Kupang (MEDIATOR)—Resimen Mahasiswa Mahadana pada Satuan Politani Kupang, Rabu (28/12) lalu mengikuti pembaretan yang merupakan tahap akhir dari latihan dasar sebagai calon anggota Resimen Mahasiswa (Menwa). Prosesi ini berlangsung di Semau Outbound Sport (SOS), sebuah kawasan outbound lengkap berkelas nasional yang disiapkan oleh manajemen Jabal Mart pimpinan Fahmi Abdullahi.

Foto: IARMI
Sudah menjadi tradisi, sebelum menuju pembaretan, ada sejumlah tahapan, seperti pembekalan mengenai kepemimpinan serta penyegaran dasar-dasar kemiliteran seperti disiplin, juga berbagai nasehat mengenai loyalitas dan menjaga integritas diri. Prosesi pembaretan yang berlangsung di tepi pantai dan diselingi cuaca mendung ini, tampil sebagai Inspektur Upacara (Irup) Kolonel laut Joni Effendy yang adalah Aspotmar Lantamal VII Kupang.

Foto: IARMI NTT
Hadir saat itu dan menyaksikan prosesi sakral bagi anggota Menwa itu, para petinggi militer yang seluruhnya alumni Menwa, serta para senior lainnya baik dari dunia bisnis maupun perguruan tinggi.
Terpantau, ikut dalam seremoni, Fahmi Abdullahi yang adalah Ketua IKATAN Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) NTT, Letkol Udara Eddy Chandra (Pakas Lanud Eltari Kupang), Mayor Inf Hendry Dunant (Komandan Menwa ResimenMahasiswa Mahadana/Danramil Kota Kupang), Pinca BTN NTT Yuswanto Hery Purnama, Pengurus IARMI NTT dan KOLAT Pembaretan Men Mahadana.

Foto: IARMI NTT
Ketua DPP IARMI NTT, Fahmi Abdullahi menuturkan, kehadiran mereka sebagai mentor buat adik-adik Menwa calon-calon pemimpin bangsa yang berkarakter NKRI. Pasalnya, Menwa pun masuk dalam Komponen Pendukung Bela Negara.
“Insya Allah DPP IARMI NTT tetap setia mengawal dan membangkitkan panji-panji Menwa di NTT, Jagalah spirit Widya Castrena Dharma Sidha atau Penyempurnaan Ilmu Pendidikan dan Ilmu Keprajuritan,”ujar Fahmi.

Foto: IARMI NTT
Tak hanya itu, Fahmi pun berulangkali berpesan, agar anggota Menwa harus menjadi contoh terbaik di lingkungan kampus sebagai mahasiswa plus yang telah memiliki bekal olah keprajuritan.
“Harus menjadi yang terbaik, berusaha sekerasnya menjadi mahasiswa yang berprestasi memiliki IPK yang bagus dan ahlak yang mulia baik di kampus maupun di lingkungan dan pergaulan sosial. Agar tidak boleh sombong, harus rendah hati dan menjadi contoh dalam hal pengamalan bela negara di kampus dan lingkungannya,”tegas Fahmi.

Foto: IARMI NTT
Saat ini sebagai mahasiswa, tentu tugas utama mereka adalah belajar, menyerap ilmu sebaik baiknya di kampus dan sebagai komponen pendukung bela negara harus siap dilatih lebih lanjut dan siap dimobilisasi apabila suatu saat negara membutuhkan.
Sementara Danmen Mahadana, Mayor Inf Hendry Dunant pun berpesan agar anggota Menwa ini menjadikan Diksar Menwa sebagai awal dalam bela negara. “Di samping sebagai mahasiswa, adik-adik juga ikut dalam tugas bela negara dan setelah selesai pendidikan sudah belajar disiplin waktu dan bersikap yang baik,”tegas Hendry. (stenly boymau)






