Walikota Chris Widodo Bangga Pada Dedikasi dan Integritas Menwa Mahadana NTT

Pendidikan451 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)—Walikota Kupang, Christian Widodo, mengaku bangga pada dedikasi, loyalitas serta integritas setiap anggota Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahadana Provinsi NTT.  Ini dikarenakan disiplin yang dibangun sedari Pra Diksar (pendidikan dasar) hingga Diksar dan jenjang selanjutnya yakni kursus kader pelaksana (Suskalak) hingga Suskapin (kursus kader pemimpin). Anggota Menwa juga menurutnya, dituntut untuk tidak saja aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan, melainkan lebih dari itu, dipersiapkan untuk memiliki SDM yang mumpuni di ruang kuliah.

“Saya sudah pernah mengikuti beberapa kegiatan Menwa Mahadana. Terus terang, saya salut dan bangga pada mereka. Mereka ini berbeda dengan UKM lain di kampus, pendidikan mereka mengacu pada spirit kemenwaan yakni Widya Castrena Dharma Siddha atau penyempurnaan pengabdian dengan ilmu pengetahuan dan ilmu keprajuritan,”tegas politisi PSI ini sembari menambahkan, “Mereka dilatih dan dididik agar memiliki integritas yang baik, berdedikasi tinggi dan loyal pada bangsa. Ini hebat.”

Tak hanya itu, dari sikap profesional itulah dia mengingatkan agar para anggota Menwa dapat dengan baik dan tertib melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi sehingga SDM yang lahir juga berwawasan luas, kreatif, mandiri, dan berkontribusi pada kemajuan bangsa, serta berjiwa patriot.

Hadir di forum Pelantikan Komandan Resimen Mahasiswa (Danmen) Mahadana NTT Periode 2025-2028, Fahmi Haji Abdullahi, bertempat di Lantai 3 Aula Rektorat Undana, Kamis (19/02/2026), menurutnya adalah sebuah tanggungjawab penting.

“Ketika diundang panitia, saya melihat ini penting karena kehadiran kita adalah bentuk support terbaik. Dengan profesionalitas yang mereka miliki, kita membutuhkan adik-adik Menwa ini untuk membangun Kota Kupang,”tegas mantan anggota DPRD NTT ini sembari menambahkan, ada satu filosofi yang selalu diterapkannya dimanapun dia berada yakni dia membutuhkan semua orang untuk berada dalam satu barisan perjuangan.

Baca Juga  Perkuat Toleransi dan Gerakkan UMKM di Kota Kasih

“Ada sebuah filosofi sederhana yang selalu saya gaungkan, jika mau berjalan cepat maka berjalanlah sendiri, namun jika mau berjalan jauh maka berjalanlah bersama-sama. Adik-adik Menwa ini adalah sebuah aset besar yang harus terus dipoles, diberi ruang untuk bertumbuh menjadi generasi hebat”ungkap Chris Widodo lagi.

Bahkan dia sepakat dengan yang dikatakan oleh Komanda Komando Nasional (Dankonas) Menwa Indonesia, Ahmad Riza Patria pada seremoni hari itu, yakni Menwa Mahadana harus terus memoles diri, ikut bertanggungjawab dalam pembangunan dimanapun dia berada. Jika saat ini semuanya berada di Kota Kupang, mereka diajak ikut berkontribusi, seperti peduli kebersihan lingkungan dan beberapa program pemerintah lainnya.

Untuk diketahui, turut hadir dalam upacara itu, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia (RI), sekaligus Dankonas Menwa RI, Ahmad Riza Patria, Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Prof Jefri S. Bale, wakil rektor 1 dan 2 Undana, Rektor UPG 45, Dr Uly Riwu Kaho, serta para undangan lainnya. (TIM/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan