai aspek untuk mulai melihat kesejajaran atau paralelisme distribusi pesan-pesan sejarah dari masa kuno khususnya dari Mesir dan tentu nanti juga dari Babilonia hingga ke penjuru dunia dan dalam hal ini adalah ke Humba/ Sumba.

Baca Juga  Pentingnya Pengajaran (Renungan Pdt. Astrid B. Lusi, M,Th.)

Kita akan melacak Bagaimana perjalanan kayu cendana ( jalur rempah dari Humba ke Mesir Kuno & Israel masa Raja Salomo )  dari Sumba hingga ke Mesir, kesejajaran beberapa perangkat atau peralatan adat dan budaya, kisah jajaran adat dan budaya megalitikum ( proses si penguburan serta teknik perancangan pengukuran dan kuburan – tealitas korelasi budaya megalitikum Benua ” Mu” , Benua Lemuria, Atlantik yang telah yenggelam hingga lebih dari 100 meter di bawah permukaan laut – Ofir/ Ovara- Nusantara- Indonesia kini di jaman Es terhubung sebagai SUNDA LAND – berdampingan denngan benua ” Mu” di  damudra hindia selatan – selatan Jawa ? Yawan ) & India serta Benua Autralia moderen, budaya di pasifik : Easter Island mehalutikum – kemiripan bentuk dan simbol, dll), bentuk dan ukiran serta simbol-simbol kuno,  adat dan budaya BERSORAK Kakallak/ Kayaka yang juga kita temukan di Mesir dan beberapa negara Afrika hingga ke India selatan.

Tulisan ini diawali oleh pengumpulan Sumber data sejarah tertulis maupun sumber data online yang bisa diakses hingga ke Sumber data sejarah paling dekat, melakukan kunjungan virtual lebih dari 100 negara di dunia, fokus pada adat istiadat dan jejak-jejak segala sejarah, sortasi kedekatan dan kesamaan fakta dan bukti sejarah menuju paralelisme identifulikasi dan akan berakhir pada autentifikasi. Merampungkan Sketsa jejak sejarah untuk menyatukan keping-keping informasi sejarah dan bukti peninggalan sejarah ( artefak), lalu kemudian melacak kesejajaran alfanuberical : geoastrolig ( D3 = Dimensi ketiga)i & Galktif Astrilogi ( D5 = Dimensi ke 5 untuk menemukan jajaran makro dan mikrokosmos, serta menghitung trend & percepatan pergeseran Geologis – Geomekanik ( Ruang) sebagai fakta korelasi & relasi mengalirnya arus ilmu pengetahuan Astrolis ( kosmik) berupa simbol Petrogliph, geogliph, piktograph/ Hierogliph, dan proses evolusi lambang bunyi huruf & kata, di mana semuanya dapat dilacak dengan bantuan pisau bedah Ilmu Geometri, Trigonometri ( pendekatan Polymath).

Baca Juga  MERAYAKAN HARI KARTINI DIMASA PANDEMI COVID -19 dan PASCA SIKLON TROPIS SEROJA

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membantu kita untuk mengerti jauh lebih dalam dan lebih luas lagi tentang bukti dan fakta sejarah masa lalu untuk melihat dan menemukan korelasinya dengan fakta-fakta kekinian- Era Moderen guna memantik harapan ke masa depan.

Penemuan-penemuan terbaru tentang fakta-fakta politik sejarah masa lalu dengan bantuan alat pengindera dengan sensitifitas tinggi berhasil membongkar informasi terdalam dan yang terkubur untuk  kemudian meletakkannya pada meja sejarah untuk kita bedah !.

Jika dahulu hingga Era pra teknologi modern sejarah itu ditulis oleh para pemenang/ penguasa maka kini sejarah ditulis oleh ilmu dan teknologi !

Dengan Mesir dipilih oleh karena Sumber data sejarah cukup lengkap, apalagi Mesir dapat dipandang sebagai perpustakaan bumi, baik bentuk dan isi serta simbol-simbol yang tertulis pada piramida merupakan buku & imformasi yang terbuka , namun kini telah berhasil dibaca, dipahami untuk kemudian dimanfaatkan untuk Bagaimana manusia mengenal diri mereka sendiri, sebagai bagian dari cara mereka mengenal Siapa pencipta mereka, Untuk apa manusia hidup di bumi, dan bagaimana atau adakah kehidupan pasca kematian.

Baca Juga  HEL KETA (Tradisi Mereview Relasi Sosial)

SISIR MESIR KUNO

Berusia sekitar 6.000 tahun, pada peradaban  Mesir Kuno,  Nikada . Sisir dengan bentuk serupa ini hanya ditemukan pada bentuk Sisir di Adat Budaya Sumba ( Hai Kara), terbuat dari tempurung/ cangkang Kura-kura, dalam adat dan budaya Sumba sisir ini pada bagian puncaknya/ mahkotanya ukiran timbul, dengan motif kuno , rapat, bertumpuk, geometris, semi parabolik- menyesuaikan dengan bentuk kepala ( mirip mahkota). (***)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *